abses otak

Download abses otak

Post on 10-Nov-2015

102 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

abses otak

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

A.Latar BelakangAbsesotakdidefinisikan sebagaiproses fokalsupuratifdalamparenkimotakyang dimulaisebagai daerahlokal dariserebridan berkembang menjadikumpulannanahdikelilingiolehkapsule yang tervaskularisasi dengan baik. Insidenabses otakdinegara majuadalah rendah, antara 1-2%sementara dinegara-negara berkembangmencapai 8%dari semuapasien yang mempunyai lesi di intrakranial.Abses otakadalahpenyakit fataldengan kematianantara30%dan 60%sampaiakhir 1970-an,ketikaketersediaanteknikbedahmembaik,terapiantimikrobaefektifdan diagnostikmodernmodalitaspencitraanmengakibatkanpenurunan dramatisangka kematianmenjadi sekitar10%.Namun,masih tetapperawatanmasalah kesehatanyang signifikan dalambanyak negaradengantingkat kematiandilaporkanantara 17% dan32%pasien.Abses otak paling sering berasal dari sisi infeksi bersebelahan yang ada sepertiotitis media kronis, mastoiditis, sinusitis, atau karies gigi tetapi juga dapat terjadi langsung setelah penetrasi cedera kepala, prosedur bedah saraf atau secara hematogen seperti pada anak-anak dengan penyakit sianotik jantung bawaan. Dalam 25% kasus tidak ada sumber primer yang jelas dari timbulnya infeksi.Awaldiagnosis,terapi antibiotik yang tepatberdasarkanpengetahuan tentangpenyebab mikrobadanoperasimerupakan faktorprognostik utamauntuk abses otak. Kulturnegatiftelahdilaporkan dari9%menjadi 63%dalam dokumentasikasusabsesotakdan alasan dalam kasusu tersebut belum begitu jelas. Meskipunabsesotakterusmenjadi masalahutama di negara berkembang,diterbitkansedikit data tentangjumlah kasusyangterbatasyangtersedia darinegara berkembangtermasukIndia.Klien denganbrain abscessmembutuhkan perhatian dan penanganan yang serius, oleh karena itu pentingnya merumuskan asuhan keperawatan berdasarkan NANDA, NIC, dan NOC adalah untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan meningkatkan kualitas hidup klien. Dengan berkolaborasi bersama dengan profesi tenaga kesehatan yang lain, diharapkan tujuan dari pemberian pelayanan kesehatan pada klien denganbrain abscessakan tercapai.

B.Rumusan Penulisan1.Apakah abses otak itu?2.Bagaimana suhan keperawatan pada klien dengan abses otak berdasarkan NANDA, NIC dan NOC melalui pengkajian Gordon?

C.TujuanTujuan dari penyusunan laporan ini adalah:1.untuk mengetahui abses otak,2.untuk mengetahui asuhan keperawatan pada klien dengan abses otak berdasarkan NANDA, NIC dan NOC melalui pengkajian Gordon

D.Manfaat1.Mahasiswa mampu mengetahui abses otak2.Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami asuhan keperawatan pada klien dengan abses otak berdasarkan NANDA, NIC dan NOC melalui pengkajian Gordon

BAB IITINJAUAN TEORI

A.DefinisiAbses otak adalah kumpulan nanah yang terbungkus oleh suatu kapsul dalam jaringan otak yang disebabkan karena infeksi bakteri atau jamur. Abses otak merupakan kumpulan dari unsur-unsur infeksius dalam jaringan otak. Abses ini dapat terjadi melalui :1.Invasi otak langsung dari trauma intracranial atau pembedahan.2.Penyebaran infeksi dari daerah lain seperti sinus, telinga, dan gigi (infeksi sinus paranasal, otitis media, sepsis gigi).3.Penyebaran infeksi dari organ lain (abses paru-paru, endokarditis infektif).Abses otak banyak terjadi pada penderita yang mengalami gangguan kekebalan tubuh (seperti penderita HIV positif atau orang yang menerima transplantasi organ).B.Patofisiologi1.PenyebabBerbagai mikroorganisme dapat ditemukan pada abses otak, yaitu bakteri, jamur dan parasit. Bakteri yang tersering adalahStaphylococcus aureus,Streptococcus anaerob,Streptococcus beta hemolyticus,Streptococcus alpha hemolyticus,E. colidanBaeteroides. Abses olehStaphylococcusbiasanya berkembang dari perjalanan otitis media atau fraktur kranii. Bila infeksi berasal dari sinus paranasalis penyebabnya adalahStreptococcusaerobdananaerob,StaphylococcusdanHaemophilus influenzae. Abses olehStreptococcusdanPneumococcussering merupakan komplikasi infeksi paru. Abses pada penderita jantung bawaan sianotik umumnya olehStreptococcusanaerob. Penyakit jantung bawaan sianotik dengan pirau dari kanan ke kiri. (misalnya padaTetralogy of Fallot), terutama pada anak berusia lebih dari 2 tahun, merupakan faktor predisposisi terjadinya abses otak.Jamur penyebab abses otak antara lainNocardia asteroides,Cladosporium trichoides, spesiesCandidadanAspergillus. Walaupun jarangEntamuba histolitica, suatu parasit amoeba usus dapat menimbulkan abses otak secara hematogen.

2.Manifestasi klinisa.Umumnya diakibatkan oleh edema, pergeseran otak, infeksi, atau lokasi abses.b.Sakit kepala, biasanya pada pagi hari, merupakan gejala berkelanjutan yang paling sering.c.Muntah, tanda-tanda neurologis fokal (kelemahan ekstremitas, penurunan, penglihatan, kejang ) mungkin tergantung pada tempat abses.d.Perubahan dalam status mental, misalnya letargi, kekacauan mental, peka rangsang, atau perilaku disorientasi.e.Demam mungkin ada atau mungkin pula tidak ada.Fase awal abses otak ditandai dengan edema lokal, hiperemia infiltrasi leukosit atau melunaknya parenkim. Trombisis sepsis dan edema. Beberapa hari atau minggu dari fase awal terjadi prosesliquefactionatau dinding kista berisi pus. Kemudian terjadi ruptur, bila terjadi ruptur maka infeksi akan meluas keseluruh otak dan bisa timbul meningitis.Abses otak dapat terjadi akibat penyebaran perkontinuitatum dari fokus infeksi di sekitar otak maupun secara hematogen dari tempat yang jauh, atau secara langsung seperti trauma kepala dan operasi kraniotomi. Abses yang terjadi oleh penyebaran hematogen dapat pada setiap bagian otak, tetapi paling sering pada pertemuan substansia alba dan grisea; sedangkan yang perkontinuitatum biasanya berlokasi pada daerah dekat permukaan otak pada lobus tertentu.Abses otak bersifat soliter atau multipel. Yang multipel biasanya ditemukan pada penyakit jantung bawaan sianotik, adanyashuntkanan ke kiri akan menyebabkan darah sistemik selalu tidak jenuh sehingga sekunder terjadi polisitemia. Polisitemia ini memudahkan terjadinya trombo-emboli. Umumnya lokasi abses pada tempat yang sebelumnya telah mengalami infark akibat thrombosis, tempat ini menjadi rentan terhadap bakteremi atau radang ringan. Karena adanya shunt kanan ke kin maka bakteremi yang biasanya dibersihkan oleh paru-paru sekarang masuk langsung ke dalam sirkulasi sistemik yang kemudian ke daerah infark. Biasanya terjadi pada umur lebih dari 2 tahun. Dua pertiga abses otak adalah soliter, hanya sepertiga abses otak adalah multipel. Pada tahap awal abses otak terjadi reaksi radang yang difus pada jaringan otak dengan infiltrasi lekosit disertai udem, perlunakan dan kongesti jaringan otak, kadang-kadang disertai bintik perdarahan. Setelah beberapa hari sampai beberapa minggu terjadi nekrosis dan pencairan pada pusat lesi sehingga membentuk suatu rongga abses. Astroglia, fibroblas dan makrofag mengelilingi jaringan yang nekrotik. Mula-mula abses tidak berbatas tegas tetapi lama kelamaan dengan fibrosis yang progresif terbentuk kapsul dengan dinding yang konsentris. Tebal kapsul antara beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter.Gambar 1. Abses Otak

Gambar 2. Patofisiologi dan masalah keperawatan abses otak2. Gangguan bersihan jalan napas.

Faktor -faktor predisposisi : invasi bakteri ke otak langsung, penyebaran infeksi dari daerah lain, penyebaran infeksi dari organ lain.

Infeksi atau septicemia jaringan otak.

Proses supurasi dari meningen.

Pembentukan transudat dan eksudat.

Peningkatan tekanan Intrakranial.

Penekanan area fokal

Edema serebral

Penekanan area pengatur kesadaran.

Kejang dan nyeri kepala.

1.Gangguan perfusi jaringan serebral.

Perubahan tingkat kesadaran letargik, perubahan perilaku, disorientasi, dan fotofobia.

3. nyeri4. risiko tinggi cidera

Penurunan kesadaran.

Koma.

Kematian .

7. koping keluarga tidak efektif.8. kecemasan keluarga.

Perubahan pemenuhan nutrisi.

Intake nutrisi tidak adekuat.

9. pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan.

5. gangguan mobilitas fisik.

6. Gangguan persepsi sensorik.

Penumpukan secret, kemampuan batuk menurun.

C.Pemeriksaan dan Diagnosis1.AnamnesisSakit kepala merupakan keluhan dini yang paling sering dijumpai (7090%). Terkadang juga didapatkan mual, muntah dan kaku kuduk (25%).a.Pemeriksaan fisikPanas tidak terlalu tinggi. Defisit neurologis fokal menunjukkan adanya edema di sekitar abses. Kejang biasanya bersifat fokal. Gangguan kesadaran mulai dari perubahan kepribadian, apatis sampai koma. Apabila dijumpai papil edema menunjukkan bahwa proses sudah berjalan lanjut. Dapat dijumpai hemiparese dan disfagia.b.Pemeriksaan laboratoriumDarah: jarang dapat memastikan diagnosis. Biasanya leukosit sedikit meningkat dan laju endap darah meningkat pada 60% kasus.Cairan Serebro Spinal (CSS): dilakukan bila tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intra kranial (TIK) oleh karena dikhawatirkan terjadi herniasi.c.Pemeriksaan radiologiCT ScanCT scan kepala dengan kontras dapat dipakai untuk memastikan diagnosis. Pada stadium awal (1 dan 2) hanya didapatkan daerah hipodens dan daerah irreguler yang tidak menyerap kontras. Pada stadium lanjut (3 dan 4) didapatkan daerah hipodens dikelilingi cincin yang menyerap kontras.2.DiagnosaGejala awal abses otak tidak jelas karena tidak spesifik. Pada beberapa kasus, penderita yang berobat dalam keadaan distress, terus menerus sakit kepala dan semakin parah, kejang atau defisit neurologik (misalnya otot pada salah satu sisi bagian tubuh melemah). Dokter harus mengumpulkan riwayat medis dan perjalanan penyakit penderita serta keluhan-keluhan yang diderita oleh pasien. Harus diketahui kapan keluhan pertama kali timbul, perjalanan penyakit dan apakah baru-baru ini pernah mengalami infeksi. Untuk mendiagnosis abses otak dilakukan pemeriksaanCT scan(computed tomography) atauMRIscan(magnetic resonance imaging) yang secara mendetil memperlihatkan gamb