analisis teknikal saham 1

Click here to load reader

Post on 19-Jun-2015

4.584 views

Category:

Economy & Finance

28 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Selamat Datang di Pasar Modal

TRANSCRIPT

  • 1. TECHNICAL ANALYSISTRAINING By : HaryajidKamis, 19 Nov 2009

2. TECHNICAL ANALISIS TRAININGIntroduction to Modern Technical AnalysisPerbedaan Analisa Klasik dengan Modern Analisa Klasik melihat pergerakkan saham dengan chart pattern, sedangkan Analisa Modern dengan indikator ( yang dibentuk dari rumus rumus tertentu.Analisa Klasik membantu user untuk melihat pada harga berapa selayaknya melakukan pembelian / penjualan. Analisa Modern lebih kearah, kapan saatnya masuk ( beli ) dan kapan saatnya keluar ( Sell )Analisa klasik terkadang membutuhkan konfirm pada indikator modern sedangkan modern TA tidak selalu membutuhkan signal pattern. 3. TECHNICAL ANALISISTRAININGModern Technical AnalysisDikelompokkan dalam 3 kategori :1. Volume Momentum Indikator2. Trend Following Indikator3. Oscilator Indikator 4. Divergence Pengertian Divergence Pergerakkan harga saham yang menjauhiindikatornya, baik pada saat mengalamipenurunan ataupun pada saat mengalamipenguatan dikenal dengan divergence. 5. Divergence Divergence dibagi 2 jenis yaitu : Divergence Positive & Divergence NegativeDivergence Positive adalah Pergerakkan saham/indeksyang pada saat tersebut cenderung melemah. Namunindikator oscilatornya tampak menunjukkan penguatan.Divergence Negative adalah sebaliknya dimana hargasaham/indeks cenderung menguat. Namun indikatoroscilator yang dipergunakan memberikan signalmelemah. 6. Divergence PositifIndicator Price 7. Divergence NegatifPRICEIndicatorPrice INDICATOR 8. Divergence pada UNTR 9. Divergence Negatif ASII36000 ASII (33,550.00, 33,900.00, 33,500.00, 33,650.00, +100.000) 3600035000 3500034000 3400033000 3300032000 3200031000 3100030000 3000029000 2900028000 2800027000 2700026000 2600025000 2500024000 2400023000 DIVERGENCE NEGATIF 2300022000 2200021000 2100020000 20000 Relative Strength Index (65.3139) 8080 7575 7070 6565 6060 5555 5050 4545 4040 3535 303018 15 22 296 13 21 27 3 101824 317 1428512 19 26 2 916 23 30JuneJulyAugustSeptember OctoberNovemberDe 10. Contoh DivergenceDivergence pada BBRI 11. Contoh DivergenceDivergence pada PTBA 12. Divergence ComplexDivergence Complex adalah divergence yang dibuatoleh user dengan memasukkan dua periode yangberbeda pada satu indikatorMetode penggunakan divergence complex hampirsama dengan divergence biasa, perbedaannya adalahdimana user akan lebih banyak mendapati bentukdivergence. 13. Divergence Complex pada PTBA 14. Divergence Complex BUMI 15. ANALISA VolumeVolume sebagai Rekomendasi Beli & JualPriceVolumeMarketActionUpUpBullish BuyUpDownBearish SellDownUpBearish SellDownDownBullish BuyUpUpBearish SellTurun UpBullish Buy Pada umumnya user sering mendapati 4 komponen yangada diatas, namun tak jarang user juga sering terkecohdengan dua komponen dibawah. 16. Breadth Indicator Yang perlu diketahui dari Breadth Indicator:1. Untuk melihat korelasi antara suatu saham dengan kondisi pasar secara keseluruhan. Kondisi pasar dapat diwakili atas Indeks, Sektoral dll.2. Untuk melihat kondisi riil pasar pada saat itu apakah market bergerak seirama atau mendukung atas observasi suatu saham atau tidak.3. Untuk membandingkan harga saham dengan indeks atau dengan indikator lain yang lebih besar dan mewakili sentimen pasar.4. Memberikan alternatif lain, ketika investor ingin melakukan bid/offer 17. Breadth IndicatorBreadth Indicator pada saham TLKM 18. Breadth IndicatorBreadth Indicator pada saham TLKM & DJI 19. Breadth Indicator Klasifikasi pada Breadth Indicator1. Level Low Risk Area, merupakan dibawah 30% dari chart dan investor bisa mengakumulasi atau melakukan pembelian. Investor mengangap oversold.2. Level Mid-Field Area, pada area ini merupakan level medium dimana investor investor bisa melakukan penambahan atas pembelian suatu saham.3. High Risk Area merupakan 30 % diatas dari suatu chart. Investor harus berhati-hati karena market dianggap sudah mengalami overbought. 20. Breadth IndicatorKlasifikasi Breadth Indicator atas saham TLKM 40% 40% 21. Volume Momentum OscilatorVolume Momentum OscilatorIndikator yang ada dalam Volume Momentum Oscilatorini, sangat bermanfaat bagi user. Dimana indicator inidapat mengenali, seberapa besar antusias dari buyermaupun seller terhadap suatu saham.Dipadukan dengan Trend Following Indicator akanmemberikan signal yang baik dalam memutuskan beliataupun jual pada satu saham. 22. Bentuk Volume Momentum Oscilator Ada 3 bentukVolume Momentum Oscilator Volume OscilatorDemand IndexOn Balance Volume 23. Volume OscilatorVolume Oscilator :Indikator ini menerapkan 2 buah moving averageyang dibentuk dari short term moving averagesdan long term moving average.Bila indikator ini berada diatas nol (0) dariekuilibriumnya mengindikasikan bahwa short termvolume menguat dibanding long term dansebaliknya. Indikator ini digunakan untuk melihatperubahan trend dari banyaknya buyer maupunseller 24. Volume OscilatorHal yang perlu diketahui pada Volume OscilatorMelihat besarnya buyer & seller Bila harga menguat namun Volume Oscilator flatmaka short term bearish. Namun bila hargamelemah, Oscilator menguat makakecenderungan bullish. Posisi Ekuilibrium merupakan perpotongan dari 2MA Untuk posisi Short term bisa ditentukan MA 5 20 25. Contoh V. Oscilatorpada AALI 26. Contoh V. Oscilatorpada PGAS 27. Contoh V. Oscilatorpada ASII Volume Oscillator (-3.74239)60 50 40 30 20 100-10-20-30 DIVERGENCE NEGATIF -40 DGN VOLUME OSCILATOR -50ASII (22,050.00, 23,050.00, 22,050.00, 22,900.00, +850.000) 25000 20000 15000 10000 30000 25000 20000 15000 10000 5000x1000April May June July August SeptemberOctober NovemberDecember 2009 February March April May June Jul 28. Demand IndexDEMAND INDEXIndikator ini dapat digunakan untuk melihat titik balikyang terjadi pada suatu saham. Pada pasar yang lemah weakness divergence akan mudah terlihat dibandingpada saat market naik.Demand Indeks merupakan metode penggabungan antaravolume saham dengan harga saham guna melihat titikbalik suatu chart 29. Demand Index pada PGAS 30. Demand Index pada BBCA 31. Contoh Demand IndexDemand index pada saham INDY 32. Contoh Demand IndexDemand index pada saham INDY 33. Contoh Demand IndexContoh pada UNTR (terlihat adanya Bullish Divergence) 34. On Balance VolumeOn Balance Volume :OBV dikatakan meningkat bila chart terakhir lebih tinggidibanding sebelumnya. Demikian sebaliknya bila OBVdikatakan lebih rendah bila chart terakhir lebih rendah darisebelumnya. Dilevel ini user dapat melakukan beli maupunshort sell untuk jangka pendek.Namun bila pergerakkan OBV bergerak kesamping makaadanya suatu trend baik uptrend maupun downtrend akandiragukan validitasnya.OBV merupakan indikator yang menganalisa volume denganmempertimbangkan naik dan turunnya harga saham/komoditi 35. On Balance VolumeOn Balance Volume : 36. Contoh O B V pada INDY 37. Contoh O B VPergerakkan OBV yang searah saham, akan memberikan signal bagi user bermain pada channel,namun ada baiknya OBV dipadukan dengan MA untuk melihat apakah market masih berada dalamsuatu trend 38. Trend Following IndicatorTrend Following IndicatorIndikator yang dapat melihat bahwa suatu sahammasih bergerak dalam suatu trend. Untuk mendeteksiadanya suatu bentuk reversal, maka kerja indikator inibisa dibantu dengan indikator oscilator seperti : RSI,William % R maupun Stochastic Oscilator.Ada beberapa indikator yang termasuk dalam trendfollowing indicator diantaranya MA, MACD, DMI danParabolic SAR. 39. Trend Following Indicator 4 buah indikator Trend tersebut :1. Moving Average2. MACD ( Moving Average Convergence Divergence3. DMI ( Directional Movement Index )4. Parabolic SAR 40. Moving AveragesMoving Average :MA adalah suatu indikator yang melakukanperbandingan moving average ( x ) dengan hargapenutupan suatu saham. Kerja indikator initergantung keinginan user untuk menerapkan polatrading jangka pendek, menengah ataupun longterm.Bentuk MA yang bisa diterapkan seperti :Simple, eksponential, weighted average, time seriesdll. 41. Panjang Moving AveragePanjang MATrend PanjangMovingAverageVery short term 5 13 daysShort Term14 25 daysMinor 26 49 daysIntermediateIntermediate50 100 daysLong Term 100 200 days 42. Tips Trading MATips Trading MA : Pemilihan jangka waktu Eksponential MA lebih memberikan sensitifyang tinggi dibanding MA lainnya Signal beli jika harga saham menembuskeatas dari MA, sedangkan signal jual hargasaham menembus kebawah dari MA Validitas MA bisa dibantu pengukuran dgnvolume dan price filter. 43. 3 Jenis MA3 Jenis Moving Averages : Simple Cross over ( Single MA ) Double Cross over ( Double MovingAverages ) Triple Cross Over ( Triple MovingAverages. 44. Simple MA pada LSIP 45. Double MA pada LSIP 46. Triple MA pada LSIP 47. Simple MA pada IHSG 48. Double MA pada IHSG 49. Triple MA pada IHSG 50. MACD Indikator MACD Dalam MACD terdapat dua buah line, pertama garisMACD itu sendiri kedua signal moving average.Indikator ini terkadang agak lambat memberikanrespon kepada user pada saat reversal terjadi. Garis MACD yang sudah menembus keatas daritrigger line bisa mengindikasikan minat beli sudahcukup kuat dan dapat dilakukan pembelian demikianpula sebaliknya. 51. Tips Trading MACDTips Trading MACDPada saat MACD telah berada diatas ( 0 ) dan arahnya keatas adalah merupakan kesempatan beli untuk jangka pendek, demikian sebaliknyaBila garis MACD sudah menembus keatas dari trigger line ( MA ) user dapat melakukan beli. MACD bisa juga dipergunakan untuk melihat adanya suatu divergence. Kesempatan ini dapat dipergunakan untuk melakukan jual / beli suatu sahamBila pergerakkan saham mendatar kekanan ( tidak memiliki trend ) user dapat mengabaikan indikator ini.Untuk lebih mudah dalam memantau indikator ini terkadang user membuat histogram chart pada MACD 52. M A C D pada LSIP 53. M A C D pada IHSG 54. M A C D pada BBRI 55. DMI ( Directional Movement Indeks )Directional Movement IndexUntuk melakukan

View more