aplikasi sistem moneter internasional dalam bisnis

of 22/22
APLIKASI SISTEM MONETER INTERNASIONAL DAN PASAR VALUTA ASING (VALAS) DALAM BISNIS Wahono Diphayana

Post on 15-Jul-2015

368 views

Category:

Economy & Finance

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • APLIKASI SISTEM MONETER INTERNASIONAL

    DAN PASAR VALUTA ASING (VALAS)DALAM BISNIS

    Wahono Diphayana

  • Pengertian Sistem Moneter Internasional

    Sistem moneter internasional dapat didefinisikan sebagai struktur, instrumen, institusi dan perjanjian yang menentukan kurs atau nilai berbagai mata uang di dunia.

  • Pengertian Valas (Valuta Asing) dan Kurs Valas

    Valas atau foreign exchange yang disingkat forex, diartikan sebagai mata uang asing dan alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi dan keuangan internasional.

    Kurs valas adalah harga mata uang (currency) suatu negara dalam unit komoditas (seperti emas dan perak) atau mata uang negara lain.

  • Sistem Nilai Tukar (Sistem Kurs Valas, Sistem Devisa)

    1. Sistem Nilai Tukar Mengambang (Sistem Kurs Yang Berubah-Ubah, Flexible Exchange Rate)

    Dalam sistem ini nilai tukar dibiarkan berubah-ubah sesuai dengan permintaan dan penawaran akan valas.

  • Sistem nilai tukar mengambang dibagi dua, secara murni dan terkendali.

    Dalam sistem nilai tukar mengambang secara murni atau clean float atau freely floating system, penentuan kurs valas di pasar valas tanpa campur tangan pemerintah.

    Sedangkan dalam sistem kurs mengambang terkendali atau dirty float atau managed float system, penentuan kurs valas di pasar valas terjadi dengan campur tangan pemerintah atau bank sentral yang mempengaruhi permintaan dan penawaran valas melalui berbagai kebijakan di bidang moneter, fiskal dan perdagangan luar negeri.

  • 2. Sistem Nilai Tukar Stabil (Sistem Kurs Tetap, Fixed Exchange Rate, Pegged Exchange Rate)

    Dalam sistem ini nilai tukar valas ditetapkan tetap atau tidak berubah-ubah. Terdapat dua cara dalam pelaksanaan sistem nilai kurs tetap, yaitu secara aktif dan secara pasif.

    a. Secara Aktif

    Dalam pelaksanaan sistem nilai kurs tetap secara aktif, pemerintah atau bank sentral menyediakan dana untuk tujuan stabilitas kurs. Apabila terjadi kecenderungan kurs valas akan turun, maka pemerintah atau bank sentral membeli valas di pasar valas, sebaliknya bila terjadi kecenderungan naik maka pemerintah atau bank sentral menjual valas di pasar valas.

  • b. Secara Pasif

    Dalam pelaksanaan sistem nilai kurs secara pasif, digunakan sistem standar emas. Suatu negara dikatakan memakai sistem standar emas apabila :a. nilai mata uangnya dijamin dengan nilai seberat

    emas tertentu;b. setiap orang boleh membuat serta melebur uang

    emas; danc. pemerintah atau bank sentral sanggup membeli atau

    menjual emas dalam jumlah tidak terbatas pada harga tertentu.

  • 3. Pengawasaan Devisa (Exchange Control)

    Apabila suatu negara melaksanakan sistem pengawasan devisa, maka pemerintah atau bank sentral memonopoli seluruh transaksi valas. Tujuannya adalah sebagai berikut.a. Mencegah aliran modal lari ke luar negeri.b. Melindungi pengaruh depresi dari negara lain, terutama dalam hal

    negara tersebut mernghadapi keterbatasan cadangan valas dibanding permintaannya.

    c. Menekan neraca pembayaran nasional disekuilibrium, dengan cara pengawasan secara langsung terhadap transaksi internasional.

    d. Melindungi industri di dalam negeri, misalnya dengan pembatasan impor, dimana valas yang diperlukann untuk keperluan impor diawasi penggunaannya oleh pemerintah.

    e. Memperoleh pendapatan bagi pemerintah, dengan cara menetapkan kurs yang berbeda untuk pembelian dan penjualan valas.

  • Terdapat dua sistem dalam penetapan kurs yang menggunakan sistem pengawasan devisa.

    Yang pertama, Single Exchange Rate System yaitu kurs ditetapkan satu jenis saja tidak tergantung pada tujuan penggunaan devisa tersebut.

    Yang kedua, Multiple Exchange Rate System, dimana kurs ditetapkan lebih dari satu jenis tergantung dari tujuan penggunaannya

  • 4. Pengaturan Zona Target (Target Zone Arrangement, Joint Float)

    Dalam sistem ini beberapa negara menggabungkan mata uang mereka ke dalam sistem zona target. Negara-negara tersebut menentukan tingkat kurs dengan margin tertentu, di atas atau di bawah mata uang gabungan. Sistem seperti ini pernah digunakan oleh negara-negara Eropa, sebelum membentuk Uni Eropa, dalam suatu wadah yang dinamakan European Monetary System.

  • 5. Currency Board System (CBS)

    CBS merupakan salah satu variasi dari pegged system yang dilaksanakan dengan cara mengkaitkan atau menetapkan nilai tukar tetap antara mata uang suatu negara dengan hard currency tertentu didasarkan pada jumlah mata uangnya yang beredar dan cadangan devisa yang dimilikinya.

  • 4. Pengertian Cadangan Devisa

    Total valas yang dimiliki pemerintah dan swasta di suatu negara disebut cadangan devisa. Makin banyak devisa yang dimiliki pemerintah dan penduduk suatu negara berarti makin besar kemampuan negara tersebut dalam melakukan transaksi perdagangan dan keuangan internasional, dan makin kuat pula nilai mata uang negara tersebut.

    Cadangan devisa resmi atau official forex reserve merupakan cadangan devisa milik negara, yang dikuasai, dikelola, diurus dan ditatausahakan oleh Bank Sentral.

    Sedangkan cadangan devisa nasional atau country forex reserve adalah seluruh devisa yang dimiliki perseorangan, badan atau lembaga, terutama perbankan, yang secara moneter merupakan kekayaan nasional.

  • 6. Depresiasi dan Apresiasi

    Depresiasi mengacu pada turunnya nilai mata uang suatu negara yang menggunakan sistem kurs mengambang.

    Kebalikan depresiasi adalah apresiasi. Di sini turun naiknya nilai mata uang diakibatkan karena perubahan permintaan dan penawaran terhadap mata uang tersebut.

  • Convertible Currency

    Suatu mata uang dikatakan convertibleapabila mata uang tersebut dapat dipertukarkan secara bebas dengan mata uang negara lain.

  • Soft Currency dan Hard Currency

    Soft currency adalah suatu mata uang yang diharapkan mengalami devaluasi atau depresiasi terhadap sebagian mata uang di dunia, sehingga tidak secara langsung diterima negara-negara yang melakukan perdagangan internasional.

    Sedangkan hard currency adalah mata uang yang diharapkan mengalami revaluasi atau apresiasi relatif terhadap sebagian besar mata uang dunia. Mata uang jenis ini diterima secara luas sebagai alat pembayaran internasional.

  • Pasar Valuta Asing (Valas)

    1. Pengertian Pasar Valas

    Pasar valas adalah pasar dimana mata uang asing diperjualbelikan.

  • 2. Fungsi Pasar Valas

    a. Untuk mentransfer daya beli antar negara. Transfer daya beli diperlukan karena perdagangan internasional melibatkan dua pihak yang tinggal di negara yang berbeda dengan mata uang yang berbeda pula. Biasanya setiap pihak ingin memegang mata uangnya.

    b. Menyediakan kredit untuk membiayai transaksi perdagangan internasional.

    c. Sebagai alat untuk meminimalkan risiko karena adanya perubahan nilai tukar.

  • 3. Transaksi di Pasar Valas

    a. Transaksi SpotDi pasar spot, mata uang diperjualbelikan secara langsung atau segera.

    b. Transaksi ForwardTransaksi forward terjadi apabila pembayaran dan penyerahan valas ditentukan untuk dilakukan di masa yang akan datang.

    c. Transaksi FuturesTransaksi futures hampir sama dengan transaksi forward, yang merupakan kesepakatan memperdagangkan atau menukarkan valas, di mana penyerahan valas dilakukan di masa datang dalam jumlah tertentu, waktu tertentu, tempat tertentu dan harga tertentu. Yang membedakan dengan transaksi forward adalah di dalam jangka penyerahan yang lebih dari satu tahun.

  • Aplikasi Sistem Moneter Internasional Dalam Bisnis (1)

    1. Indonesia dewasa ini menganut sistem nilai tukar mengambang, artinya setiap saat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dapat berubah tergantung kepada permintaan penawaran atas mata uang rupiah dan mata uang asing. Hal ini akan sangat mempengaruhi penerimaan, biaya dan keuntungan perusahaan yang melakukan transaksi dengan mata uang asing, melakukan kegiatan ekspor dan impor, menggunakan bahan baku impor, atau mempunyai pinjaman dalam mata uang asing.

    2. Melemahnya rupiah terhadap dollar AS akan menguntungkan eksportir dan akan merugikan importir Indonesia, dan sebaliknya.

  • Aplikasi Sistem Moneter Internasional Dalam Bisnis (2)

    3. Menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah akan meningkatkan inflasi, karena naiknya harga barang impor atau barang yang menggunakan bahan baku impor (imported inflation)

    4. Cadangan devisa yang dimiliki oleh Indonesia (di Bank Indonesia) akan mempengaruhi kemampuan Indonesia dalam mengimpor produk dari luar negeri dan mempengaruhi kemampuan BI di dalam mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

  • Aplikasi Sistem Moneter Internasional Dalam Bisnis (3)

    5. Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas dewasa ini, nilai tukar mata uang suatu negara seringkali dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan kondisi sosial-politik yang ada di luar negeri maupun di dalam negeri.

    6. Ekspor yang lebih besar dari impor barang dan jasa akan meningkatkan cadangan devisa Indonesia dan sebaliknya apabila impor lebih besar dari ekspor akan mengurangi cadangan devisa.

    7. Bagi perusahaan yang mengimpor barang atau bahan dari luar negeri, atau memiliki pinjaman luar negeri, untuk mengurangi resiko akibat fluktuasi nilai tukar dapat melakukan transaksi forward atau transaksi future.

  • TERIMA KASIH