abses paru

Download ABSES PARU

Post on 03-Jul-2015

372 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ABSES PARU

Agus Suharto BBKPM Surakarta

21 August 2011

Abses Paru

1

PENDAHULUANBatasan : lesi nekrotik jaringan paru yang mengandung nanah berupa akumulasi sel-sel PMN, yang membentuk kavitas dengan gambaran air fluid level didalamnya akibat pneumonia nekrotikan dan ganggren paru.

21 August 2011

Abses Paru

2

PENDAHULUAN (contd) Era preantibiotik abses paru merupakan masalah serius Px , sembuh, komplikasi rekurent, empiema kronik, bronkiektasis, inf piogenik kronik lainnya. Era antibiotik morbiditi dan mortiliti prognosis baik. Insiden: USA belum diketahui Px 1520% me 30-40% preantibiotik. RSUD dr Soetomo SMF Paru Th 2002-2003 20 kasus dengan mortaliti 10%.21 August 2011 Abses Paru 3

PREDISPOSISI Faktor terpenting adalah aspirasi ~ dgn ggn kesadaran. Penyebab gangguan kesadaran : alkoholisme, stroke, general anestesi, adiksi atau overdosis obat, kejang, koma diabetik, syok, dan peny berat lainnya. Faktor lain: disfagi : tonsilektomi, peny oesofagus, intervensi sphingter cardiac (NGT & pipa endotrakeal) Mekanisme clearance normal rusak sekret teraspirasi infeksi paru. Penggunaan antasida & AH2 kolonisasi kuman gram negatif. Penyakit periodontal atau ginggivitis, imunosupressan.

21 August 2011

Abses Paru

4

ETIOLOGI Infeksi dari aspirasi jalan napas bag atas. Penyakit gigi normal flora (anaerob, aerob, atau jamur). Kuman penyulit : K. pneumonia, S. aureus, Streptococcus hemolitikus, Actynomyces israella. Infeksi sekunder dari infark paru. Perluasan abses hepar subdiafragma paru kanan: biasanya amuba atau bakterial. Endokarditis kanan atau inf endovaskuler vena leher bakteriemia.21 August 2011 Abses Paru 5

PATOGENESIS Umumnya kuman abses paru berasal dari normal flora tubuh. S.aureus, Klebsiella, Streptococcus spp, H. influenza, kuman anaerob nosokomial. Lokasi tersering paru kanan: segmen posterior lobus atas dan segmen superior lubus bawah. Bronkus kanan sudut kurang tajam tempat predileksi aspirasi >>. Normal aspirasi akan teratasi oleh mekanisme siliari, batuk, makrofag alveolar.Abses Paru 6

21 August 2011

Patogenesis (contd)Abses paru terbentuk, ada 2 mekanisme: 1. Kuman normal flora teraspirasi reaksi netrofilik nekrosis. Kuman penyebab>>> anaerob dari saluran napas atas. 2. Penyebaran secara hematogen. Hematogen keparu pneumonia abses kavitasi

21 August 2011

Abses Paru

7

GAMBARAN KLINIS Akut atau kronis. Mirip gx pneumonia spt malaise, anorexia, batuk berdahak, berkeringat, panas badan. Pada keadaan daya tahan buruk : panas tinggi, batuk purulen, batuk darah. Foetor ex oro ~ anaerob Nyeri dada ~ pleura.21 August 2011 Abses Paru 8

Gambaran klinis( contd) Oral higiene mulut jelek, ggn kesadaran, alkoholisme. Clubbing finger, namun jarang sejak adanya antibiotika tjd 3-4 mgg jika drainase tidak adekwat.

21 August 2011

Abses Paru

9

KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGI Penelitian o/ Bartleth pd 26 Px 24 anaerob. Dari 24 ada 16 Microaerophillic streptococcus, sisanya aerob dan fakultatif. Kultur murni batang gram negatif dan coccus gram positif. Studi retrospektif : rata-rata 3,5 anaerob dan 1,1 aerob. Aerob : Alpha hemolitikus dan Streptococcus, Anaerob Provotella bacterioides ( Fragillis, Fusobacterium nucleatum, dan Peptostreptococcus ssp.)21 August 2011 Abses Paru 10

TABLE -- Anaerobes Most Commonly Encountered in Pleuropulmonary Infection Gram-negatif bacilli Pigmented Prevotella Prevotella oralis group Prevotella oris Prevotella buccae Prevotella bivia Sutterella wadsworthensis Bacteroides fragilis group Fusobacterium nucleatum Fusobacterium necrophorum Fusobacterium naviforme Fusobacterium gonidiaformans Gram-positive cocci Peptostreptococcus (especially Peptostreptococcus micros, Peptostreptococcus anaerobius, Peptostreptococcus magnus, Peptostreptococcus asaccharolyticus, Peptostreptococcus prevotii, Peptostreptococcus intermedius )*

Microaerophilic streptococci Gram-positive spore-forming bacilli Clostridium perfringens, Clostridium ramosum Gram-positive non-spore-forming bacilli Actinomyces spp. Propionibacterium propionicum Bifidobacterium dentium 21 August 2011 Abses Paru 11

Karakteristik Mikrobiologik (contd) Penyebab terbesar pneumonia nekrotikan: S. aureus, S. pyogenus, K pneumonia, dan P. aeruginosa. Hematogen ~ 3 kel besar : coccus gram positif (Staphylococcus); Bacilli enteric gram negatif; dan Bacteria anaerobic. Kuman penyebab tersering abses paru melalui hematogen (bakteriemia) : Staphylococcus aureus. Bakteriemia emboli sepsis pelvis atau endokarditis, tromboflebitis vena dalam, inf nosokomial, aborsi, Inf traktus urinaria, dan manipulasi operasi bedah perut.21 August 2011 Abses Paru 12

DIAGNOSIS Seperti pada umumnya : anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium, gambaran radiologis dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis terutama dari gambaran foto toraks

21 August 2011

Abses Paru

13

21 August 2011

Abses Paru

14

Abscess formation

21 August 2011

Abses Paru

15

Gambaran Mikroskopis

21 August 2011

Abses Paru

16

Diagnosis (contd) CT scan mendeteksi kavitas, lesi obstruksi endobronkhial. Kultur bakteriologi Dx spesifik, Hasil representatif sulit sehingga perlu tehnik khusus. Abses diperifer atau kecil aspirasi dgn bronkoskopi sulit mudah tjd laserasi paru. Penting mengetahui adanya benda asing atau tumor. Bronkoskopi ~ endotrakeal double tube, melindungi sisi yg sehat dari sekret atau perdarahan.21 August 2011 Abses Paru 17

Gambar CT Scan Abses Paru

21 August 2011

Abses Paru

18

DIAGNOSIS BANDING Karsinoma paru dg kavitasi. Tuberkulosis. Kista paru terinfeksi. Infeksi jamur. Bronkostenosis. Nodul rematoid nekrotik. Vaskulitis Infark paru

21 August 2011

Abses Paru

19

TERAPI Abses paru diterapi dengan antibiotik dan drainase abses. Konvensional penisilin adl obat pilihan, karena aktivitas invitro thd anaerob dan microaerophilic. Dari uji klinis klindamisin >> penisilin. Resistensi kuman thd penisilin >> t.u Bacteriodes ssp, anaerob dg beta laktamase. Kombinasi penisilin dg metronidasol hasil >>. Gol betalaktamase inhibitor, sefalosporin generasi kedua, karbapenem, dan penisilin antipseudomonas.21 August 2011 Abses Paru 20

TABLE -- Intravenous Antibiotic Therapy of Anaerobic Lung Abscess ANTIBIOTIC INTRAVENOUS DOSAGE RECOMMENDED REGIMENS Penicillin G Clindamycin Penicillin G plus metronidazole 23 million U 900 mg 23 million U 500 mg ALTERNATIVE REGIMENS Chloramphenicol Cefoxitin Cefotetan Piperacillin Ticarcillin Imipenem Meropenem Ampicillin/sulbactam Piperacillin/tazobactam Ticarcillin/clavulanate 500 mg 2g 2g 3g 3g 500 mg 1g 3g 3.375 g 3.1 g *

FREQUENC Y

q4h q8h q4h q6h

q6h q6h q12h q6h q6h q6h q8h q6h q6h q6h

*All dosages are for adults with normal renal function. These regimens have not been validated by clinical trials.

21 August 2011

Abses Paru

21

TABLE -- Oral Antibiotic Therapy of Anaerobic Lung Abscess

ANTIBIOTIC Penicillin G Clindamycin

DOSAGE 750 mg 300 mg 750 mg

*

FREQUENC Y qid qid qid qid bid

Penicillin G plus metronidazole Amoxicillin/clavulanate

500 mg 875 mg

*All dosages are for adults with normal renal function.

21 August 2011

Abses Paru

22

LAMA TERAPI Sekitar 2-4 bulan. Jika berat dgn parenteral, lalu ganti dengan oral. Foto toraks 50% dlm 4 minggu, dan 70% dlm 3 bulan. Kavitas besar >> lama sembuh. Sequele abses yg mirip kista terapi dihentikan, tak perlu tindakan pembedahan.

21 August 2011

Abses Paru

23

TERAPI SUPORTIF Postural drainage. Bronkoskopi dulu sbg dx dan untuk menyingkirkan kanker atau benda asing. saat ini, indikasi bronkosskopi :1. 2. 3. 4. Mendapatkan spesimen yang akurat. Petunjuk yg mengarah pd karsinoma. Pasien tidak bergigi. Drainase tidak adekwat dengan terapi fisik dan antibiotika.

21 August 2011

Abses Paru

24

Terapi suportif (contd) 5. Penderita tanpa presdiposisi spt: Demam minimal. Gejala sistemik minimal, Hitung lekosit tidak meningkat, Riwayat foto toraks mengarah pada benda asing. Riwayat foto toraks mengarah pada infeksi spesifik tapi tidak dapat ditegakkan

21 August 2011

Abses Paru

25

Terapi suportif (contd) Kavitas abses dg diameter besar terapi ~ invasif. Beberapa pustaka : insersi instrumen ke daerah abses melalui bronkoskopi dengan endotrakeal double lumen: mencegah asfiksia. Cara lain dengan rigid bronkoskopi. Cara yang ketiga: pemasangan endotrakeal tube dengan large-bore suction catheter. Untuk tindakan bedah lobektomi lebih baik daripada segmentomi agar kebocoran ke ruang pleura q21 August 2011 Abses Paru 26

Terapi suportif (contd) Jika hemoptisis masif persisten: indikasi pembedahan asfiksia. Pasien dijaga setenang mungkin, beri antitusif. Darah diukur tiap 8 jam, perdarahan dipantau dgn foto toraks teratur ~ cairan dlm rongga abses mengalami perubahan. Jika tdk dilakukan pembedahan maka dengan tamponade balon endotrakeal atau lavase saline es dgn rigid bronkoskopi21 August 2011 Abses Paru

27

PROGNOSIS Bervariasi tergantung dasar penyakit dan presdiposisi faktor penyebab. Kecepatan pemberian terapi prognosis >>> Mortaliti karena anaerob 15%. Hematogen S. aureus, K. pneumonia prognosisnya lebih jelek.

21 August 2011

Abses Paru

28

RINGKASAN Abses paru adalah infeksi supurasi parenkim paru dengan kavitas . Penyebab tersering aspirasi. Lokasi paru kanan: segmen posterior lobus superior dan segmen superior l