analisis teknikal pola-pola grafik - 5... · pdf fileada ratusan ribu partisipan penjual...

Click here to load reader

Post on 10-Jun-2019

223 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ANALISIS TEKNIKAL POLA-POLA GRAFIK

5.1. PENGENALAN POLA

Ada ratusan ribu partisipan penjual dan pembeli saham di pasar yang mempunyai alasan yang berbeda-beda dalam bertransaksi, yaitu: harapan untuk memperoleh keuntung-an, takut merugi, konsekuensi pajak, perlindungan short, pemagaran, pemicu stop-loss, pemicu price target, analisis fundamental, analisis teknikal, rekomendasi broker dan beberapa alasan lainnya. Mencoba mengetahui alasan penjual dan pembeli dalam bertransaksi dapat menjadi proses yang mengecilkan hati. Pola grafik menempatkan semua pembelian dan penjualan sebagai perspektif dengan mengkonsolidasikan kekuatan penawaran dan permintaan ke da-lam satu gambaran ringkas. Sebagai catatan gambaran yang lengkap dari semua perdagang-an, pola grafik menyediakan kerangka kerja untuk menganalisa peperangan hebat antara pembelian dan penjualan. Yang lebih penting, pola grafik dan analisis teknikal dapat mem-bantu menentukan siapakah yang memenangkan perdagangan, memperbolehkan trader dan investor untuk memposisikan diri mereka.

Pada beberapa gelombang, pola grafik adalah versi yang lebih rumit dari garis tren. Oleh sebab itu, membaca dan memahami bahasan tentang Support dan Resistance sebaik me-mahami pembahasan mengenai garis tren sangatlah penting sebelum melanjutkan ke pem-bahasan berikutnya. Analisis pola grafik dapat digunakan untuk membuat peramalan jangka pendek dan jangka panjang. Data yang digunakan bisa intraday, harian, mingguan atau bu-lanan dan polanya bisa sependek satu hari atau sepanjang beberapa tahun. Gap dan pemba-likan di luar pola dapat terbentuk dari satu sesi perdagangan, sementara dalam membentuk broadening tops dan dormant bottoms dibutuhkan waktu selama berbulan-bulan.

5.1.1. Yang Lama Tetapi Yang Baik

Sebagian besar pemahaman mengenai pola grafik dapat dikaitkan pada tulisan Richard Schabacker. Karya klasiknya pada tahun 1932 yang berjudul Technical Analysis and Stock Market Profits menjadi dasar bagi analisis pola modern. Dalam tulisannya Technical Analysis of Stock Trends (1948), Edwards and Magee memuji Schabacker atas sebagian besar konsepnya yang ditempatkan lebih dulu pada bagian pertama dari buku mereka.

Gambar 5.1. Identifikasi pola jangka panjang pada saham Amazon.com Gambar 5.2. Identifikasi pola jangka pendek pada saham CIENA Corp.

Analisis pola adalah analisis yang langsung kepada tujuannya, tetapi bukan berarti ini adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Schabacker menyatakan hal ini dalam tulisan-nya secara rinci sebagai berikut:

The science of chart reading, however, is not as easy as the mere memorizing of certain patterns and pictures and recalling what they generally forecast. Any general stock chart is a

combination of countless different patterns and its accurate analysis depends upon constant study, long experience and knowledge of all the fine points, both technical and fundamental, and, above all, the ability to weigh opposing indications against each other, to appraise the entire picture in the light of its most minute and composite details as well as in the recognition of any certain and memorized formula.

Meskipun Schabacker mengacu pada "ilmu membaca grafik", tapi lama kelamaan

analisis teknikal lebih menjadi sebuah seni, dari pada sekedar ilmu. Pengenalan pola dapat membuka berbagai interpretasi yang bisa menimbulkan bias karena pandangan yang su-byektif. Untuk menghindari bias dan menghasilkan interpretasi yang baik, aspek analisis teknikal lainnya harus ditambahkan untuk melakukan verifikasi dan menggambarkan sebu-ah kesimpulan. Meskipun beberapa pola tampak sama, tetapi tidak ada dua pola yang benar-benar sama. Penembusan yang salah, pembacaan palsu dan harapan atas aturan, semuanya adalah edukasi yang berkelanjutan.

Pembelajaran yang hati-hati dan konstan sangat dibutuhkan untuk keberhasilan ana-lisis grafik. Grafik saham AMZN pada Gambar 5.1. di atas menunjukkan bahwa harga menembus resistance dari pola pembalikan head and shoulders. Meskipun saat ini trennya bearish (jual), analisis harus terus dilakukan untuk mengkonfirmasi tren bearish.

Gambar 5.3. Analisis pola gerak saham Novellus System.

Beberapa analisis dapat menyatakan bahwa grafik NVLS pada Gambar 5.3. di atas sebagai berpola head and shoulders dengan neckline support di sekitar 17.50. Mengenai benar atau tidaknya, hal ini bisa menimbulkan perdebatan. Meskipun harga saham menembus neckline support di harga 17.50, pergerakan saham ke atas support break kembali terulang.

Penolakan ini dapat dikatakan sebagai sinyal kekuatan dan memperkuat pendugaan ulang dari suatu pola.

5.1.2. Dua Grup Dominan

Dua prinsip dasar dari analisis teknikal adalah bahwa harga bergerak dalam tren dan sejarah akan berulang. Sebuah tren naik mengindikasikan bahwa dorongan kekuatan permintaan (bulls/beli) dan sebuah tren turun yang mendorong kekuatan penawaran (bears/ jual) berada dalam kendali. Meskipun demikian, harga tidak selamanya berada dalam tren, dan untuk menuju keseimbangan, maka sebuah pola grafik mulai muncul. Beberapa pola tertentu seperti sebuah saluran paralel, menyatakan sebuah tren yang kuat. Oleh sebab itu pola grafik dapat dibagi menjadi dua grup, yaitu: pembalikan dan kelanjutan. Pola pem-balikan mengindikasikan suatu perubahan tren dan dapat dibagi menjadi formasi atas dan bawah.Pola kelanjutan mengindikasikan suatu jeda dalam tren dan menyatakan bahwa arah sebelumnya akan mulai lagi setelah suatu periode waktu berjalan.

Gambar 5.4. Pola tren berkelanjutan jangka panjang.

Hanya disebabkan karena sebuah pola terbentuk setelah kenaikan atau penurunan yang signifikan terjadi, bukan berarti hal itu menjadi pola pembalikan. Banyak sekali pola, (misalnya suatu segi empat), dapat diklasifikasikan sebagai pola pembalikan atau kelanjutan. Semua tergantung pada aksi harga sebelumnya, volume dan indikator lainnya saat pola ter-sebut muncul.

5.2. POLA-POLA PEMBALIKAN (REVERSAL)

5.2.1. Double Top

Double top adalah pola pembalikan utama yang terbentuk setelah suatu tren naik yang berkepanjangan. Sebagaimana ditunjukkan oleh namanya, pola ini dibuat dari dua puncak yang berturutan yang sama dengan cekungan sedang di antaranya.

Gambar 5.5. Pola Double Top pada pergerakan saham Gillette.

Meskipun terdapat beberapa variasi, setidaknya bentuk double top yang klasik terda-pat pada perubahan intermediate, jika tidak maka merupakan perubahan jangka panjang, dalam tren bullish ke bearish. Banyak potensi double top yang dapat terbentuk selama perge-rakan, tetapi sampai kunci support break, suatu pembalikan tidak dapat dikonfirmasi. Untuk mengklarifikasi ini, kita akan melihat poin kuncinya dalam formasi dan melihat contohnya.

1. Tren Sebelumnya: Dalam setiap pola pembalikan, pasti terdapat tren yang berbalik. Dalam kasus double top, tren naik yang signifikan dari beberapa bulan harus ada.

2. Puncak Pertama: Puncak pertama harus menjadi tanda dari poin tertinggi pada tren saat ini. Misalnya, puncak pertama adalah normal dan tren naiknya tidak diragukan.

3. Palung: Setelah puncak pertama, suatu penurunan terjadi pada range yang berkisar anta-ra 10% sampai 20%. Volume pada penurunan dari puncak pertama biasanya tidak kon-sekuen. Harga terendah kadang-kadang berada pada kisaran yang sama atau sedikit le-bih turun dari kisaran tersebut, hal ini dapat menjadi sinyal permintaan yang wajar.

4. Puncak Kedua: Kelanjutan dari kisaran rendah ini biasanya muncul dengan volume rendah dan bertemu dengan resistance dari harga tertinggi sebelumnya. Resistance dari har-ga tertinggi sebelumnya sudah bisa diduga. Bahkan setelah bertemu dengan resistance, hanya ada kemungkinan terdapat sebuah double top. Polanya masih harus dikonfirmasi. Jangka waktu antar puncak dapat berbeda-beda, dari beberapa minggu menjadi bebera-pa bulan, dengan jangka waktu normalnya adalah 1-3 bulan. Biasanya sebuah puncak dengan 3% dari harga tertinggi sebelumnya adalah lebih mencukupi.

5. Penurunan dari Puncak: Penurunan yang berikutnya dari puncak kedua seharusnya mencerminkan ekspansi dalam volume dan/atau penurunan yang dipercepat, mungkin ditandai dengan satu atau dua gap. Suatu penurunan menunjukkan bahwa kekuatan permintaan lebih lemah dari penawaran dan supportnya lebih dekat.

6. Support Break: Meskipun setelah perdagangan turun ke support, double top dan tren pembalikan tetap saja tidak lengkap. Breaking support dari poin terendah antara peak yang satu dengan yang lain melengkapi double top. Hal ini juga akan muncul dengan pening-katan volume dan/atau sebuah penurunan yang dipercepat.

7. Support Berbalik Jadi Resistance: Broken support menjadi potensi resistance dan kadang-kadang terdapat sebuah tes atas level resistance dengan satu reaksi panjang. Test yang seperti demikian dapat membuka kesempatan kedua untuk keluar dari posisi atau melakukan short selling.

8. Target Harga: Jarak dari support break ke puncak dapat dikurangkan dari support break untuk target harga. Hal ini dapat berarti bahwa semakin banyak informasi yang didapat maka semakin besar pula potensi penurunan. Sementara formasi double top tampak apa adanya, teknikalis seharusnya mengambil langkah yang layak untuk menghindari double top yang memperdayakan. Puncak harus dipisahkan dengan jangka waktu per bulan. Jika jarak puncak terlalu dekat maka puncak tersebut cenderung hanya merepresentasikan resistance yang normal dari pada suatu perubahan jangka panjang dalam gambaran pena-waran/permintaan. Yakinkan bahwa harga terendah di antara puncak mengalami penu-runan setidaknya 10%. Penurunan kurang dari 10% kemungkinan bukan merupakan indikasi dari peningkatan yang signifikan dari tekanan ju

View more