abses paru 03

Download Abses Paru 03

Post on 24-Jul-2015

91 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ABSES PARU

Oleh : dr. Fajar Aryandi Pendamping : dr. Vitalis Thalik, M.Kes

Identitas PasienNama Umur Alamat : Tn. A : 74 tahun : Lembang

Anamnesa Laki-laki, 74 tahun masuk UGD dengn keluhan batuk lama sejak 1 bulan terakhir, lendir (+) warna kehijauan dan berbau, darah

(-), sesak nafas (+), nyeri dada (+) menjalar ke lengan (-), rahang (-). Mual (+), muntah (+) frek.1x berisi sisa makanan, nyeri ulu hati (+). Demam (+) sejak 2 minggu terakhir. Riwayat Hipertensi (-), riwayat DM (+) berobat tidak teratur, riwayat merokok (+), penurunan BB (+)

Pemeriksaan Fisis

Tanda vital saat masuk : TD : 130/70 mmHg N : 92x/menit P: 28x/menit S: 38 C GCS 15 (E4M6V5) Pemeriksaan fisik thoraks : Inspeksi : Simetris kiri=kanan Palpasi : tidak teraba massa, NT (-) Perkusi : kiri = sonor, kanan = pekak pada apeks Auskultasi : Vesikuler, Rh +/+, Wh -/-

Riwayat pengobatan : (-) Riwayat kesehatan/penyakit : (-) Riwayat keluarga : Tidak ada keluarga pasien

yang memiliki keluhan yang sama seperti pasien Riwayat pekerjaan : Petani

PortofolioSubyektif: Pasien dengan keluhan batuk lama sejak 1 bulan terakhir, lendir (+) warna kehijauan dan berbau Pasien dengan sesak nafas dan nyeri dada yang tidak menjalar ke lengan ataupun rahang pasien dengan penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan Riwayat Demam sejak 2 minggu terakhir.

Tanda vital saat masuk : TD : 130/70 mmHg N : 92x/menit P: 28x/menit S: 38 C Dari hasil pemeriksaan fisik diperoleh, GCS E4M6V5 , pasien tampak sesak dan lemas Pemeriksaan fisik thoraks : Inspeksi : Simetris kiri=kanan Palpasi : tidak teraba massa, NT (-) Perkusi : kiri = sonor, kanan = pekak pada apeks Auskultasi : Vesikuler, Rh +/+, Wh -/-

Pemeriksaan penunjangLaboratorium: Darah Rutin WBC : 9,94.103; RBC : 3,86.106; HGB: 10,4; Plt: 403.103 GDS 118 mg/dL Radiologi Thorax PA : Perselubungan homogen pada lapangan atas dan tengah paru kanan dengan gambaran air fluid level. Cor : dalam batas normal Sinus dan Diaphragma baik Tulang-tulang intak Kesan: Abses Paru Dekstra

AssesmentAbses paru adalah suatu lesi nekrotik (kavitas) dalam parenkim paru yang berisi pus yang disebabkan oleh infeksi mikroba. Dalam fase dini tidak dapat dibedakan dengan pneumonia yang terlokalisasi, setelah berhubungan dengan bronkus dan terjadi drainase mulai terlihat batas permukan udaracairan dalam daerah peradangan Gejala klinis : Demam selama 1-3 minggu, menggigil Batuk lama yang produktif dengan sputum yang banyak, berbau busuk, purulen, berwarna kuning kehijauan sampai coklat kehitaman akibat bercampur darah, hemotisis masif Nyeri dada (jika abses terbentuk dekat pleura). Terdapat nyeri pleura yang hebat disertai dyspneu jika abses pecah ke dalam rongga pleura Sesak nafas tapi tidak khas kecuali pada peradangan yang luas Lemas, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan Riwayat aspirasi seperti epilepsi, gangguan kesadaran, atau pasca pembedahan.

Pemeriksaan fisik :

Pada pemeriksaan rongga mulut didapatkan higien mulut yang jelek Pada pemeriksaan perkusi terdengar pekak pada daerah abses dan pada auskultasi didapatkan suara nafas melemah,suara nafas bronchial, rhonki basah Dapat ditemukan clubbing finger tetapi jarang

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium - Darah Rutin Leukositosis, Hitung jenis sel darah putih terdapat shift to the left, LED meningkat, anemia. - Pemeriksaan sputum diperiksa secara makroskopis dan mikroskopis untuk identifikasi organisme, pewarnaan gram, jamur, pemeriksaan basil tahan asam, biakan mikroorganisme aerob dan anaerob Untuk menegakkan diagnosa klinis dan etiologis Pemeriksaan kultur bakteri dan tes kepekaan antibiotic Jika perlu dilakukan pemeriksaan sitologi untuk karsinoma

Radiologi Thorax PA CT scan paru USG Penatalaksanaan : Penggunaan Antibiotik Pembedahan jika : Respon yang rendah terhadap pemberian antibiotik Abses yang besar dan menggangu proses ventilasi dan perfusi Infeksi paru yang berulang Adanya gangguan drainase karena obstruksi

PlanPenanganan awal (UGD): O2 4 lpm IVFD NaCl 0.9% 16 tpm Ranitidin amp/8j/iv Cefadroxly 2x500mg Ambroxol 3x1 tab Paracetamol 3x500mg Penanganan di perawatan oleh Spesialis Interna : IVFD RL 28 tpm Ciprofloxacin 1gr/12j/iv Metronidazole 3x500 mg Ambroxol 3x1 tab Paracetamol 3x500 mg Salbutamol 3x2 mg Codein 3x10 mg Interhistin 3x1

Fibroadenoma Mammae

Identitas PasienNama Umur Alamat : Nn. T : 22 tahun : Malewang

Anamnesa Pasien MRS dengan keluhan benjolan pada mammae

sinistra, benjolan ada 2 masing-masing di kuadrankanan atas ukuran 3x3x3 cm dan kuadran kiri atas ukuran 3x3x3 cm, benjolan padat, kenyal, mobile,

nyeri (-), riw. Demam(-), tanda radang (-), tandaretraksi (-),peau d orange (-). Batuk (-), lendir (-), sesak (-), Mual(-), muntah (-).

Riwayat trauma (-) , Riwayat pengobatan sebelumnya(-).

Pemeriksaan FisisTanda vital saat masuk : T: 110/70 N: 88 x/mnt P: 16 x/mnt S: 36,8 0C Kesadaran: baik, Tanda Klinis: benjolan (+) mammae sinistra, 1 di kuadran kiri atas ukuran 3x3x3 cm, 1 di kuadran kanan atas ukuran 3x3x3 cm, bnjolan padat, kenyal, mobile. Tanda radang (-), tanda retraksi (-), peau d orange (-), pembesaran kelenjar (-).

Pemeriksaan penunjang Lab : DR : WBC: 7.51. 103, RBC: 4.34. 106, Hb: 13.2g/dl, Plt: 330. 103, Elektrolit : Na: 12 mEq/l, K: 4,4mEq/l, Cl: 101 mEq/l, GDS : 92

g/dl

Portofolio Pasien MRS dengan keluhan benjolan pada mammae sinistra masing-masing di kuadran kanan atas ukuran 3x3x3 cm dan kuadran kiri

atas ukuran 3x3x3 cm Tidak ada riwayat pengobatan sebelumnya

Obyektif : T: 110/70, N: 88 x/mnt, P: 16 x/mnt, S: 36,8 0C Kesadaran: baik Pada pemeriksaan fisis didapatkan benjolan padat, kenyal, mobile Lab : DR : WBC: 7.51. 103, RBC: 4.34. 106, Hb: 13.2g/dl, Plt: 330. 103, Elektrolit : Na: 12 mEq/l, K: 4,4mEq/l, Cl: 101 mEq/l, GDS : 92 g/dl FNA : Makroskopik :2 jaringan tumor ukuran 4x3x3 cm dan 3x3x3 cm, penampang putih, padat, kenyal,2c Mikroskopik : Sediaan jaringan menunjukkan proliferasi epithel duktus asini kel. Mammae berbentuk per dan intrakanalikuler di antara stroma mixomatous yang hyperplasia. Kesan : FAM

AssesmentFibroadenoma adalah benjolan padat yang kecil dan jinak pada payudara yang teridiri dari jaringan kelenjar dan fibrosa. Benjolan ini biasanya ditemukan pada wanita muda, seringkali ditemukan pada remaja putri. Tumor ini terdiri dari gabungan antara kelenjar glandula dan fibrosa

Pemeriksaan Penunjang : Salah satu pemeriksaan penunjang yang paling penting adalah Fine Needle Aspiration (FNA) atau Biopsi Aspirasi Jarum Halus merupakan pemeriksaan yang cepat untuk membantu dokter menegakkan diagnosis keganasan pada pasien dengan massa di payudara. USG Mammografi (

Deteksi Dini

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian bawah. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara. Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri.Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu. Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan, dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri.

Plan Pembedahan Perawatan Post-Op Setelah dilakukan pembedahan pada pasien, pasien sebaiknya dirawt di Rumah Sakit sampai keadaan umum aik dan stabil. Pasien diberika terapi berupa : -Rawat luka - Ciprofloxacin 2x 500 mg (selama 5 hari) - Asam Mefenamat 3x500 mg (selama 3 hari) - Ranitidin 3x1 ( selama 5 hari)

Terima Kasih