acquired dyslexia

Download Acquired Dyslexia

Post on 07-Jul-2015

181 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Lisa Puspitorini

Seorang wanita 30 tahun right handed , tiba - tiba bicara melantur & kehilangan kemampuan untuk memahami suatu pembicaraan. Pemeriksaan neurology menunjukan adanya aphasia Wernicke, gangguan bicara fluent, paraphasi semantik dan phonemik. Penamaan baik, pengulangan kata tunggal dan fonem terganggu, pengulangan kata-kata high imageability (meja tulis) lebih baik dibanding kata-kata low imageability (nasib).lisa 24/05/2010

2

Gangguan semantik terlihat ketika diminta untuk mengulangi "kemeja," dia berkata "dasi." Tomography scan axial (CAT) setelah 6 bulan dari onset menunjukkan adanya infark di kortikal yang melibatkan gyrus temporalis superior.

lisa

24/05/2010

3

Pengertian membaca terganggu, test komprehensif masih baik untuk kata kata dengan high imageability, tetapi tidak mengerti arti kata-kata low imageability yang ia baca dengan suara keras. Reading oral untuk kata kata tunggal masih baik. Dia membaca 95% kata kata tunggal dengan tepat dan benar dalam membaca lima perintah dari the Boston Diagnostic Aphasia Examination ( Goodglass & Kaplan, 1972).

lisa

24/05/2010

4

Walaupun kemampuan memba dipengaruhi oleh pencitraan kata yang dimaksud, dia membaca kata kata low imageability (tujuan masa depan) sebaik kata-kata high imageability ( kursi). Secara ringkas, WT. menunjukkan aphasia Wernicke & alexia yang ditandai dengan masih baiknya oral reading untuk kata yang sebenarnya, tetapi mengalami gangguan pada reading comprehension & lemah dalam membaca yang bukan kata. Pola gangguannya dalam membaca sesuai dengan syndroma phonological dyslexia.lisa 24/05/2010

5

Dejerine menguraikan gambaran awal dari gangguan membaca yang merupakan hasil dari lesi di otak ke dalam dua naskah yang berkembang di akhir abad ke sembilan belas (1891, 1892). Pasien pertama Dejerine (1891) menunjukkan gangguan membaca dan menulis sebagai mild aphasia setelah infark yang melibatkan lobus parietal kiri. Dejerine menyebutnya alexia with agraphia dan berargumentasi bahwa defisit ini berhubungan dengan kelainan optical image for word yang dianggapnya dipengaruhi oleh girus angularis kiri.lisa 24/05/2010

6

Pasien kedua Dejerine (1892) sungguh berbeda. Pasien ini memperlihatkan right homonymous hemianopia dan tidak mampu membaca dengan suara keras / membaca dengan pengertian, tetapi dapat menulis & berbicara dengan baik. Gangguan ini, menunjukkan alexia tanpa agraphia (dikenal juga sebagai agnosic alexia dan pure alexia), ditujukan oleh Dejerine sebagai disconnection antara informasi visual yang diwakili oleh hemisfer kanan dan gyrus angularis kiri.

lisa

24/05/2010

7

Pada tahun 1977, Benson mencari perbedaan yang ketiga dari lesi lobus frontalis yang berhubungan dengan alexia. Kelainan ini dikatakan berhubungan dengan aphasia Broca seperti halnya agraphia. Akhirnya, pasien pasien ini dikatakan menunjukan sebuah literal alexia atau gangguan dalam mengidentifikasi huruf dalam kata-kata (Benson, 1977).

lisa

24/05/2010

8

Membaca adalah proses yang rumit yang melibatkan banyak prosedur yang berbeda dan fasilitas kognitiv. Sistim visual secara efisien merupakan proses yang rumit yang berdasarkan stimulus, setidaknya untuk kelompok kata yang sesuai alphabet, yang terdiri dari unit unit kecil yang mengandung arti, berupa kalimat. Fakta bahwa pembaca normal mahir mengenali kata membuat beberapa ahli beranggapan bahwa kata kata tidak di proses sebagai suatu seri pasti dari kalimat tetapi merupakan wujud tunggal dari proses yang sama ketika mengenali obyek.lisa 24/05/2010

9

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, identifikasi kata tidak hanya membutuhkan huruf utama untuk di identifikasi tetapi juga urutan huruf yang akan diproses. Dalam model membacadual route, identifikasi urutan huruf mungkin dapat ditentukan dengan beberapa prosedur secara terpisah. Yang pertama adalah prosedur lexical dimana urutan huruf diidentifikasi dengan mencocokkan huruf yang telah disimpan dalam daftar kata yang familier, atau dari sistem visual.lisa 24/05/2010

10

Model membaca dual route menganggap bahwa barisan kata dapat di ubah secara langsung dalam bentuk suara dengan mengaplikasikan penyesuaian antara orthography dan phonology. Dalam hal ini, yang dimaksud mungkin bentuk phonology dari kata. Para peneliti ini menggambarkan penderita (G.R) yang membaca kira kira 50% benda nyata (contoh: meja, donat), tetapi sangat terganggu dalam membaca benda abstrak (contoh : nasib, benar) dan semua bagian dari kemampuan bicara.

lisa

24/05/2010

11

Hal yang paling menarik dari penampilan G.R adalah kecenderungan salah yang muncul sebagai semantically yang berhubungan dengan kata target (contoh :speak dibaca talk). Marshall & Newcombe menyebut gangguan ini sebagai deep dyslexia. Para peneliti ini juga menyebutkan dua penderita yang memiliki kelainan primer yang terlihat sebagai ketidak mampuan dalam grapheme phoneme, yang jarang dapat diterapkan rule of e (dimana memperpanjang huruf hidup sebelumnya dalam kata seperti like) & pengalaman yang cukup sulit dalam menyimpulkan bunyi yang cocok untuk sekelompok konsonan dan huruf hidup digraphs.lisa 24/05/2010

12

Karakteristik kelainan ini adalah adanya gangguan aplikasi penyesuaian dari tulisan menjadi bunyi yang disebut surface dyslexia. Prosedur pertama adalah dengan memobilisasi kata kata yang sesuai sebagai perwakilan dari kata kata yang disimpan (atau visual word form), yang langsung merubah arti pada deep dyslexia, dengan karakter kelainan semantic (dimana penderita sering tidak tahu), yang dianggap terlibat. Prosedur ke dua berdasarkan proses phonology dengan grapheme to phoneme atau tulisan ke suara berhubungan dengan asal usul phonology yang cocok (atau sound out the word), sedangkan membaca pada surface dyslexia dianggap melalui prosedur non lexical.lisa 24/05/2010

13

Model pemprosesan informasi membaca sesuai gambar 6.1 dimana ditetapkan tiga prosedur yang berbeda pada oral reading. Pertama (label A pada gambar 6.1) terlibat dalam sistem penyimpanan visual word & jalan menuju informasi semantik yang berakhir pada aktivasi penyimpanan kata pada level pengucapan kosa kata. Yang kedua (B pada gambar 6.1) terlibat dalam nonlexical grapheme to phoneme atau proses translasi dari tulisan ke suara, melalui proses penyesuaian pengucapan phonem.lisa 24/05/2010

14

Mekanisme ketiga (C pada gambar 6.1) secara lexical dianggap adanya keterlibatan sistem aktivasi kata visual dan pengucapan kosa kata. Prosedur ini disebut mekanisme / rute membaca direct. Suport terhadap mekanisme direct lexical berasal dari berbagai sumber, termasuk pengamatan terhadap beberapa subyek yang membaca dengan suara keras tetapi tidak mengerti (Schwartz, Saffran, & Marin,1979; Noble, Glosser & Grossmann, 2000; Lambon Ralph, Ellis, & Franklin, 1995).lisa 24/05/2010

15

Written Word

Visual Analysis

Visual Word Form System

B

A CSemantics

Aonolo ical Out ut exicon

rint to Sound Conversion

B Spoken wordlisa 24/05/2010

16

Defisit pada proses stimulus visual, yang mencegah penderita untuk menyusun perwakilan kata yang mewakili identitas & susunan huruf. Kontras dengan central dyslexia yang mencerminkan gangguan deeper atau higher dari fungsi membaca melalui kata - kata visual dalam pengucapannya / pengartiannya.

lisa

24/05/2010

17

Kelainan ini yang paling sering terjadi pada peripheral reading disturbances. Berhubungan dengan lesi di hemisfer kiri yang berefek pada cortex occipital kiri (yang bertanggung jawab terhadap analisa stimulus visual pada sisi kanan atau lapang pandang kanan) dan struktur yang menyuplai informasi pada otak regio ini (antara lain : nukleus genikulatum lateral kiri dari thalamus dan white matter, termasuk serat callosal dari cortex visual kanan yang intak).lisa 24/05/2010

18

Disebabkan adanya lesi yang mengeblok input direct visual menuju ke mekanisme pencetakan kata di hemisfer kiri / adanya gangguan pada sistem kata visualnya sendiri (Geschwind & Fusillo, 1966; warrington & Shallice, 1980; Cohen et al., 2000). Beberapa dari penderita ini terlihat tidak dapat membaca sama sekali, dimana yang lain dapat membaca walaupun lambat dan tampak kesulitan melalui proses yang melibatkan identifikasi serial huruf (sering disebut membaca huruf demi huruf).

lisa

24/05/2010

19

Pembaca huruf demi huruf sering mengucapkan huruf dengan keras, pada beberapa kasus, mereka salah mengenali huruf, biasanya pada huruf yang memiliki kemiripan secara visual, seperti pada kasus N M (lihat Patterson & Kay, 1982). Cara mereka membaca lambat, sering dan panjang. Perlu penelitian yang lama untuk mengetahui bahwa penderita dengan alexia murni tidak dapat membaca, kecuali huruf per huruf (Dejerine, 1892; Gescwind & Fusillo, 1966).lisa 24/05/2010

20

Beberapa penderita mengenali huruf dalam kalimat lebih mudah bila dalam bentuk satu kata (contoh: huruf R dalam kata W RD) daripada ketika dalam bentuk deretan kata yang tidak berhubungan (contoh: WKRD) (Bowers, Bub, & Arguin, 1996; Bub, Black, & Howell, 1989; Friedman & hadley, 1992; Reuter Lorenz & Brunn, 1990). Kedua, beberapa dari mereka menunjukkan lexical decision tasks (menentukan apakah deretan huruf ini membentuk kata yang sebenarnya) & kategori semantic task (termasuk kategori untuk kata, apakah makanan atau hewan) pada tahap merubah kata demi kata untuk mempermudah membaca (Shallice & Saffran, 1986; Coslett & Saffran, 1989a).lisa 24/05/2010

21

Contoh yang menarik berasal dari laporan mengenai penderita yang memerluk