ap1 the analyst

Download Ap1 the analyst

Post on 13-May-2015

745 views

Category:

Business

12 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1.PT ANGKASA PURA 1BagianHalamanDaftar Isi11. Pendahuluan21.1. Latar Belakang 21.2.Metode Analisis 22. Analisis Situasi 32.1.Identifikasi Masalah32.2.Memilah Masalah 63. Analisis dan solusi83.1. Antisipasi Pemisahaan Pengelolaan8ATS3.2.Memaksimalkan Kapasitas AsetMemaksimalkan 9untuk Menghasilkan PendapatanSebagai Salah Satu KebijakanInvestasi3.3. Kebijakan Pembiayaan Bandara17Ngurah Rai3.4. Optimalisasi Kebijakan Investasi183.5. Komposisi Struktur Modal yang 19Optimal3.6. Antisipasi Resiko Akibat Fluktuasi20Nilai Tukar Mata Uang Asing 204. KesimpulanDaftar Pustaka 231

2. PT ANGKASA PURA 1PT ANGKASA PURA 11. Pendahuluan1.1. Latar Belakang Dalam kasus PT. Angkasa Pura 1 (selanjutnya disebut AP1) ini, AP1 menghadapi masalah)yang akan berhubungan dengan keberlanjutan (sustainability) perusahaannya di masa depan.Permasalahan-permasalahan yang ditemui antara lain: permasalahan a. Efektivitas pengelolaan kas b. Pemilihan Bank Partner c. Strategi investasi dalam pengelolaan idle cash d. Adanya pemisahan fungsi pelayanan ATS dari AP1 yang berpotensi menyebabkan kehilangan pendapatan sebesar 34% e. Resiko keuangan akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah f. Pemilihan sumber pendanaan untuk pembangunan bandara Ngurah Rai di Bali bandara Dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, metode pendekatan yangdigunakan yaitu metode Minaut Indonesia. Yaitu sebuah metode yang dikembangkan dandipopulerkan oleh PPM School of Management sebagai metode yang logis, sistematis,komprehensif dan efektif dalam memecahkan masalah.1.2. Metode AnalisisKerangka proses berpikir berdasarkan Metode Minaut adalah sebagai berikut: Analisis Situasi - Mengidentifikasi Masalah - Memilah Masalah - Memprioritaskan Masalah - Melokasi MasalahMenganalisisMemilih Mengamankan KeputusanSebab Alternatif(Analisis Persoalan(Analisis Persoalan) (Analisis Keputusan)Potensial)Kerangka Proses Minaut Indonesia. Sumber: Minaut Indonesia. Penerbit PPM, 2008Metode ini memungkinkan untuk menganalisis situasi yang sedang terjadi, kemudian mencarisebab atas penyimpangan yang menyebabkan persoalan, mengambil keputusan atas alternatif2 3. PT ANGKASA PURA 1yang ada dan mengamankan keputusan berdasarkan manajemen resiko yang mungkin timbul.Proses-proses tersebut dapat berjalan secara terpisah sesuai kebutuhan, namun dapat juga prosesberjalan sebagai suatu alur. Metode yang diai digunakan dalam pemecahan masalah AP1 yaitu nanalisis yang berbentuk alur. Diawali dari Analisis Situasi yang tujuannya mengidentifikasi ngmasalah dengan menguraikan dan memilah masalah serta memprioritaskan masalah sesuaitingkat dampak dan kegentingannya. Analisis situasi ini terdiri dari beberapa langkah , yaitu: diri a. Identifikasi masalah: Pada tahap ini akan dibuat daftar masalah masalah yang ditemuimasalah-masalah b. Memilah masalah: Menguraikan masalah kompleks menjadi masalahmasalah-masalah tunggal c. Memprioritaskan masalah: Menyusun prioritas dari masalah masalah yang ada masalah-masalah d. Melokasi masalah: Menetapkan tahap selanjutnya dari pemecahan masalah, apakah untukmencari sebab (gunakan Analisis Persoalan), mengambil keputusan (gunakan AnalisisKeputusan), atau mengamankan situasi (gunakan Analisis Persoalan Potensia Potensial)Berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan, maka dapat dirumuskan langkah-langkahstrategis untuk memecahkan masalah. Pada tahap ini akan digunakan Analisis K Keputusan untukmemilih diantara beberapa alternatif yang muncul. Pada tahap terakhir aka dilakukan AnalisisakanPersoalan Potensial yang menggambarkan tingkat resiko dan persoalan yang mungkin timbul tingkatdari pengambilan keputusan, sehingga dapat diambil langkah langkah untuk mengamankan langkah-langkahkeputusan yang telah diambil.2. Analisis Situasi2.1. Identifikasi Masalah Untuk dapat mengidentifikasi masalah yang sedang terjadi, dibutuhkan input informasi yangdapat menggambarkan kondisi perusahaan saat ini dan gambaran kondisi perusahaan selamabeberapa tahun terakhir. Gambaran ini dapat diperoleh melalui analisis rasiomelaluirasio-rasio keuanganseperti ROE, ROA dan Debt to Equity Ratio. Informasi mengenai kinerja perusahaan sertatantangan yang akan dihadapinya juga dapat dilihat dari analisis PESTEL (Politics, Economics,Social, Technology, Environment, and Law Berikut ini adalah beberapa gambaran kondisi AP1 Law).saat ini:3 4. PT ANGKASA PURA 1 ROE 0.18 0.16 0.14 PT. Angkasa Pura 1 0.12 0.10 Malaysia AirportHolding Berhard 0.08 Singapore Air Traffic 0.06 Service 0.04 PT. Angkasa Pura 2 0.02-200520062007 20082009ROA0.140.12PT. Angkasa Pura 10.100.08Malaysia AirportHolding Berhard0.06Singapore Air Traffic0.04Service0.02PT. Angkasa Pura 2- 200520062007 2008 2009 Debt to Equity Ratio0.600.50PT. Angkasa Pura 10.40Malaysia Airport0.30Holding BerhardSingapore Air Traffic0.20ServicePT. Angkasa Pura 20.10- 200520062007 2008 2009Data-data di atas dapat memberikan informasi sebagai bahan analisis terhadap kondisi AP1 datayang sebenarnya. Data-data finansial disajikan dengan membandingkan rasio keuangan AP1data4 5. PT ANGKASA PURA 1sejak tahun 2005-2009 terhadap rasio keuangan industri industri sejenis. Dalam hal ini sebagai 2009 industri-industripembanding diambil perusahaan dari Malaysia dan Singapore dengan alasan kedekatan geografisdan kemiripan karakteristik bisnis. Selain itu, kedua perusahaan pembanding ini sudah cukupdikenal reputasinya di tingkat internasional. Dari perbandingan di atas, terlihat bahwa AP1memiliki Return on Equity dan Return on Asset yang rendah dibandingkan perusahaan sejenis.Padahal jumlah assets yang dimiliki sangat besar. Berarti, AP1 kurang berhasil mengoptimalkanfungsi asset dan modal yang dimilikinya. B dilihat lebih jauh pada data optimalisasi dana dan Bilabelanja modal, terlihat bahwa AP1 cenderung membiarkan cash nya dalam bentuk liquid. , cash-nyaAdapun bila AP1 memutuskan untuk berinvestasi, maka investasinya cenderung berupa belanjamodal dalam bentuk asset tetap. Hal ini yang menyebabkan jumlah asset dan idle cash AP1etap.sangat besar. Kedua hal ini dapat mengakibatkan tertutupinya masalah yang sebenarnya padaAP1, yaitu masalah efisiensi pengelolaan cash.Rendahnya Debt to Equity Ratio juga tidak dapat dipandang sebagai suatu nilai lebih bagi ngAP1. Karena ini berarti AP1 dalam setiap proyeknya belum mampu mengoptimalisasikankomposisi struktur pembiayaan antara hutang dan ekuitasnya. Begitu pula dalam hal pembiayaanayaanproyek pembangunan bandara Ngurah Rai di Bali. Kecenderungan untuk menggunakan modalsendiri seharusnya sudah melalui analisis Cost of Capital. Tujuannya untuk mendapatkanpital.komposisi pembiayaan yang dapat memaksimalkan nnilai dari proyek itu sendiri. Satu hal yangyekjuga diperhatikan dalam perusahaan yaitu mengatur komposisi hutang perusahaan agar dapat yaitumemaksimalkan nilai perusahaan dan dapat dimanfaatkan sebagai pengurang pajak yang cukupsignifikan. Hal ini sepertinya belum dilakukan oleh pihak AP1, sehingga perlu dilakukanevaluasi atas Struktur Modal dari perusahaan.Selain permasalahan finansial, permasalahan lainnya juga dapat dilihat melalui analisisPESTEL. Melalui analisis tersebut, di masa datang AP1 akan kehilangan salah satu bisnisintinya, yaitu pengelolaan pelayanan navigasi penerbangan atau Air Traffic Service (ATS).Kehilangan bisnis inti ini dapat mengakibatkan berkurangnya pemasukan hingga 34%. Untuk ituAP1 perlu mengantisipasi kondisi ini di masa datang. Bila dirangkum, permasalahan yangsedang dialami oleh AP1 antara lain:1. Efektivitas pengelolaan asset2. Pengelolaan Idle Cash dan kebijakan investasi3. Ancaman kehilangan salah satu core business dari sektor Air Traffic Service4. Skema pembiayaan untuk proyek pembangunan Bandara Ngurah Rai di Bali dan kebijakan struktur modal bagi A AP15 6. PT ANGKASA PURA 15. Resiko keuangan akibat nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah6. Pemilihan Bank sebagai mitra untuk pengelolaan kasPermasalahan-permasalahan di atas mungkin saja berupa masalah yang saling terkait, masalah permasalahanyang membentuk sistem, maupun terpisah sebagai masalah tunggal. Untuk itu, langkah sebagaiselanjutnya adalah memilah masalah untuk mengetahui bentuk dari setiap permasalahan.2.2. Memilah MasalahDari permasalahan tersebut, ada beberapa permasalahan yang sesungguhnya merupakansebab akibat. Hubungan sebab akibat tersebut dapat ditunjukkan menggunakan metode sebabStairstepping, dimana bagian yang bawah merupakan penyebab, sedangkan bagian yang diatas adalah akibat. Sedangkan yang lainnya merupakan masalah-masalah yang berdiri sendiri.masalahatau merupakan masalah tunggal. Berikut ini gambaran pemilahan masalah masalah-masalah AP1:ROA rendah ROE rendah Return