anugerah bidadari

Download Anugerah bidadari

Post on 21-Jul-2015

54 views

Category:

Entertainment & Humor

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ANUGERAH BIDADARI

    Dipersembahkan untuk :http://dimhad.6te.net

    Matahari bersinar terik. Sinarnya yang angkuh membuat udara sekitar menjadi panas tak tertahankan.

    Altamyra telah terlindung dari panas yang menyengat itu, tapi sekujur tubuhnya tetap basah dan lengketoleh keringat.

    Dari jendela kereta, ia dapat melihat prajurit-prajurit yang mengawalnya. Altamyra heran. Dengan bajubesi yang tebal, mereka sama sekali tidak kepanasan. Di dalam ia merasa seperti berada di tungkupemanas apalagi di luar.

    Udara panas membuatnya jengkel. Semua orang di sekitarnya pasti mau mengipasi dirinya agar iamerasa sejuk, tapi tetap saja percuma. Ia telah mengipasi dirinya dengan kipas bulunya, tapi yangterkipas adalah udara panas.

    Belum lagi bajunya yang tebal. Baju seindah ini selalu diimpikannya tapi tidak untuk saat ini.

    Altamyra bersumpah bila ada yang memaksanya mengenakan baju bangsawan yang tebal di musimpanas, ia akan menolak mentah-mentah. Ia merasa heran mengapa gadis-gadis bangsawan mampumengenakan baju setebal ini di hari yang panas.

    Beginilah kalau gadis miskin tiba-tiba mengenakan gaun indah yang berlapis-lapis. Ia terbiasamengenakan selapis gaun katun yang kasar. Di udara sepanas apa pun, ia merasa nyaman dengangaunnya. Sekarang ia benar-benar merasa tidak nyaman.

    Kalau saat ini ia melihat danau atau sungai, ia pasti akan meloncat masuk tanpa berpikir panjang. Iabenar-benar tersiksa dengan panas yang menyengat ini.

    Altamyra merasa tertipu. Mereka berhasil membujuknya dan kini ia menderita karenanya.

    Pinta mereka, Kami mohon demi menyelamatkan

    Altamyra mendengus kesal teringat kata menyelamatkan itu. Siapa pun yang akan diselamatkannya, iatidak peduli lagi. Saat ini untuk menyelamatkan diri sendiri dari panas saja, ia tak mampu. Apalagi yanglain!?

    Demi kata itu pula ia rela meninggalkan tempatnya yang hijau permai dan subur ke daerah yang panasseperti padang pasir ini. Di tempatnya, angin meniupkan daun-daun tetapi di sini debu saja yang terlihat.

    Generated by ABC Amber LIT Converter, http://www.processtext.com/abclit.html

    http://dimhad.6te.nethttp://www.processtext.com/abclit.html
  • Altamyra merasa sedikit beruntung mereka menggelung rambut pirangnya tinggi-tinggi. Kalau tidak, iayakin sekarang ia sudah menjadi manusia setengah matang di tungku matahari ini.

    Kereta tiba-tiba berhenti.

    Altamyra baru saja menduga para prajurit menemukan tempat yang sejuk untuk berteduh, ketika suaragaduh itu terdengar di luar.

    Suara pedang yang beradu itu membuat Altamyra cemas. Ia ingin meninggalkan kereta tapi pelayan disampingnya mencegah.

    Jangan lakukan itu! Di luar terlalu bahaya.

    Melalui jendela pintu kereta, Altamyra melihat pengawal-pengawalnya jatuh satu per satu. Merekasemua bersimbah darah.

    Tiba-tiba seseorang muncul di jendela dan mengejutkan mereka. Mulut orang itu berdarah dan iamembelalak pada mereka. Perlahan-lahan orang itu jatuh ke bawah.

    Pemandangan itu membuatnya tidak tahan lagi. Tanpa menghiraukan larangan, ia membuka pintu keretalebar-lebar dan melompat keluar.

    Apa yang dilihatnya ternyata lebih mengerikan dari perkiraannya. Mayat-mayat bergelimpangan dimana-mana. Darah merah yang segar membanjiri tanah.

    Masuklah kembali, pelayan itu menariknya, Di sini terlalu bahaya untuk

    Mereka dikejutkan seseorang yang rubuh di dekat mereka.

    Prajurit itu menarik ujung gaun Altamyra dan seperti hendak mengucapkan sesuatu. Belum sempat iamengatakannya, sebuah pedang telah menancap di punggungnya.

    Ditatapnya dengan marah orang itu. Beraninya engkau melakukan itu, geram Altamyra, Dasar tidakpunya belas kasihan!

    Pria itu tersenyum sinis.

    Kemarahannya semakin memuncak. Apakah menurutmu nyawa manusia itu sedemikian murahnya!?Apakah bagimu nyawa itu tidak ada harganya!? Bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkannya!?

    Pria itu terkejut melihat air mata gadis itu.

    Apakah engkau tidak dapat berpikir!? Bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkannya? Apakah kautidak dapat berpikir betapa sedihnya mereka kalau ia pulang hanya nama!?

    Dari atas kudanya, pria itu membungkuk. Tangannya terulur ke wajah Altamyra tapi ia menepisnyadengan penuh kemarahan. Pria itu tertawa sinis.

    Sang pelayan memegang lengan Altamyra dengan ketakutan. Sebaiknya kita tidak membuatnya marah,bisiknya.

    Generated by ABC Amber LIT Converter, http://www.processtext.com/abclit.html

    http://www.processtext.com/abclit.html
  • Siapa yang mengatakan aku tidak punya belas kasihan? pria itu berkata tajam, Kalian beruntung, akutidak pernah membunuh anak-anak dan wanita.

    Bagus kalau engkau menyadarinya! balas Altamyra sinis.

    Pria itu tersenyum simpul.

    Altamyra terkejut tiba-tiba tubuhnya diangkat.

    Lepaskan aku! serunya marah, Aku tidak sudi kausentuh!

    Ia hanya tersenyum sinis menghadapi rontaan Altamyra. Sekarang engkau tawananku.

    Aku tak sudi menjadi tawanan pembunuh sepertimu!

    Kembalilah pada keluarga majikanmu dan katakan putri mereka kini menjadi tawananku, kata pria itusambil mengeratkan pelukannya di pinggang Altamyra.

    Mundur! perintah pria itu lalu ia membawa kudanya berlari ke dalam hutan.

    Pelayan itu terpaku di tempatnya. Semua terjadi sangat cepat. Ia masih sukar mempercayai apa yangbaru saja dialaminya.

    Gadis itu tiba-tiba diangkat ke kuda pria itu dan dibawa pergi sebagai tahanan. Dari kejauhan terlihat iaterus meronta-ronta.

    Lepaskan aku! bentaknya.

    Pria itu tak bergeming. Ia terus memacu kudanya secepat mungkin menjauhi tempat perkelahian tadi.

    Lepaskan aku!

    Sebaiknya engkau diam atau aku akan meninggalkanmu di sini.

    Altamyra tidak takut pada ancaman itu. Dengan lantang ia berkata, Lebih baik ditinggal di sini daripadaduduk di dekat pembunuh sepertimu!

    Pria itu tersenyum sinis dan semakin mempererat pelukannya.

    Altamyra marah besar. Ia membenci tubuhnya yang kurus kecil. Kalau ia gemuk, pria itu takkan denganmudah mengangkatnya ke kudanya. Kuda itu juga pasti kelelahan berlari sambil membawanya.

    Dasar pengecut! gerutunya, Beraninya hanya bersikap kasar pada wanita! Dasar tidak sopan!

    Melihat pria itu diam saja, ia semakin gencar melontarkan kejengkelannya. Pembunuh! Sadis! Tidaktahu aturan! Kasar! Pengecut! Tidak punya hati! Penakut! Licik! Kejam!

    Kediaman pria itu membuat Altamyra semakin bersuka ria dengan kejengkelannya. Ia semakin lantangmenyemburkan ejekan-ejekannya.

    Generated by ABC Amber LIT Converter, http://www.processtext.com/abclit.html

    http://www.processtext.com/abclit.html
  • Manusia berdarah dingin, amoral, asusila, penipu, penakut, lemah, lamban.

    Orang-orang yang mengikuti mereka terheran-heran mendengar serentetan kata yang terus meluncur darimulut mungil itu.

    Perhatian mereka membuat Altamyra semakin senang dan bersemangat untuk meneruskan.

    Segala macam kata yang terlintas di benaknya, disebutkannya begitu saja. Ia tidak peduli apakah iasudah mengatakannya. Ia juga tidak peduli pada orang-orang yang semakin tertarik mendengarnya.Bahkan, ia tidak lagi mempedulikan pria di dekatnya yang diejeknya tanpa henti.

    Cukup! akhirnya kesabaran pria itu habis.

    Kata-kata yang penuh kemarahan itu tidak membuat si gadis diam. Ia terus mengoceh tanpa henti.

    Apakah ejekan-ejekanmu itu belum cukup?

    Belum! sahutnya lantang. Engkau memang manusia kejam yang berdarah dingin dan pengecut!Engkau pembunuh paling kejam dari yang terkejam! Engkau lebih kejam daripada si serigala itu!

    Cukup! bentaknya tak mau kalah. Kalau engkau tidak mau diam, aku akan menunjukkan padamubagaimana kejamnya aku.

    Lakukan saja dan aku akan menganggap engkau tidak pantas menjadi pahlawan rakyat! tantangAltamyra.

    Bungkam saja dia, Erland.

    Jangan khawatir, Fred, aku bisa menanganinya.

    Lakukan kalau engkau bisa! Engkau takkan bisa membungkamku.

    Engkau menantangku?

    Mata biru Altamyra bersirat tajam. Sinar matanya menampakkan kemarahannya yang meluap-luap.Wajah cantiknya menantang penuh keberanian.

    Erland tersenyum kejam. Matanya seperti menyimpan rahasia yang sangat kejam.

    Kaupikir aku takut dengan tatapanmu itu? ejek Altamyra, Tatapan milik pengecut sepertimu tidakpatut ditakuti! Engkau hanya berani menculik wanita lemah dan membunuh orang yang tak berdaya!Engkau tidak pantas menjadi pejuang rakyat!

    Engkau yang membuatku melakukannya, jangan salahkan aku, desis Erland kejam.

    Altamyra terkejut. Ia sama sekali tidak menduga pria itu berani meninju perutnya. Altamyra menatapErland dengan penuh kemarahan dan mendesiskan kata Pengecut! dengan geram sebelum akhirnya iajatuh pingsan.

    Akhirnya dia diam juga, kata Fred, Kukira aku harus mendengar ocehannya sepanjang jalan. Takkukira ada yang lebih cerewet dari Cirra. Tapi aku lebih tak menduga engkau akan membungkamnya

    Generated by ABC Amber LIT Converter, http://www.processtext.com/abclit.html

    http://www.processtext.com/abclit.html
  • dengan cara itu.

    Gadis seperti dia sekali-kali harus diberi pelajaran agar tidak angkuh seperti itu.

    Fred menatap Altamyra yang kini tergolek lemas di pelukan Erland. Kalau ia diam seperti ini, iakelihatan manis, kata Fred sambil tersenyum.

    Mulutnya lebih tajam dari pisau manapun, bantah Erland.

    Kalau orang melihatnya saat ia seperti ini, ia takkan menduga kalau gadis ini punya ratusan, ribuanbahkan mungkin jutaan kata yang lebih tajam dari pisau.

    Erland tiba-tiba tertawa. Ia setan cilik, katanya.

    -----0-----

    Altamyra terbangun oleh rasa sakit di perutnya. Samar-samar ia ingat seorang pria bertubuh besarmemeluknya. Pria itu pula yang menawannya dan meninjunya.

    Kemarahannya bangkit lagi ketika teringat kekasa

Recommended

View more >