abses mandibula

Download abses mandibula

Post on 04-Jan-2016

565 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

abses mandibula merupakan

TRANSCRIPT

Abses perimandibular adalah abses yang berlokasi pada margo mandibula sampai submandibular space, merupakan kelanjutan serous periostitis.

Patofisiologi : Proses supurasi yang mencari jalan keluar ekstraoral dan terlokalisir di antara margo inferior mandibula sampai submandibular space.

Pada pemeriksaan didapatkan:

Keadaan umum:

- Lemah, lesu, malaise

- Demam

Pemeriksaan Ekstra oral :

- Asimetri wajah

- Tanda radang jelas

- Trismus

- Fluktuasi +/-

- Tepi rahang tidak teraba

Pemeriksaan intra oral:

- Periodontitis akut

- Muccobuccal fold normal

- Fluktuasi (-)

Abses submandibular adalah abses yang berlokasi pada submandibular space.

Submandibular space memiliki batas inferior fascia profunda dari hyoid sampai mandibula, batas lateral corpus mandibula, dan batas superior mukosa dasar mulut.

Keadaan umum:

- Lemah, lesu, malaise

- Demam

Pemeriksaan Ekstra oral :

- Asimetri wajah

- Tanda radang jelas

- Fluktuasi +

- Tepi rahang teraba

Pemeriksaan intra oral:

- Periodontitis akut

- Muccobuccal fold

- Fluktuasi (-)

Abses pterygomandibular adalah abses yang terjadi pada petrygomandibular space. Abses dibatasi di bagian medial oleh M. pterygoideus dan lateral oleh ramus mandibula.

Klinis: nyeri telan, trismus +/-, bengkak EO tidak nyata

Intraoral: Fluktuasi (+)

Pada periodontitis ringan, perawatan tahap awalnya cukup dengan terapi non bedah meliputi pembersihan karang gigi (scaling) dan penghalusan akar (root planing) yang dilakukan oleh dokter gigi, karena karang gigi tidak dapat hancur hanya dengan penyikatan gigi.

Bila perlu, pasien diresepkan obat kumur dan antibiotik untuk membantu melawan bakteri penyebab infeksi.

Pada kasus sedang hingga berat, terapinya meliputi terapi bedah dan non bedah, supaya terjadi pembentukan jaringan baru yang sehat. Gambar disamping mengilustrasikan penghalusan akar dan pembentukan kembali tulang rahang yang rusak, lalu setelahnya gusi ditutup kembali dengan penjahitan.

Perawatan terkini dengan menggunakan laser semakin dikembangkan, karena dengan pemakaian laser luka sang

Laporan Pendahuluan Abses

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ABSES MANDIBULA

BAB IKONSEP DASAR

Bab ini ber isi tentang konsep dasar asuhan keperawatan pada klien abses mandabula. Secara umum dan khusus tentang abses menurut definisi, etlologi:A. DefinisiAbses adalah suatu penimbunan nanah, biasanya terjadi kibat atau infeksi bakteri. (www.,medicastore.com,2004)Abses adalah infeksi kulit dan subkutis dengan gejalaberupa kantong berisi nanah. (Siregar, 2004). Sedangkan abses mandibula adalah abses yang terjadi di mandibula. Abses dapat terbentuk di ruang submandibula atau salah satu komponennya sebagai kelanjutan infeksi dari daerah leher. (Smeltzer dan Bare, 2001)

B. PenyebabMenurut Siregar (2004) suatu infeksi bakteri bisa menyebabkan abses melalui beberapa cara antara lain:1. Bakteri masuk kebawah kuit akibatluka yang berasal dari tusukan jarum yang tidak steril2. Bakteri menyebar dari suatu infeksi dibagian tubuh yang lain3. Bakteri yang dalam keadaan normal hidup di dalam tubuh manusia dan tidak menimbulkan gangguan, kadang bisa menyebabkan terbentuknya abses.Lebih lanjut Siregar (2004) menjelaskan peluang terbentuknya suatu abses akan meningkat jika :1. Terdapat kotoran atau benda asing di daerah tempat terjadinya infeksi2. Darah yang terinfeksi mendapatkan aliran darah yang kurang3. Terdapat gangguan sisitem kekebalan.Menurut Hardjatmo Tjokro Negoro, PHD dan Hendra Utama, (2001), abses mandibula sering disebabkan oleh infeksi didaerah rongga mulut atau gigi. Peradangan ini menyebabkan adanya pembengkakan didaerah submandibula yang pada perabaan sangat keras biasanya tidak teraba adanya fluktuasi. Sering mendorong lidah keatas dan kebelakang dapat menyebabkan trismus. Hal ini sering menyebabkan sumbatan jalan napas. Bila ada tanda-tanda sumbatan jalan napas maka jalan napas hasur segera dilakukan trakceostomi yang dilanjutkan dengan insisi digaris tengah dan eksplorasi dilakukan secara tumpul untuk mengeluarkan nanah. Bila tidak ada tanda- tanda sumbatan jalan napas dapat segera dilakukan eksplorasi tidak ditemukan nanah, kelainan ini disebutkan Angina ludoviva (Selulitis submandibula). Setelah dilakukan eksplorasi diberikan antibiotika dsis tinggi untuk kuman aerob dan anaerob.Abses bisa terbentuk diseluruh bagian tubuh, termasuk paru-paru, mulut, rektum, dan otot. Abses yang sering ditemukan didalam kulit atau tepat dibawah kulit terutama jika timbul diwajah.

C. PatofisiologiJika bakteri menusup kedalam jaringan yang sehat, maka akan terjadi infeks. Sebgian sel mati dan hancur, menigglakan rongga yang berisi jaringan dan se-sel yang terinfeksi. Sel-sel darah putih yang merupakan pertahanan tubuh dalalm melawan infeksi, bergerak kedalam rongga tersebut, dan setelah menelan bakteri.sel darah putih kakan mati, sel darah putih yang mati inilah yang memebentuk nanah yang mengisis rongga tersebut.Akibat penimbunan nanah ini, maka jaringan disekitarnya akan terdorong jaringan pada akhirnya tumbuh di sekliling abses dan menjadi dinding pembatas. Abses hal ini merupakan mekanisme tubuh mencefah penyebaran infeksi lebih lanjut jka suat abses pecah di dalam tubuh maka infeksi bisa menyebar kedalam tubuh maupun dibawah permukaan kulit, tergantung kepada lokasi abses.(www.medicastre.com.2004).Pathway (Hardjatmo Tjokro Negoro, PHD dan Hendra Utama, 2001)

D. Tanda dan GejalaMenurut Smeltzer dan Bare (2001), gejala dari abses tergantung kepada lokasi dan pengaruhnya terhadap fungsi suatu organ saraf. Gejalanya bisa berupa :1. Nyeri 2. Nyeri tekan3. Teraba hangat4. Pembengakakan5. Kemerahan6. Demam Suatu abses yang terbentuk tepat dibawah kulit biasanya tampak sebagi benjolan. Adapun lokasi abses antar lain ketiak, telinga, dan tungkai bawah. Jika abses akan pecah, maka daerah pusat benjolan akan lebih putih karena kulit diatasnya menipis. Suatu abses di dalam tubuh, sebelum menimbulkan gejala seringkali terlebih tumbuh lebih besar. Abses dalam lebih mungkin menyebarkan infeksi keseluruh tubuh.Adapun tanda dan gejala abses mandibula adalah nyeri leher disertai pembengkakan di bawah mandibula dan di bawah lidah, mungkin berfluktuasi.

E. Pemeriksan Diagnosis Menurut Siregar (2004), abses dikulit atau dibawah kulit sangat mudah dikenali. Sedangkan abses dalam sering kali sulit ditemukan. Pada penderita abses, biasanya pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih. Untuk menetukan ukuran dan lokasi abses dalam bissxa dilkukan pemeriksaan rontgen,USG, CT, Scan, atau MRI.

F. Pengobatan Menurut FKUI (1990), antibiotika dosis tinggi terhadap kuman aerob dan anaerob harus diberikan secara parentral. Evaluasi abses dapat dilakukan dalam anasksi lokalal untuk abses yang dangkal dan teriokalisasi atau eksplorasi dalam narkosis bila letak abses dalam dan luas. Insisi dibuat pada tempat yang paling berfluktuasi atau setinggi 05 tiroid, tergantung letak dan luas abses. Pasien dirawat inap sampai 1-2 hari gejala dan tanda infeksi reda.Suatu abses seringkali membaik tanpa pengobatan, abses akan pecah dengna sendirinya dan mengeluarkan isinya.kadang abses menghilang secara perlahan karena tubuh menghancurkan. infeksi yang terjadi dan menyerap sisa-sisa infeksi, abses pecah dan bisa meninggalkan benjolan yang keras.Untuk meringankan nyeri dan mempercepat penyembuhan, suatu abses bisa ditusuk dan dikeluarkan isinya. Suatu abses tidak memiliki aliran darah, sehingga pemberian antibiotik biasanya sia-sia Antibiotik biasanya diberikan setelah abses mengering dan hal ini dilakukan untuk mencegah kekambuhan. Antibiotik juga diberikan jika abses menyebarkan infeksi kebagian tubuh lainnya.

G. Diagnosa KeperawatanMenurut T. Heather Herdman, et.al (2007), diagnosa keperawatan yaitu :1. Nyeri Akut yang berhubungan dengan egen injuri biologi2. Hipertermi yang berhubungan dengan proses penyakit3. Kerusakan Intergritas kulit yang berhubungan dengan trauma mekanik.

H. Rencana KeperawatanMenurut Johnson, Marion Meridean Maas dan Sue Moorhead, ed (2000) rencana keperawatan terdiri dari :1. Nyeri Akut yang berhubungan dengan Agen Injury Biologia. Tujuan Level nyaman.b. Kriteria hasil :No Indikator 1 2 3 4 51. Melaporkan secara fisik sehat 2. Meloporkan puas dapat mengontrol gejala 3. Mengekspresikan puas dengan fisiknya 4. Mengekspresikan kepuasan dengan berhubunganSosial 5. Mengekspresikan kepuasan secara spiritua 6. Melaporkan puas dengan kemandiriannya 7. Melaporkan puas dengan kontrol nyeri

Keterangan :1 : Sangat tidak sesuai2 : Sering tidak sesuai3 : Kadang tidak sesuai4 : Jarang tidak sesuai5 : Sesuaic. Intervensi (Joane C, Mc.Closkey, 1996)1) Manajemen Nyeria) Kaji nyeri secara komprehensif meliputi lokasi, karakteristik durasi, frekuensi, dan faktor presipitas.b) Observasi reaksi non verbal dari ketidak nyamananc) Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungand) Berikan analgesik untuk mengurangi nyeri, klabrasi dengan dokter jika ada komplai dan tindakan nyeri yang tidak berhentie) Ajarkan teknik non farmakologi, lbiotedback, leahsasi, distraksi, anagenh administrasif) Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas dan derajat nyeri sebelum obat g) Cek riwayat alergih) Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kalii) Berikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat sesuai porgramj) Evaluasi efektifitas analgesik tanda dan gejala efek sampingk) Laksanakan terapi dokter untuk pemberian obat2. Hipertermi yang berhubungan dengan proses penyakit (Johnson, Marion Meridean Maas dan Sue Moorhead, ed., 2000)a. Tujuan : Status termoregulasi b. Kriteria hasil :No Indikator 1 2 3 4 51. Suhu tubuh DBN 2. Perubahan warna ku