abses paru ida (2)

Download Abses Paru Ida (2)

Post on 29-Nov-2015

38 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

abses

TRANSCRIPT

ABSES PARU

LUNG ABSCESSIda MujahidahNur Ahmad Tabri

DEPARTMENT OF INTERNAL MEDICINEMEDICAL FACULTY HASANUDDIN UNIVERSITYMAKASSARCompanyLOGOLUNG ABSCESSIntroductionWorkup

EtiologyPathophysiologyClinical ManifestationDiagnosisDifferential DiagnosisTherapyPreventivePrognosis I. INTRODUCTIONLung AbscessLung abscess is a cavity in the lung tissue containing purulent material containing inflammatory cells from necrotic lung parenchyma due to the process of infectionWhen the cavity diameter> 2 cm and polynomial (multiple small abscesses) called necrotizing pneumoniaLarge or small abscess have different clinical manifestations, but have the same predisposition and the same principle of differential diagnosis anyway.Abses paru adalah suatu kavitas dalam jaringan paru yang berisi material purulent berisikan sel radang akibat proses nekrotik parenkim paru oleh proses infeksi.(1,2) Bila diameter kavitas > 2 cm dan jumlahnya banyak (multiple small abscesses) dinamakan necrotizing pneumonia.(3) . Abses besar atau abses kecil mempunyai manifestasi klinik berbeda namun mempunyai predisposisi yang sama dan prinsip diferensial diagnosa sama pula. Abses timbul karena aspirasi benda terinfeksi, penurunan mekanisme pertahanan tubuh atau virulensi kuman yang tinggi. Pada umumnya kasus abses paru ini berhubungan dengan karies gigi, epilepsi tak terkontrol, kerusakan paru sebelumnya dan penyalahgunaan alkohol.3High virulence decrease in the body's defense mechanism I. INTRODUCTIONABCESSaspiration of infected objectsMen > women with ratio 3,5 : 1

ElderlyUrban areas withprevalence of alcoholismwho reported high at age 41 years I. INTRODUCTIONLUNG ABSCESSIntroductionWorkupEtiologyPathophysiologyClinical ManifestationDiagnosisDifferential DiagnosisTherapyPreventifPrognosis II. ETIOLOGYTraumatic lung injury

abscess expansionto subdiafragmacomplications ofpneumoniainfection throughtheairwayLung infectionPenyebab abses paru dapat bermacam-macam, seperti infeksi yang timbul melalui saluran napas (aspirasi), sebagai penyulit dari berbagai tipe pneumonia tertentu, perluasan abses subdiafragmatika, berasal dari luka traumatik paru, dan infeksi paru yang terinfeksi.(7,8) Prevalensi tertinggi berasal dari saluran napas,7 II. ETIOLOGYAnaerob bacteriaAerob bacteriaFungiParasite, amoebaMycoobacteriamicroorganisms thatcause lung abscessLUNG ABSCESSIntroductionWorkupEtiologyPathophysiologyClinical ManifestationDiagnosisDifferential DiagnosisTherapyPreventifPrognosis III. PATHOPHYSIOLOGIASPIRATIONHEMATOGENLUNG ABSCESS III. PATHOPHYSIOLOGI

14commensal bacteria in the upper respiratory tract took into the lower respiratory tractDue to recurrent aspiration, aspiration can not be removed and resulting in decreased in airway defense cause inflammation23

AspirationExtension to the pleura or relationship with bronchi often occurs that pus or necrotic tissue can be removedInflammatory process starts from the bronchi or bronchioles, spread to the lung parenchyma is then surrounded by granulation tissueBila terjadi aspirasi, kuman komensal di saluran pernapasan atas ikut masuk ke saluran pernapasan bawah. Akibat aspirasi berulang, aspirasi tidak dapat dikeluarkan dan pertahanan saluran napas menurun sehingga terjadi keradangan. Proses keradangan dimulai dari bronki atau bronkiol, menyebar ke parenkim paru yang kemudian dikelilingi jaringan granulasi. Perluasan ke pleura atau hubungan dengan bronkus sering terjadi sehingga pus atau jaringan nekrotik dapat dikeluarkan. (7) Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan pembentukan abses terjadi 8-14 hari setelah aspirasi.11 III. PATHOPHYSIOLOGIAsepticemia or as a septic emboli phenomenonBsecondary of focus of infection from other parts of the body such as tricuspid valve endocarditisCHematogenous spread generally will form multiple abscesses and is usually caused by staphylococcalHEMATOGENSecara hematogen, yang paling sering adalah akibat septikemia atau sebagai fenomena septik emboli, sekunder dari fokus infeksi dari bagian tubuh lainnya seperti tricuspid valve endocarditis. Penyebaran hematogen ini umumnya akan berbentuk abses multipel dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. 12 III. PATHOPHYSIOLOGILung abscess in the right lobe of the lung and pleural cavityWhen rupture and penetrate to the diaphragm

Bacterial Liver Abscess

AmoebicLiverAbscessAbses hepar bakterial atau amubik bisa mengalami ruptur dan menembus diafragma yang akan menyebabkan abses paru pada lobus bawah paru kanan dan rongga pleura. Abses hepar bakterial atau amubik bisa mengalami ruptur dan menembus diafragma yang akan menyebabkan abses paru pada lobus bawah paru kanan dan rongga pleura. Abses hepar bakterial atau amubik bisa mengalami ruptur dan menembus diafragma yang akan menyebabkan abses paru pada lobus bawah paru kanan dan rongga pleura.13LUNG ABSCESSIntroductionWorkupEtiologyPathophysiologyClinical ManifestationDiagnosisDifferential DiagnosisTherapyPreventifPrognosis IV. Clinical ManifestationMalaise, weight losscough with phlegm intermitent febrisafter the cavity, then smelling sputum is a typical sign. Sputum shaped greenish yellow pus, sometimes accompanied by blood. Respiratory patients also smellsSputumnight sweatsUsually patients with lung abscess came after 2 weeksBiasanya pasien dengan abses paru datang setelah 2 minggu mempunyai keluhan-keluhan demam intermitent, batuk berdahak, malaise, penurunan berat badan, keringat malam. Demam biasanya subfebril pada infeksi anaerob, tetapi dapat > 38,5 C pada infeksi lainnya. Mulanya sputum yang berbau belum begitu nyata, tetapi setelah adanya kavitas maka sputum berbau ini merupakan suatu tanda khas suatu infeksi oleh bakteri tertentu seperti bakteri anaerob. Sputum berbentuk seperti pus berwarna kuning kehijauan, kadang-kadang disertai darah. Pernapasan pasien juga berbau tidak sedap.15 IV. Clinical ManifestationTakayanagi dkk

Weight loss (8,3%)

Fever (81,5%)

Chest pain (37,1%)

Anorexia(18%)

Sputum with blood(22%)

Cough with pleghm (55,6%)

Malaise(12,2%)

Asymptomatic(2%)Takayanagi, dkk pada 205 pasien, mendapatkan gejala demam 81,5%, batuk berdahak 55,6 %, nyeri dada 37,1 %, sputum disertai darah 22 %, anoreksi 18 %, malaise 12,2 %, penurunan berat badan 8,3 % dan asimptomatik 2 %. 16 IV. CLINICAL MANIFESTATIONOn physical examination, initial clinical picture is similar to pneumoniaSigns of consolidation such as bronchial sound with wet rales or crackles in the abscesssigns of pleural effusiondull to percussionSometimes symptoms of finger clubbing was found

Pada pemeriksaan fisik, gambaran klinik awal adalah sama dengan pneumonia. (11)Tanda-tanda konsolidasi seperti suara bronkial dengan ronki basah atau krepitasi di tempat abses, redup pada perkusi, mungkin ditambah dengan tanda-tanda efusi pleura. (7) Kadang-kadang ditemukan juga gejala jari tabuh17LUNG ABSCESSIntroductionWorkupEtiologyPathophysiologyClinical ManifestationDiagnosisDifferential DiagnosisTherapyPreventifPrognosis V. WORKUPLeukocytosis, especially PMNBSR can Microorganisms cause abscesses was found from transtrakeal aspiration, transthoracic, or bronchial washingsFor examination aerobic and anaerobic bacteriaLabBut some clinician said that culture resistance of anaerob bacteria in the smell lung abscess is not necessary because is rather difficult and expensive MucusBlood and sputum culturesPemeriksaan laboratorium pada darah tepi ditemukan lekositosis (10.000-30.000), terutama PMN dengan pergeseran ke kiri, laju endap darah bisa meninggi.(4,7) Pemeriksaan dahak dapat membantu dalam menemukan mikroorganisme penyebab abses, namun dahak tersebut sebaiknya diperoleh dari aspirasi transtrakeal, transtorakal, atau bilasan/ sikatan bronkus.Pemeriksaan yang dapat dilakukan dari dahak adalah pewarnaan langsung dengan teknik gram, biakan mikroorganisme aerob, anaerob, jamur, basil mikobakterium tuberkulosis, dan mikobakterium lain. (4) Biakan darah maupun dahak perlu diambil untuk pemeriksaan kuman aerob dan anaerob. (7) Namun sebagian kalangan medis berpendapat tidak perlu melakukan kultur resistensi bakteri anaerob pada abses paru yang memberikan bau sputum tidak sedap, karena pemeriksaannya agak sulit dan mahal.19 V. WORKUP

Typical: irregular cavity with air-fluid levelOften the posterior segment of the upper lobe or lower lobe superiorAbscesses may extend to the pleural surface forming an acute angle with the surface of the pleuraRadiografi dada yang khas dari abses paru adalah kavitas yang ireguler dengan air-fluid level. Abses paru akibat aspirasi paling sering terjadi pada segmen posterior lobus atas atau segmen superior lobus bawah.Ketebalan dinding abses dengan progresi dari tebal ke tipis membatasi paru di sekitarnya yang sehat. Dinding kavitas bisa halus atau tidak teratur tetapi kurang umum dengan bentuk nodular, yang menunjukkan kemungkinan karsinoma.Air-fluid level dalam abses paru sering sama dilihat dari posteroanterior atau lateral. Abses dapat meluas ke permukaan pleura, dalam hal ini membentuk sudut akut dengan permukaan pleura20 V. WORKUP

Visualization of anatomy better than chest X-rayIdentify abscess or empyema accompanied pulmonary infarctionAbscesses appear as round radiolucent lesion with thick walls and irregular boundariesCan show the location of the abscess in lung parenchyma and distinguishing with empyema

CT ScanCT scan memberikan visualisasi anatomi lebih baik dibanding foto toraks. CT scan sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi abses yang disertai empiema atau infark paru.Pada CT scan, abses tampak sebagai lesi radiolusen bulat dengan dinding tebal dan batas ireguler.CT scan bisa menunjukkan lokasi abses berada dalam parenkim paru yang membedakannya dari empiema21 V. WORKUPTakayanagiRight middle lobe3,4%Multiple right lobe 3,9%Multiple left lobe 2%Right upper lobe 3