AK Bab2001

Download AK Bab2001

Post on 22-Nov-2015

4 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

AK

TRANSCRIPT

<p>BAB IILandasan Teori</p> <p>II.1Kerangka Teori dan LiteraturII.1.1Sejarah singkatAudit sudah dikenal dahulu pada zaman Mesopotamia dengan ditemukannya symbol symbol pada angka angka transaksi keuangan seperti titik, cek list, dan lain lain. Di Mesir audit terlihat dari beberapa transaksi keuangan yang diperiksa oleh auditor, dan di Romawi audit menggunakan system dengar transaksi keuangan jadi setiap transaksi disaksikan oleh auditor. Namun seiring dengan perkembangan zaman, audit dikenal sebagai pemeriksa tentang kegiatan operasional, transaksi keuangan serta kepatuhan terhadap peraturan atau kebijakan perusahaan. (http://okydwiprasetyo.blogspot.com/2008/10/sejarah-audit.html ).</p> <p>II.2.Pengertian AuditingTerdapat banyak definisi mengenai auditing, berikut ini akan disajikan beberapa definisi yang berkaitan dengan penelitian penulis :</p> <p>Menurut Arens, Alvin A., et al, Auditing and Assurance Services An Integrated Approach, Prentice Hall, 2007 menyatakan bahwa :Auditing adalah proses pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai suatu informasi untuk menetapkan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi tersebut dengan kriterianya. Auditing hendaknya dilakukan oleh seseorang yang kompeten dan independen.</p> <p>Pengertian menurut Larry E., Rittenberg, Karla J., Audrey A. G., Bradley S. (2010), menjelaskan bahwa:At a general level, auditing is a process of (1) gathering evidence to attest to assertions (usually made by management, but also by other parties), (2) evaluating those assertions agains objective criteria (e.g., standards for internal control, GAAP, or IFRS), and (3) communicating the audit conclusion to interested parties (usually outside parties such as users, but also to management and regulators). </p> <p>Pengertian Audit menurut James A. Hall, Tommie S. buku terjemahan Fitriasari, D., Arnos, D. K. (2008):Audit adalah proses sistematis mengenai mendapatkan dan mengevaluasi secara objektif bukti yang berkaitan dengan penilaian mengenai berbagai kegiatan dan peristiwa ekonomi untuk memastikan tingkat kesesuaian antara penilaian penilaian tersebut dan membentuk kriteria serta menyampaikan hasilnya ke para pengguna yang berkepentingan.Dari 3 ahli di atas dapat diambil kesimpulan mengenai audit atau pemeriksaan akuntansi merupakan suatu proses pemeriksaan secara sistematis untuk mengumpulkan dan mengevaluasi laporan serta mencocokan dengan standar standar yang berlaku saat ini. Pemeriksaan itu sendiri dilakukan oleh profesi khusus yang memiliki kemampuan yang berkompeten, lalu kemudian menghasilkan hasil akhir evaluasi dan pemeriksaan yang berguna untuk pihak pihak yang berkepentingan seperti manajemen, pemegang saham, kreditor, dan publik. II.2.1Tujuan Audit OperasionalTunggal, A. W. (2008) menyatakan, Beberapa tujuan dari audit operasional ialah : 1. Objek dari audit operasional adalah mengungkapkan kekurangan dan ketidakberesan dalam setiap unsur yang diuji oleh auditor operasional dan untuk menunjukkan perbaikan apa yang memungkinkan untuk memperoleh hasil yang terbaik dari operasi yang bersangkutan. 2. Untuk membantu manajemen mencapai administrasi operasi yang paling efisien. 3. Untuk mengusulkan kepada manajemen cara-cara dan alat-alat untuk mencapai tujuan apabila manjemen organisasi kurang pengetahuan tentang pengelolaan yang efisien. 4. Audit operasional bertujuan untuk mencapai efisiensi dari pengelolaan. 5. Untuk membantu manajemen, auditor operasional berhubungan dengan setiap fase dari aktivitas usaha yang dapat merupakan dasar pelayanan kepada manajemen. 6. Untuk membantu manajemen pada setiap tingkat dalam pelaksanaan yang efektif dan efisien dari tujuan dan tanggung jawab mereka. (h.40).</p> <p>II.2.2Jenis - jenis auditMenurut Tunggal, A. W. (2008:9) Auditing umumnya digolongkan menjadi 3 (tiga golongan) yakni, Audit Laporan Keuangan, Audit Kepatuhan, dan Audit Operasional.</p> <p>1. Audit Laporan KeuanganAudit Laporan Keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Dalam Audit Laporan Keuangan ini, auditor independen menilai kewajaran Laporan Keuangan atas dasar kesesuainnya dengan prinsip akuntansi berterima umum. Hasil auditing terhadap laporan keuangan tersebut disajikan dalam bentuk tertulis berupa laporan audit, laporan audit ini dibagikan kepada para pemakai informasi keuangan seperti pemegang saham, kreditur, dan kantor pelayanan pajak.</p> <p>2. Audit KepatuhanAudit kepatuhan adalah audit yang tujuaannya untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu. Hasil audit kepatuhan umumnya dilaporkan kepada pihak yang berwenang membuat kriteria. Audit kepatuhan banyak dijumpai dalam pemerintahan.</p> <p>3. Audit OperasionalAudit Operasional merupakan review secara sistematik kegiatan organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Tujuan audit operasional adalah untuk :1. Mengevaluasi kinerja2. Mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan3. Membuat rekomendasi untuk perbaikanPihak yang memerlukan audit opersional adalah manajemen atau pihak ketiga. Hasil audit operasional diserahkan kepada pihak yang meminta dilaksanakannya audit tersebut.</p> <p>II.3Audit OperasionalII.3.1Pengertian Audit OperasionalMenurut Tunggal, A.W. (2008) menyatakan, Audit operasional merupakan audit atas operasi yang dilaksanakan dari sudut pandang manajemen untuk menilai ekonomi, efisiensi dan efektifitas dari setiap dan seluruh operasi, terbatas hanya pada keinginan manajemen (h.11).Dalam websitenya, menurut Hidayataullah, Audit Operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadapprosedur operasi standar dan metode yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan (3E). (http://hidayat.blog.binusian.org/jenis-jenis-audit-umum/)Menurut Arens, Elder dan Beasley (2008:13) An operational audit evaluates the efficiency and effectiveness of any part of an organizations operating procedures and method. Dalam bahasa Indonesia berarti audit operasional dapat mengevaluasi efisiensi serta efektivitas dari setiap bagian prosedur organisasi dan metode metode yang digunakan.</p> <p>Dalam audit operasional memiliki tujuan apakah prosedur dan metode operasi suatu organisasi sudah efisien dan efektif. Dalam audit ketaatan, tujuannya berkaitan dengan apakah organisasi telah menaati undang undang dan peraturan yang berlaku. Terdapat 3 kategori dalam audit operasional menurut arens dan loebbecke terjemahan Jusuf A.A (2003) yaitu : Fungsional:Merupakan suatu alat penggolongan kegiatan suatu perusahaan. Contohnya seperti fungsi penagihan, fungsi penjualan, fungsi produksi. Audit fungsional memungkinkan adanya spesialisasi oleh auditor. Organisasional:Menyangkut keseluruhan unit organisasi, seperti departemen, cabang atau anak perusahaan. Penekanannya kepada seberapa efesien dan efektif fungsi fungsi yang ada di organisasi. Penugasan Khusus: Penugasan khusus dilakukan biasanya atas permintaan pihak manajemen dalam menentukan penyebab tidak efektifnya sistem pada organisasi.</p> <p>Audit operasionaldilaksanakan oleh salah satu dari 3 kelompok, yaitu auditor internal, auditor eksternal atau yang disebut kantor akuntan publik, dan auditor pemerintah. Beberapa sumber yang di pakai audit operasional dalam mengembangkan kriteria evaluasi khusus, diantaranya adalah kinerja historis, kinerja yang dapat diperbandingkan, standar rekayasa, diskusi dan kesepakatan. Berikut adalah penjelasannya: Kinerja historis adalah kinerja sederhana yang di dasarkan atas hasil aktual atau hasil audit pada periode sebelumnya. Biasanya membandingkan apakah kinerja perusahaan menjadi lebih baik atau justru menurun. Kinerja yang dapat di perbandingkan adalah kesatuan yang bersifat umum. Dalam hal ini data kinerja dari kesatuan yang dapat di perbandingkan merupakan sumber yang sangat baik untuk mengembangkan kinerja. Data untuk kesatuan internal biasanya sudah mencukupi dalam melakukan perbandingan kinerja. Bila diperlukan data dari pihak luar juga bisa menjadi bahan perbandingan kinerja seperti kelompok industri dan pihak lembaga pemerintah. Standar rekayasa mengembangkan kriteria berdasarkan standar standar rekayasa misalkan untuk menentukan tingkat keluaran produksi contoh lainnya seperti menentukan tingkat siklus penjualan. Kriteria ini seringkali memakan biaya dan waktu yang banyak. Diskusi dan kesepakatan adalah penekanan kepada kriteria obyektif. Cara ini adalah yang paling sederhana dibanding yang lain karena hanya melibatkan pihak manajemen dan pihak pihak yang berwenang didalamnya untuk berdiskusi dan membuat kesepakatan yang sederhana. Biasanya dipakai dalam proses awal audit sebagai hasil sementara, lalu ditelusuri lebih lanjut guna memperoleh hasil yang sesuai.II.3.2Efisiensi dan EfektifitasAudit Operasional dikenal sebagai audit yang fokus kepada efektivitas dan efisiensi organisasi. Efektifitas mengukur seberapa berhasil suatu organisasi mencapai tujuan dan sasarannya sedangkan Efisiensi mengukur seberapa baik suatu entitas menggunakan sumberdayanya dalam mecapai tujuannya. Menurut (Bayangkara, 2008) Berikut adalah penjelasan mengenai efisiensi dan efektifitas:a. EfisiensiBerhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan operasinya, sehingga dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang di miliki. Efisiensi berhubungan dengan metode kerja (operasi). Dalam hubungannya dengan konsep input-proses- output, efisiensi adalah rasio antara input dan output. Seberapa besar output yang di hasilkan dengan menggunakan sejumlah tertentu input yang di miliki perusahaan. Metode kerja yang baik akan dapat memandu proses operasi berjalan dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang di miliki perusahaan. Jadi, efisiensi merupakan ukuran proses yang menghubungkan antara input dan output dalam operasional perusahaan.b. Efektifitas Dibandingkan dengan efisiensi, yang ditentukan oleh hubungan antara input dan output, efektifitas ditentukan oleh hubungan antara output yang di hasilkan oleh suatu pusat tanggung jawab dengan tujuannya. Semakin besar output yang di kontribusikan terhadap tujuan, maka semakin efektiflah unit tersebut. Efektifitas cenderung dinyatakan dalam istilah- istilah yang subjektif dan nonalitis, seperti kinerja kampus A adalah yang terbaik, tetapi kampus B telah menurun dalam tahun- tahun terakhir.</p> <p>Menurut Syarifuddin (2008), dalam websitenya mengatakan bahwa, Efisiensi digunakan untuk menilai sebaik apakah pemakaian sumber daya suatu organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sedangkan Efektifitas digunakan untuk menilai seberapa baik kebijakan-kebijakan organisasi tersebut untuk mencapai tujuan. Efisiensi dan Efektivitas merupkan dua hal yang saling berkaitan erat satu dengan lainnya, bisa saja suatu kebijakan organisasi itu sangat efisien akan tetapi tidak efektif begitupun sebaliknya. (http://syarifuddin.dagdigdug.com/2008/12/09/audit-operasional-atau-audit-manajemen/)II.3.3Perbedaan Audit Operasional dengan Audit KeuanganAudit Operasional dan Audit Keuangan merupakan bagian dari keseluruhan kegiatan Audit, untuk itu diperlukannya tim atau kelompok audit untuk setiapnya dibagi agar menangani bagian Operasional dan bagian Keuangan.Perbedaan antara Audit operasional dengan Audit keuangan dapat disimpulkan menurut Safuan dalam websitenya, Berikut adalah perbedaan audit keuangan dengan audit operasional:1.Tujuan, tujuan dari audit keuangan adalah pemberian opini atas hasil laporan keuangan sedangkan audit operasional bertujuan untuk memperbaiki kinerja.2.Ruang Lingkup, ruang lingkup audit keuangan adalah catatan dari keuangan perusahaan sedangkan ruang lingkup audit operasional adalah aktivitas operasi dari perusahaan.3.Keterampilan Dasar, dalam audit keuangan keterampilan dasar yang harus dimiliki auditor adalah dalam bidang keuangan (accounting) sedangkan dalam audit operasional menuntut keterampilan dasar dari berbagai disiplin ilmu.4.Orientasi Waktu, dalam audit keuangan kegiatan audit yang dilakukan adalah melihat dari kegiatan yang telah dilakukan masa lalu sedangkan audit operasional lebih melihat ke arah kegiatan yang telah dilakukan agar lebih baik dimasa depan.5.Pelanggan, hasil dari audit keuangan biasanya diperuntukkan bagi stakeholder dan pihak ekternal sedangkan hasil dari audit operasional biasanya diperuntukkan bagi internal manajemen.6.Opini, untuk audit keuangan pemberian opini dari hasil audit adalah mandatori (wajib) sedangkan untuk audit operasional pemberian opini atas hasil audit adalah diberikan bila perlu.7.Hasil Audit, hasil audit dari audit keuangan adalah pemberian opini atas laporan keuangan sedangan hasil audit dari audit operasional adalah pemberian rekomendasi kepada manajemen.8.Fokus Audit, fokus audit keuangan adalah kewajaran atas laporan keuangan sedangkan fokus audit operasional adalah perbaikan aktivitas operasi.9.Ukuran Keberhasilan, keberhasilan atas audit keuangan adalah pemberian opini WTP(Wajar Tanpa Pengecualian) atas laporan keuangan sedangkan ukuran keberhasilan audit operasional adalah tindak lanjut atas rekomendasi yang telah dibuat.(http://safuan.blogdetik.com/2011/10/21/perbedaan-audit-operasional-dan-audit-keuangan/)</p> <p>II.3.4Tahapan dalam Proses Perencanaan AuditSebelum melakukan kegiatan audit, seorang auditor harus menyusun perencanaan audit. Menurut Tunggal, A. W. (2008), Tahapan manajemen audit terdiri dari :1. Menganalisis penugasan AuditDapat dilakukan dengan memahami penugasan dan mendefinisikan ruang lingkup audit.2. Mengumpulkan fakta faktaAuditor harus mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan, struktur organisasi, system dan prosedur, laporan- laporan. Serta auditor harus melakukan pengujian walkthrough dan membuat flowchart3. Melakukan analisis resikoSemua organisasi perusahaan akan menghadapi factor resiko, oleh karena itu auditor internal melakukan penilaian resiko. Pada umumnya suatu resiko. akan mempengaruhi kemampuan suatu organisasi perusahaan untuk bersaing dan mempertahankan kualitas kualiatas produksi dan jasanya.4. Mengidentifikasi bukti bukti AuditJenis dan bentuk bukti mempengaruhi perencanaan. Jenis bukti yang tersedia tergantung pada aplikasi computer yang digunakan.5. Membuat tujuan Audit secara rinciTujuan audit mendifinisikan sasaran yang akan dicapai oleh tim audit selama penugasan audit. Sasaran harus dibuat cukup rinci sehingga mudah dimengerti dan dapat diukur.6. Membuat Audit ProgramTujuan pembuatan audit program adalah untuk mengidentifikasi alat dan teknik yang digunakan selama audit, untuk memilah dan membagi tujuan menjadi beberapa bagian komponen yang logis dan untuk memperkirakan jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas audit. Tujuan Audit Program adalah membantu Auditor dlm memberikan perintah kepada asisten mengenai pekerjaan yg harus dilaksanakan. Audit Program yg baik harus mencantumkan tujuan pemeriksaan...</p>