analisis fundamental dan teknikal saham-saham

Click here to load reader

Post on 15-Oct-2021

3 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DENGAN NILAI KAPITALISASI PASAR TERBESAR DI
JAKARTA ISLAMIC INDEX PERIODE 2010-2013
SKRIPSI
Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E. Sy)
MUHAMMAD ZUBAYR
NIM: 1111046200029
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
2015 M / 1436 H
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Neger i (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika kemudian hari terbukti karya ini bukan hasil karya asli saya atau
merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia
menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta.
DAN TEKNIKAL SAHAM_SAHAM DENGAN NILAI KAPITALISASI PASAR
TERBESAR DI JII PERIODE 2010-2013. Program Studi Muamalat, Jurusan
Asuransi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, Unversitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah, Jakarta, 1436 / 2015 M.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi portofolio
saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar (ASII, TLKM, dan UNVR) di
Jakarta Islamic Index pada periode 2010-2013 secara fundamental dan teknikal.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif
deskriptif. Penelitian ini diawali dengan analisis fundamental melalui analisis makro
ekonomi Indonesia, analisis industri (industri otomotif, telekomunikasi, dan barang
konsumsi), dan analisis rasio keuangan. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian
harga saham (nilai intrinsik) dengan dividend discounted model (DDM), price
earning ratio (PER), dan Price Book Value (PBV) lalu ditutup dengan analisis
teknikal melalui moving average (MA), moving average convergence divergence
(MACD), dan relative strength index (RSI). Analisis makro ekonomi Indonesia
memberikan sinyal negatif untuk berinvestasi pada market capital. Lalu hasil dari
analisis industri yang menunjukkan baik ASII, TLKM, dan UNVR ketiganya berada
dalam fase maturity. Kemudian analisis rasio keuangan ASII adalah yang terbaik
berdasarkan komponen likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan rasio aktifitas
perusahaan. Berdasarkan perhitungan DDM dan PER, nilai intrinsik saham ASII dan
TLKM adalah undervalued, sedangkan hasil penilaian saham UNVR adalah
overvalued, dan hasil perhitungan metode PBV yang menunjukan bahwa saham ASII
mempunyai nilai terbaik dibandingkan saham TLKM dan saham UNVR. Analisis
Teknikal MA, MACD, dan RSI yang dilakukan menunjukkan bahwa saham ASII
berada pada trend bullish, sedangkan TLKM dan UNVR berada pada trend bearish.
Kesimpulan penilaian nilai saham diatas adalah bahwa saham ASII merupakan saham
yang baik untuk dibeli, sedangkan TLKM dan UNVR sebaiknya dijual.
Kata kunci :
Price Earning Ratio Price Book Value
Relative Strength Index Moving Average Convergence Divergence
Pembimbing : Aini Masruroh, SEI, MM
Daftar Pustaka : Tahun 1993 s.d. tahun 2014
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas asma-Mu Ya Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, yang memberikan rahmat dan karunia-Nya dan memberikan
kemudahan dari kesulitan dan kelebihan dari kekurangan, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini sebagai bagian dari tugas akademik di Program Studi
Muamalat Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S. E. Sy).
Teriring pula shalawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW, pelita dari
kegelapan umatnya yang telah menjadi suri tauladan bagi umat manusia, beserta
keluarga dan para sahabat.
kesulitan, namun berkat arahan, motivasi, bimbingan, dan doa dari berbagai pihak,
maka skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, izinkanlah
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D selaku Dekan Fakultas Syariah dan
Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Ah. Azharuddi Lathif, M.Ag, MH, selaku Ketua Jurusan Muamalat
dan Abdurrauf, Lc, MA, selaku Sekretaris Jurusan Muamalat Fakultas
ii
tidak langsung dalam menyiapkan skripsi ini.
3. Ibu Aini Masruroh, SEI, MM, selaku dosen pembimbing yang senantiasa
memberikan bimbingan, tuntunan, masukan dan solusi yang amat baik
kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
4. Ibu Tini Anggraini, ST, M.Si yang senantiasa memberikan pendapat serta
dengan sudi meluangkan waktunya untuk berdiskusi dan membantu penulis
dalam menyelesaikan penelitian skripsi ini.
5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam
Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah dengan sabar
memberikan bekal ilmu yang tak terhingga nilainya. Semoga menjadi ilmu
yang bermanfaat, Aamiin.
6. Kepada keluarga kecilku yaitu Bapak Affanda Kristaldy dan Ibu Retno
Yuniarty, lalu kakak Asma Az Zahra dan Adik Yahya Ayyasy, yang tak
pernah lelah memberikan semangat, serta iringan do’a yang tak pernah
putus, dan jasa yang tidak akan pernah bisa terbayar sampai kapanpun.
Maafkan atas segala kesalahan, dan semoga skripsi ini bisa memberikan
senyuman dan rasa bangga kepada Abi dan Ummi. Semoga semua anakmu
ini selalu bisa membuat Abi dan Ummi bangga dan membuat Abi dan
Ummi selalu tersenyum bahagia atas keberhasilan kami. Aamiin.
iii
ini, (Kak Sari Ardiyanti (penunggu pojok IPOT fakultas), Hasyyati
Sharfina (yang mirip vokalis Vierratale), dan Tiara Fitri Yanti
(A.K.A cumi-cumi). Terimakasih banyak dan rasa syukur atas
bantuan juga solusi dari kalian selama ini.
8. Sahabat dan keluarga ketemu gede dari Asuransi Syariah 2011
untuk perjuangan bersama selama masa kuliah dan rekan-rekan
yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. Bahagia bisa
mengenal kalian, semoga tetap terjalin silaturahim dan tetap erat tali
kekeluargaan sampai akhir hayat.
9. Kepada semua teman dan sahabat di kampus, sahabat gunung
Yomstriip (Tile, Guspur, Icad, Kinoy, Mira, Puput, Viki, Deden,
Padli, Tibo, Peri, Pirda, Paijo, dkk), sahabat asrama turki (Husni,
Bangkit, Mulki, dkk), sahabat KKN (Karyo, Vina, Wawah, Ateng,
dkk). Peluk erat, kecup basyah :* ;)
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki banyak
kekurangan. Dengan segenap kerendahan hati Penulis mengharapkan saran,
arahan maupun kritikan demi penyempurnaan hasil penelitian ini. Skripsi
ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, bagi
pengembangan diri Penulis khususnya dan bagi para pembaca yang
iv
Tangerang Selatan, 2015
B. Identifikasi Masalah ......................................................................... 8
C. Pembatasan Masalah ........................................................................ 9
D. Perumusan Masalah ........................................................................ 10
F. Kerangka Konsep ........................................................................... 13
G. Sistematika Penulisan ..................................................................... 14
Bab II LANDASAN TEORI
B. Analisis Fundamental ..................................................................... 20
a. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) ............. 22
b. Inflasi .................................................................................... 23
d. Kurs Rupiah .......................................................................... 24
2. Analisis Industri ......................................................................... 25
a. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)......................................... 31
b. Rasio Solvabilitas (Solvability Ratios) .................................. 32
vi
4. Penilaian Saham ......................................................................... 37
C. Analisis Teknikal ............................................................................ 43
3. Trading Rule of Technical Analysis ......................................... 48
4. Metode Pengemplotan Grafik .................................................. 49
5. Identifikasi Pergerakan Trend Dasar ........................................ 51
D. Review Studi Terdahulu ................................................................. 52
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ............................................................................... 55
B. Objek Penelitian ............................................................................. 55
E. Metode Analisis .............................................................................. 59
F. Variabel Penelitian ......................................................................... 61
A. Profil Emiten .................................................................................. 65
B. Analisis Fundamental ..................................................................... 67
a. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product) ........... 68
b. Inflasi .................................................................................. 69
d. Kurs Rupiah ........................................................................ 73
2. Analisis Industri ....................................................................... 77
c. Aneka Industri Barang Konsumsi ........................................ 79
vii
a. Rasio Likuiditas ................................................................... 80
b. Rasio Solvabilitas ................................................................ 82
d. Rasio Aktivitas .................................................................... 87
4. Penilaian Saham ...................................................................... 91
E. Analisis Teknikal .................................................................... 102
2. Grafik 2.2 Trading Rule of Techncal Analysis ....................................... 49
3. Grafik 2.3 Line Chart ............................................................................ 50
4. Grafik 2.4 Bar Chart ............................................................................. 51
5. Grafik 2.5 Candlestick Chart ................................................................ 52
6. Grafik 4.1 Rata-Rata Nilai Tukar Terhadap Dollar AS ........................ 73
7. Grafik 4.2 Current Ratio ....................................................................... 80
8. Grafik 4.3 Debt To Asset Ratio .............................................................. 82
9. Grafik 4.4 Debt To Equity Ratio ............................................................ 82
10. Grafik 4.5 Return On Asset ................................................................... 83
11. Grafik 4.6 Return On Equity ................................................................. 84
12. Grafik 4.7 Net Profit Margin ................................................................. 85
13. Grafik 4.8 Earning Per Share ............................................................... 85
14. Grafik 4.9 Fix Asset Turn Over ............................................................. 87
15. Grafik 4.10 Total Asset Turn Over .......................................................... 87
16. Grafik 4.11 Moving Average ASII ......................................................... 104
17. Grafik 4.12 Moving Average TLKM ...................................................... 106
18. Grafik 4.13 Moving Average UNVR ...................................................... 108
ix
2. Tabel 1.2 10 Saham dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar ....................... 7
3. Tabel 2.1 Indikator Ekonomi ............................................................... 23
4. Tabel 3.1 Daftar Saham Konsisten di JII 2010-2013 ........................... 55
5. Tabel 3.2 Saham dengan Nilai Kapitalisasi Pasar Terbesar ................. 56
6. Tabel 4.1 Innitial Public Offering ........................................................ 66
7. Tabel 4.2 PDB Atas Dasar Harga Konstan 2010-2013 ........................ 67
8. Tabel 4.3 Tingkat Inflasi di Indonesia ................................................. 69
9. Tabel 4.4 Tingkat Suku Bunga Indonesia ............................................ 71
10. Tabel 4.5 Hasil Analisis Makro Ekonomi 2010-2013 ......................... 74
11. Tabel 4.6 Hasil Analisis Rasio Keuangan ............................................ 89
12. Tabel 4.7 Risk Free Rate ....................................................................... 91
13. Tabel 4.8 Return Market ...................................................................... 92
14. Tabel 4.9 Beta Saham .......................................................................... 93
15. Tabel 4.10 Growth ASII ......................................................................... 94
16. Tabel 4.11 Growth TLKM ........................................................................94
17. Tabel 4.12 Growth UNVR ........................................................................95
18. Tabel 4.13 Payoutratio .............................................................................95
20. Tabel 4.15 Dividend Discounted Model ...................................................97
21. Tabel 4.16 Price Earning Ratio ................................................................99
22. Tabel 4.17 Price Book Value ..................................................................101
23. Tabel 4.18 Penilaian Saham ....................................................................102
24. Tabel 4.19 Simple Moving Average ........................................................102
25. Tabel 4.20 Moving Average Convergence Divergence ..........................103
1
A. Latar Belakang Masalah
Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang
dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa
datang. 1 Ketika pengusaha atau individu atau pemerintah melakukan investasi, maka
ada sejumlah modal yang ditanam atau dikeluarkan dan dengan artian lain terdapat
pula sejumlah modal yang diterima dan dimanfaatkan sehingga terdapat kolaborasi
mutual yang bersifat ekonomi dan produktif. Hal tersebut tentunya merupakan
perangsang dari keberlanjutan perputaran roda kegiatan ekonomi secara positif.
Investasi dapat dilakukan oleh pemodal atau investor pada berbagai sektor
perekonomian. Diantaranya adalah investasi pada aktiva riil, serta aktiva finansial
atau keuangan. Aktiva riil adalah aktiva berwujud seperti emas dan perak, intan,
barang-barang seni, dan real estate. Sedangkan aktiva finansial adalah surat-surat
berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang dikuasai oleh
suatu entitas yakni sekuritas. 2
1 Eduardus Tandelilin. 2010. Portofolio dan Investasi.Yogyakarta: Kanisisus Yogyakarta, h.2
2 Sunariyah. Yogyakarta. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. 2011:UPP YKPN, h.4
2
modal yang belum termaksimalkan yaitu, potensi akan besarnya penambahan basis
keikutsertaan investor lokal dengan potensi sumber daya jumlah penduduk yang
sekitar 240 juta jiwa. 3 Persoalannya lagi, di Indonesia kesenjangan menyangkut
pemahaman terhadap produk keuangan masih sangat besar. Karena pemahaman yang
rendah, tingkat pemanfaatan produk-produk keuangan itu juga rendah seperti yang
tercermin pada indeks utilitasi. Di sektor perbankan, tercatat indeks utilitasi sebesar
57%, yang artinya 57% dari seluruh masyarakat Indonesia sudah memanfaatkan jasa
perbankan. Sedangkan di asuransi, hanya 11% penduduk yang memanfaatkannya.
Indeks utilitasi terendah terjadi di sektor pasar modal, karena hanya 0,11% penduduk
yang memanfaatkannya. 4
Indeks Utilisasi 57% 11% 0,11%
Investasi finansial yang tidak kalah menarik lima tahun belakangan ini adalah
investasi yang berbasis pada investasi syariah, khususnya saham syariah. Selain
merupakan Investasi yang menggiurkan, investasi di pasar modal yang notabene
dapat menghasilkan return, saham syariah juga halal yang artinya baik dalam aspek
3 “Literasi Keuangan & Basis Pemodal lokal” IDX News Letter 12.02.2014
4 “Momentum Membangun Kemandirian” IDX Newsletter 12.02.2014
3
keIslaman. Dengan memperhatikan beberapa catatan, investasi saham di pasar modal
boleh dilakukan. Oleh karenanya, berkembangnya kebutuhan muamalah akan
investasi berdasarkan prinsip syariah diakomodir dengan adanya pasar modal syariah
yang direalisasikan dengan diresmikannya Jakarta Islamic Index.
Ketakutan dari resiko kerugian yang akan diperoleh, pergerakan harga saham
yang berfluktuatif, dan kurangnya kedalaman keterampilan dan ilmu berinvestasi
merupakan permasalahan yang mayoritas dialami oleh masyarakat selaku calon
investor pada Bursa Efek Indonesia (yang dalam hal ini berarti sektor Jakarta Islamic
Index). Oleh karenanya, dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman mengenai segala
hal yang terkait dengan informasi penunjang investasi saham pada suatu perusahaan
yakni nilai pasar, kinerja keuangan, serta nilai intrinsik dari suatu saham yang
dikeluarkan oleh emiten. Untuk mendapatkan pengetahuan informasi dan pemahaman
dari berbagai macam pilihan saham yang tersedia di Jakarta Islamic Index tersebut,
maka calon investor harus melakukan analisis terlebih dahulu terhadap saham-saham
yang ada guna mendapatkan high return yang optimal dari modal yang terbelanjakan.
Tujuannya adalah, terdisiplinkannya opsi-opsi yang tersedia dalam memilih
dan memilah saham pada Jakarta Islamic Index. Lebih jauh lagi adalah, analisis yang
calon investor lakukan berguna untuk menilai apakah harga penetapan saham yang
ditetapkan oleh perusahaan wajar atau tidak serta apakah risiko yang diperoleh dapat
diminimalisir atau direduksi.
terhadap saham-saham yang hendak dibeli. Analisis teknikal merupakan upaya untuk
memperkirakan harga saham (kondisi pasar) dengan mengamati perubahan harga
saham tersebut (kondisi pasar) di waktu yang lalu. Sedangkan analisis fundamental
adalah metode mengukur nilai aset, ekonomi, politik, dan lingkungan lainnya yang
mempengaruhi permintaan dan penawaran atas aset tersebut.
Analisis fundamental menitik beratkan pada data-data kunci dalam laporan
keuangan dan memberikan data-data kecil tentang kesehatan sebuah perusahaan.
Analisis ini juga berpendapat bahwa harga bergerak karena adanya berita dan dan
kebijakan kebijakan, serta respon balik pasar terhadap berita yang dikeluarkan.
Faktor-faktor yang membentuknya tidak hanya mengenai kesehatan sebuah
perusahaan tapi juga mengenai makro ekonomi. Analisis fundamental merupakan
analisis yang bersifat subjektif karena banyak menggunakan asumsi dan opini pada
interpretasi data. Oleh karenanya, analisis fundamental lebih menitik beratkan pada
ilmu analisis ekonomi dan psikologi pasar.
Berbeda dengan analisis fundamental, analisis teknikal merupakan teknik
matematis yang memperhatikan data pergerakan harga saham di masa lalu. Analisis
ini bersifat eksak dan matematis yang sebagian besarnya menggunakan chaos theory
(pattern recognition / pengenalan pola) dan ilmu statistik, sehingga hasil yang
diperoleh berupa angka-angka yang baku dan pasti. Analisis teknikal merupakan
suatu teknik analisis yang menggunakan data catatan mengenai pasar itu sendiri untuk
5
berusaha mengakses penawaran suatu saham tertentu maupun pasar secara
keseluruhan. Secara garis besar, analisis teknikal merupakan analisisis yang bekerja
dalam fokus trend yang sedang berlangsung, rentan waktu trend , volume transaksi
dan level-level psikologis yang ada. Oleh karenanya, para investor / calon investor
dapat menganalisis tanpa harus mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi nilai
intrinsik dari saham yang akan dibeli dengan lebih mudah dan juga cepat. Namun,
bukanlah hasil yang terbaik yang diperoleh dari hanya dilakukannya analisis teknikal,
akan lebih baik jika hasil dari analisis fundamental dan analisis teknikal di selaraskan
dan dikombinasikan agar mendapatkan hasil yang tepat.
Inti dari analisis fundamental dan teknikal diatas dilakukan merupakan
optimalisasi reduksi risiko yang diterima, analisis ini juga berguna untuk menghindari
spekulasi yang sangat dekat dengan maysir yang dilarang dalam prinsip berinvestasi
sesuai syariah islam. Karena pada dasarnya, kegiatan spekulasi dalam trading saham
merupakan tindakan yang tanpa dasar dan analisis yang jelas karena tidak
berdasarkan pada ilmu dan usaha-usaha tertentu (hanya mengikuti rumor yang
beredar). Dengan dilakukannya analisis yang cermat dalam mengambil keputusan
berinvestasi, maka spekulasi dapat dihindari.
Persoalan selanjutnya adalah dari berbagai macam opsi saham yang tersedia
didalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang kurang lebih berjumlah 313
6
saham, 30 saham yang berada didalam Jakarta Islamic Index 5 , maka saham dengan
kriteria seperti apakah yang akan kita analisis sehingga kita mendapatkan tujuan dari
investasi finansial kita, yaitu return atau keuntungan. Hal tersebutlah yang
melatarbelakangi pentingnya perhitungan nilai kapitalisasi pasar (Market
Capitalization) terhadap saham yang berada di bursa. 6
Kapitalisasi pasar dihitung dari harga saham (tercatat pada hari tertentu) dikali
jumlah saham yang dikeluarkan. 7 Oleh karenanya, saham-saham dengan nilai
kapitalisasi pasar yang besar adalah saham-saham favorit atau best seller. Mengacu
pada data statistik, year to date, imbal hasil atau perubahan indeks saham di Bursa
Efek Indonesia mayoritas berwarna merah. Misalnya, imbal hasil indeks harga saham
gabungan (IHSG) adalah -2,81% dilihat darisaham liquid dan memiliki market
capitalization besar, kinerja bursa adalah -5,01% (LQ45), -4,46% (IDX30), dan -
5,51% (Kompas 100). 8 Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengaruh dari saham-
saham dengan nilai (Market Capitalization) besar sangat dominan pengaruhnya, baik
itu menguat ataupun melemah terhadap IHSG. 9
5 Indonesia Stock Exchange, Pengumuman perubahan komposisi saham dalam perhitungan
ISSI per 15 Januari 2014 6 Adriansyah, Basri Pohan dan Bayu Husodo. “On Free Float Shares Adjustment.” Kertas
diskusi bagian riset ekonomi No. 1, Maret 2007. 7 Diakses pada 27 November 2014 dari
Id.wikipedia.org/wiki/Daftar_perusahaan_menurut_kapitalisasi_pasar 8 Berita diakses pada 27 November 2014 dengan revisi dari
www.bloombergindonesia.tv
7
Menurut data yang dikeluarkan oleh BEI yang kemudian diolah oleh pusat
Informasi (pusatis) didapatkan dan dirilislah daftar 10 besar saham dengan
kapitalisasi pasar terbesar pada penutupan akhir tahun 2010, 2011, 2012, 2013:
Tabel 1.2
Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
No. Kode CM No. Kode CM No. Kode CM No. Kode CM
1. ASII 220.837.782 1. ASII 299.578.293 1. ASII 307.675.004 1. ASII 275.288.161
2. TLKM 160.271.994 2. BBCA 195.267.673 2. HMSP 262.541.700 2. HMSP 273.499.200
3. BBCA 156.214.138 3. HMSP 170.937.000 3. BBCA 222.116.978 3. BBCA 234.321.208
4. BMRI 135.112.216 4. BBRI 164.851.675 4. BMRI 187.110.000 4. TLKM 216.719.992
5. BBRI 128.277.806 5. BMRI 155.925.000 5. TLKM 182.447.993 5. UNVR 198.380.000
6. UNVR 125.895.000 6. UNVR 143.444.000 6. BBRI 169.736.169 6. BMRI 181.334999
7. HMSP 123.381.450 7. TLKM 142.127.995 7. UNVR 159.685.500 7, BBRI 177.062.910
8. PGAS 107.268.674 8. GGRM 119.389.660 8. PGAS 111.510.938 8. PGAS 108.480.749
9. ADRO 81.264.503 9. UNTR 98.289.961 9. GGRM 108.326.154 9. SMGR 83.931.008
10. UNTR 791.179.679 10. PGAS 76.966.789 10. SMGR 94.014.592 10. GGRM 80.811.696
Sumber: BEI, diolah Pusatis
Berdasarkan data diatas, terdapat beberapa saham yang konsisten rapornya
berada dalam List 10 daftar saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar sepanjang
periode 2010-2013. Saham-saham tersebut tidaklah semua merupakan jawaban dari
saham apa yang nantinya akan baik untuk dianalisis dan di nilai, dengan
pertimbangan kesyariah-an juga maka variabel Jakarta Islamic Index haruslah juga
8
menjadi penyaring dari daftar saham-saham tersebut. Atas dasar pertimbangan diatas,
maka didapatkanlah tiga saham yang terdaftar pada JII yang juga merupakan saham
dengan kategori nilai kapitalisasi pasar terbesar, yaitu saham PT Astra International,
PT Unilever Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia (persero).
Berlatar belakang dari ketidak maksimalan potensi investor lokal Indonesia di
pasar modal, melejitnya populeritas Jakarta Islamic Index, dan urgensi dari penilaian
saham dengan kategori nilai kapitalisasi pasar terbesar serta momentum pasca
terjadinya krisis 2010-2013, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul “Analisis Fundamental dan Teknikal Saham-Saham dengan Kategori
Nilai Kapitalisasi Pasar Terbesar di Jakarta Islamic Index Periode 2010-2013”
B. Identifikasi Masalah
Jakarta Islamic Index juga mengalami fluktuasi. Hal tersebut tergantung kepada
keadaan perekonomian secara global serta keadaan dan kondisi internal maupun
eksternal perusahaan. Fluktuasi tersebut bersifat natural dan wajar, sehingga yang
dapat dilakukan bagi para calon investor merupakan mencermati dan menganalisis
tiap pergerakannya secara matematis dan fundamen.
Fluktuasi harga saham dianalisis dari sudut waktu tertentu trend harga saham
atau dalam hubungannya dengan faktor lain, misalnya volume transaksi untuk
analisis teknikal. Sedangkan untuk melengkapinya, analisis fundamental perlu banyak
9
memperhatikan faktor-faktor seperti yang penting diketahui ialah kewajaran dari
harga saham yang ada. Sudah dijelaskan bahwasannya hal diatas adalah alasan dari
dilakukannya analisis untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan akurat. Analisis
tersebut ialah bertujuan untuk mengetahui harga nilai intrinsik dari saham yang
dianalisis.
Nilai intrinsik adalah nilai sekarang (present value) dari aliran kas yang
diharapkan akan diterima investor di masa yang akan datang. Penilaian dilakukan
untuk komparasi harga saham hasil perhitungan dan valuasi dengan harga saham pada
saat ini untuk melihat kelas dari harga saham yang dianalisis, apakah overvalued, fair
valued, atau undervalued. Hal tersebut menjadi penting diketahui untuk kepentingan
pengambilan keputusan mengenai saham mana yang layak di beli dan kondisi dimana
saham tersebut baik dijual.
C. Pembatasan Masalah
Daftar yang tercatat dalam Jakarta Islamic Index direvisi tiap enam bulan,
karena saham yang masuk dalam Jakarta Islamic Index telah dan haruslah melewati
beberapa kriteria. Sehingga masuk dan keluarnya daftar saham dalam indeks wajar
dan haruslah diperbaharui. Oleh karenanya, dibutuhkan batasan untuk objek yang
akan diteliti. Pada skripsi ini, penulis hanya akan meneliti beberapa saham di JII pada
periode 2010-2013. Pembatasan tersebut dilakukan karena maksimal data yang
disajikan adalah data lima tahun kebelakang. Saham-saham yang akan menjadi fokus
objek penelitian adalah saham-saham yang secara konsisten tetap berada di dalam
10
Jakarta Islamic Index. Kemudian difokuskan lagi menjadi saham dengan kategori
rapor 10 saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar berdasarkan data BEI yang
diolah oleh Pusatis.
Pada penilitian skripsi ini, penulis melakukan batasan penelitian juga dengan
harapan mendapatkan fokus dan sasaran dari permasalahan yang peneliti angkat.
Yaitu batasan mengenai metode penelitian analisis fundamental yang berfokus pada
analisis makro ekonomi, analisis keindustrian, dan analisis laporan keuangan serta
metode Devidend Discounted Model, Price Earning Ratio, dan Price Book Value
sebagai instrumen untuk menilai harga saham. Sedangkan untuk metode analisis
teknikal…