AB Pinbuk Peran BMT Umum

Download AB Pinbuk Peran BMT Umum

Post on 20-Jun-2015

1.549 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>PERAN STRATEGIS LKM SYARIAH BMT DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT &amp; UMKM</p> <p>ASLICHAN BURHAN EL - BLITARYPusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil - PINBUK Gd. ICMI Center Lt.4, Jl. Warung Jati Timur No.1 Jakarta Selatan 12740 T. 79180980 F. 79192310 HP. 0815.880.2555, Email : abburhanson@yahoo.com</p> <p>Tujuan Negara dalam Pembukaan UUD 1945 khususnya Alinea Keempat adalah: seluruh rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Memajukan kesejahteraan umum. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Batang Tubuh UUD RI 1945 terutama Pasal 33 yaitu: Bumi, air dan serta alam yang terkandung Ikut kekayaanmenjaga ketertibandi dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan dunia. sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, dan Pasal34 yang berbunyi: Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara Oleh Negara.</p> <p> Melindungi</p> <p>1. PENGANGGURAN 2. KEMISKINAN 3. KESENJANGAN PERTUMBUHAN</p> <p> Penduduk miskin pada tahun 2006 berjumlah 39,05 juta jiwa atau 17,75 %, naik 4,05 juta jiwa atau 11,57 % dari jumlah penduduk miskin pada tahun 2005 sebanyak 35 juta jiwa atau 15,95 % dari total penduduk (BPS-PUSDATIN, 2006). Terdapat 14,8 juta jiwa Fakir Miskin dan 19,2 juta rumah tangga miskin (PUSDATIN, 2005). Kawasan kumuh dan kantong kemiskinan di 110 kota dan 42.000 desa serta 6,5 juta unit rumah tidak layak huni (PUSDATIN, 2005). Pengangguran terbuka 10,24 % dari total angkatan kerja (BAPPENAS, 2005). Pertumbuhan ekonomi 5,8 % dan inflasi 8 % (APBN-P,</p> <p>BENANG KUSUT KEMISKINANSakitsakitan Gizi Tak tercu kupi Tidak produktif pendapatan rendah Biaya Pendidikan Tdk ada Kualitas SDM rendah Pekerja Kasar Tidak Bisa usaha Sakit Tak berobat</p> <p>Tdk ada dana proteksi resiko</p> <p>Usaha tidak berkembang</p> <p>Tdk punya asset u/ jaminan</p> <p>Sulit menambah modal5</p> <p>Background: Key Constraints in SMEs Business EnvironmentPublic Services Information</p> <p>Administratio n Bureaucracy</p> <p>Input/output Markets</p> <p>Finance</p> <p>Finance</p> <p>Access toKnow-how Skills Technology Networks</p> <p>Hernandi de Soto dalam buku The Mystery of Capital (2001) menggambarkan betapa besarnya sektor ekonomi mikro informal dlm memainkan perannya pd aktivitas ekonomi di negara berkembang. Ia juga mensinyalir keterpurukan ekonomi di negara berkembang disebabkan ketidakmampuan untuk menumbuhkan lembaga permodalan yg khas bagi masyarakatnya yang mayoritas pengusaha kecil/mikro.</p> <p>Pengembangan Ekonomi Mikro/Kerakyatan &amp; Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di IndonesiaDalam rangka tahapan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kurang mampu.</p> <p>MENGAPA LKM ? ALASAN KONDISI SOSIAL EKONOMI BANGSA ALASAN POTENSI ALASAN MOMENTUM ALASAN BEST PRACTICES</p> <p>(1) ALASAN KONDISI SOSIAL EKONOMI BANGSAREALITAS POTENSI UMKM : Mayoritas (99,9%) atau 44,6 juta unit usaha di Indonesia adalah UMKM 96,77% kesempatan kerja disediakan oleh KUMKM dan hanya 3,23% oleh usaha besar 54,2% sumbangan KUKM terhadap PDBREALITAS KETERBATASAN BANK MENYENTUH SI KECIL UMKM : LDR Bank (dana tabungan yang disalurkan sbg kredit) kurang dr 60%, sisanya disimpan di BI sbg SBI yg tanpa susah sdh berbunga. Dari yg disalurkan, komposisinya :Nilai Rp 5 Milyar keatas Rp. 500 Juta s/d Rp. 5 milyar Rp. 50 Juta s/d Rp. 500 Juta Rp. 0 s/d Rp. 50 Juta (Mikro) 33,5% 31% 21% 14,5% (termasuk via kartu kredit yg tdk utk Umi)</p> <p>Kesimpulannya : 99,9% entitas pengusaha hanya mendapatkan fasilitas 14,5%</p> <p>= 1065 TDANA MASYARAKAT (TABUNGAN, 2002 DEPOSITO) 44 % LDR = 800-an T</p> <p>Seharusnya dana masyarakat disalurkan, tapi sebagian besar ditempatkan di SBI. Negara wajib membayar bunganya dalam jumlah besar, puluhan trilyun LDR Bank Nasional rata-rata 44 % LDR Bank Swasta Raksasa = 15% Kecuali, FDR Bank Syariah = 115% BANDINGKAN !!! Bank Riba Swasta:Bank Islam Bagaikan siang dan malam atau langit dan Bumi</p> <p>= 1135 TDANA MASYARAKAT (TABUNGAN, 2004 DEPOSITO) 59 % LDR = 800-an T</p> <p>Seharusnya dana masyarakat disalurkan, tapi sebagian besar ditempatkan di SBI. Negara wajib membayar bunganya dalam jumlah besar, puluhan trilyun LDR Bank Nasional rata-rata 59 % LDR Bank Swasta Raksasa = 15% Kecuali, FDR Bank Syariah = 103 % Banyak dana Bank yang ditempatkan di SBI menjadi beban pemerintah dan pemicu inflasi</p> <p>1. Membayar Bunga SBI 17% x Rp. 500 T = 85 T (s/d 2002) 2 Membayar Bunga Obligasi = 60,1 T</p> <p>Rp 145,1 Trilyu n</p> <p>DEFISIT APBN = Rp 54 T ( 2002 ), Rp 45 T (2003) Solusi Negara : 1. Menghutang ke IMF 2. Menaikkan BBM, Listrik, Telepon, dll 3. Jual Asset Negara Strategis</p> <p>(2) ALASAN POTENSI Potensi ummat untuk Dana Sosial (Khusus model LKM BMT) : hasil penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, potensi dana sosial umat Islam Indonesia tidak kurang dari 19 Triliun per tahun, sementara yang bisa dikonsolidasi melalui Lembaga Sosial Islam barulah sekitar 500 Miliar per tahun. Potensi Tabungan masyarakat : ilustrasi data BRI : Simpedes 24 T (2002) 57 T (2005), Kupedes 12 T (2002) 27 T (2005), artinya rakyat di perdesaan pun memiliki potensi dana yang jauh lebih besar dari daya serap pinjamannya. Potensi Perkuatan melalui Sinergi Program Pemerintah : * PNPM Mandiri * KPRS Bersubsidi dari Kemenpera * Askesos &amp; BKSP dari Depsos * Pembiayaan dari LPDB Kemenkop * PKBL dari BUMN, dsb.</p> <p>(3) ALASAN MOMENTUM</p> <p>Millenium Development Goals (MDGs), strategi menurunkan 50% dari 1,3 milyar jumlah penduduk miskin dunia hingga 2015 melalui pendekatan keuangan mikro (sustainable micro finance) Penerima hadiah NOBEL, Prof. Muhamad Yunus karena keberhasilannya mengembangkan Grameen Bank. Pencanangan The International Micro Finance Year pada tgl 18 Nopember 2004 di New York oleh Sekjen PBB Kofi Anan Sejalan dengan itu, Pemerintah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Tahun Keuangan Mikro Indonesia pada tgl. 26 Pebruari 2005 di Jakarta dan menargetkan penurunan rakyat miskin 50% pada tahun 2015.</p> <p>(4) ALASAN PENGALAMAN BEST PRACTICES Pengemb. BMT di Ind.No ProvinsiJml LKM Jml LKM Jml LKM Berasset Berasset Berasset &gt;Rp. 1 Milyar Rp. 500 Jt - 1Milyar Rp. 250 500Jt Jml LKM Berasset Rp. 50 250Jt Jml LKM Berasset &lt; Rp. 50 Jt</p> <p>Total</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26</p> <p>NAD Sumatera Utara Sumatera Barat Riau &amp; Kepri Jambi Bengkulu Sumatera Selatan Lampung Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Yogyakarta Jawa Timur Bali Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Sulawesi Utr &amp; GTO Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Selatan Nusa Tenggara Barat Nusa Tengg. Timur Maluku &amp; Malut Papua &amp; Pap.Barat Total</p> <p>7 5 3 3 1 1 3 9 10 12 75 15 12 1 7 3 2 3 2 10 2 1 3 177</p> <p>7 8 5 5 1 1 3 1 36 23 9 10 32 6 1 1 9 4 1 1 1 51 4 1 2 223</p> <p>23 53 17 20 2 10 14 14 53 290 215 29 271 4 5 4 7 5 21 4 11 71 41 2 10 6 1.202</p> <p>37 87 28 23 5 5 38 19 55 293 225 14 230 3 7 3 4 4 31 2 7 83 39 4 7 7 1.26 0</p> <p>7 7 9 15 3 4 9 7 16 24 49 9 62 1 2 2 2 1 9 2 4 29 8 1 4 3 289</p> <p>76 156 60 65 12 20 65 42 165 637 513 65 600 15 15 10 24 17 62 11 23 244 93 8 21 18 3.037</p> <p>Contoh SuksesLKM BMT Bina Umat Sejahtera (BUS)</p> <p>Lokasi di Lasem Rembang Jawa Tengah, Berdiri pada tgl 10 Nop. 1996, berawal dari Pelatihan TKPMP-LKM oleh Kerjsama PINBUK dg Depnaker, berawal 3 org Pengelola saat ini mjd 273 org melayani 23.000 usaha mikro. Modal awal saat berdiri Rp. 3 juta, saat ini Okober 2008 asetnya lebih dari 100 Milyar, Gedung berlantai 3 Menggunakan IT LKM Online produk PT. USSI PINBUK Prima Software, memasang ATM dan menerapkan ISO 9001: 2000.</p> <p>MENGAPA LKM SYARIAH (BMT) ? ALASAN IDEOLOGIS</p> <p> Kemudian kami telah menjadikan bagi kamu suatu syariah, Maka ikutilah syariah itu, Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak memahami syariah (Q.S.Al-Jatsiyah : 18)</p> <p>ISLAM A COMPREHENSIVE WAY OF LIVEISLAM AQIDAH SYARIAH MUAMALAH SPECIAL RIGHT CRIMINAL LAWS IBADAH AKHLAQ</p> <p>PUBLIK RIGHT INTERIOR AFFAIRS EXTERIOR AFFAIRS</p> <p>CIVIL LAWS</p> <p>INTERNATIONAL RELATION</p> <p>ADMINISTATIVE</p> <p>FINANCE</p> <p>CONSTITUENCY</p> <p>LEASING</p> <p>INSURANCE</p> <p>BANKING</p> <p>MORTGAGE</p> <p>VENTURE CAP</p> <p>DALIL AL - QURAN QS. Ar Rum : 39 (Tahap I)</p> <p> QS Ali Imran : 130 (Tahap III) Larangan memakan riba yang berlipat ganda</p> <p>Riba tidak menambah sedangkan zakat akan menambah</p> <p> QS An Nisa : 160 161 (Tahap II)</p> <p> QS AlBaqarah 275 279 (Tahap IV) Orang makan riba dianggap gila seperti kemasukan syetan Anggapan jual beli sama dengan riba Dihalalkan jual beli diharamkan riba Ancaman pemakan riba Seruan meninggalkan sisa riba</p> <p>Celaan bagi Yahudi karena melanggar larangan memakan riba Riba adalah memakan harta orang dengan cara bathil</p> <p>DALIL AL - HADITS </p> <p>Riba adalah salah satu di antara 7 dosa besar Tidak ada riba kecuali nasiah Emas dengan emas, perak dengan perak sama dan kontan Dosa terkecil riba seperti dosa anak yang menziani ibu kandungnya Ada 73 pintu dosa bagi pemakan riba</p> <p>Menurut KITAB PERJANJIAN LAMABaik dalam Old Testament (Kitab Perjanjian Lama) maupun Undang Undang Talmud yang dipakai orang Yahudi, secara tegas melarang praktek bunga.</p> <p> Kitab Exodus (Keluaran) Pasal 22 ayat 25 :Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umatKu, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih utang terhadap dia : Janganlah engkau bebankan bunga uang terhadapnya</p> <p> Kitab Deuteronomy (Ulangan) pasal 23 pasal 19 :"Janganlah engkau membungakan uang terhadap saudaramu baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan"</p> <p> Kitab Levicitus (Imamat) pasal 25 ayat 36-37 :"Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup di antaramu. Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah engkau berikan dengan meminta riba".</p> <p>MENURUT PERJANIAN BARU/NASRANI Dalam perjanjian baru (New Testament) di dalam Injil Lukas pasal 6 ayat 34 : "Jikalau kamu menghutangi kepada orang yang kamu harapkan imbalannya maka di mana sebenamya kehormatan kamu. Akan tetapi berbuatlah kebaikan dan berikanlah pinjaman dengan tidak mengharapkan kembalinya karena pahala kamu akan sangat banyak". Thomas Aquinas, adalah ekonom yang masih lekat dan dekat dengan atau tidak memisahkan antara ajaran Gereja juga melarang pemberlakuan bunga pada proses ekonomi. Prof. Toby Mutis, Rektor Universitas Trisakti, seorang penganut Katholik, mendapatkan MUI Award karena konsen dlm mendukung konsep koperasi syariah.</p> <p>Pengembangan Ekonomi Mikro/Kerakyatan &amp; Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di IndonesiaDalam rangka tahapan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kurang mampu.</p> <p>Apa &amp; Bagaimana BMT ?Model LKMA</p> <p>Mandiri Terpadu (Baitul Maal )= rumah harta = penggalangan &amp; penyaluran dana ZIS, wakaf, dan sumbangan sosial kemanusiaan. Balai usaha (Baitul Tamwil )= rumah pengembangan bisnis = Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif dalam meningkatkan kwalitas hidup pelaku usaha mikro melalui kegiatan menabung dan pembiayaan sistim syariah/bagi hasil. Sistim Bagi Hasil = sistim operasional yang sudah dikenal oleh masyarakat pedesaan yang menekankan pada nilai-nilai keadilan, transparansi, &amp; kejujuran. BMT dikembangkan terpadu dengan POKUSMA berbasis Rumpun (Rembug Himpunan) yakni pertemuan pendidikan dan penyuluhan anggota/ nasabah berkala seminggu sekali dihadiri 2-3 Kelompok</p> <p>Karakteristik Ideal BMT MANDIRISwadaya &amp; mampu membiayai usahanya sendiri (Cost Recovery)</p> <p> PROFESIONAL Dikelola dg PENUH WAKTU, bukan pekerjaan sambilan (full time) Adanya fasilitasi pendampingan &amp; PELATIHAN BERJENJANG dilengkapi modul-modul aplikatif (Continous Training &amp; Technical Assistance) Produk simpanan dan pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (Demans Driven) Menerapkan sistim, prosedur, administrasi dan akuntansi standar Lemb. Keuangan yg dirancang sedemikian rupa sehingga sederhana, efisien dan efektif (Simplicity)</p> <p>MENGAKAR DI MASYARAKATDiinisiasi, dimiliki dan dikelola oleh masyarakat setempat sehingga tumbuh rasa memiliki &amp; tanggung jawab (Sense Of Belonging &amp; Responsibility)</p> <p>BERKELANJUTANMampu meningkatkan aset (dari akumulasi tabungan, perkuatan/sinergi program, linkage pembiayaan perbankan) dan menghasilkan laba sehingga tumbuh dan berkembang (Sustainability)</p> <p>TAHAP-TAHAP PENDIRIAN LKM BMTPendamping Gulirkan ide(Motivator) Para TOKMAS, TOGA, TODAT, dll.Kaji Buku Tatacara Pendirian BMT Cari dukungan dan sosialisasi tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh formal</p> <p>Panitia Persiapan Pendirian BMT</p> <p>PINBUK</p> <p>Siapkan Legalitas Hukum</p> <p>PENGURUS</p> <p>Perluasan Calon-calon Pendiri</p> <p>Cari tambahan Modal Awal</p> <p>Sertifikat Kemitraan</p> <p>Rekrutmen / Seleksi Urunan Modal Awal</p> <p>BMT - PINBUK Siapkan Sarana Kantor dan Prgkat Adm. Calon Pengelola</p> <p>Dinas Koperasi Dan PPK Kop.Syariah BMT</p> <p>Modal Awal/ Simpoksus (saham)</p> <p>Pelatihan dan Magang</p> <p>BMT Beropera si</p> <p>STRUKTUR ORGANISASI BMT</p> <p>RAPAT ANGGOTA PENDIRI</p> <p>Dewan Pengawas Syariah</p> <p>PENGURUSKETUA, SEKRETARIS, BENDAHARA</p> <p>SEBAGAI PENDAMPING</p> <p>PINBUK</p> <p>MANAJERKASIR</p> <p>BAG. PEMASARAN</p> <p>BAG. PEMBUKUAN</p> <p>BAG. PEMBIAYAAN</p> <p>Sumber Dana BMT (1)Kategori MODAL1. Modal Swadaya- Simpoksus, mis. Rp.100 jt terbagi dlm 400 lmbr - Simpok, mis. Rp. 50 rb, awal kali mjd anggota - Simwa, mis. Rp. 5 rb/bln. 2. Modal Pemerintah (bila berbasis program)</p> <p>Sumber Dana BMT (2)Kategori HUTANG/KEWAJIBAN3.</p> <p>Tabungan (Simsuka) :- Akad Titipan (wadiah) Simpanan - Akad Investasi (mudharabah) Simpanan Simp. Berjangka</p> <p>3. Linkage Pembiayaan - Pembiayaan dari PKBL BUMN - Pembiayaan dari Inkopsyah BMT - Pembiayaan dari Perbankan Syariah</p> <p>Aneka Produk Pembiayaan Syariah PRINSIP JUAL BELI Bai al-Murabahah (jual beli barang dengan pembayaran jatuh tempo) Bai as-Salam (jual beli dg inden utk pertanian) Bai al-Istishna (jual beli dg order utk manufacture/industri)</p> <p> PRINSIP KERJASAMA BAGI HASIL Mudharabah (Trust Financing/investment, Pembiayaan Total Bagi Hasil) Musyarakah (Partnership, Pembiayaan Bersama Bagi Hasil)</p> <p> PRINSIP LAYANAN JASA Al-Qardh (Pinjaman Tanpa Bagi Hasil) Hiwalah (Anjak Piutang) Rahn (Gadai Syariah) Wakalah (Perwakilan) Wadiah (Penitipan)</p> <p> PRINSIP SEWA Ijaroh (sewa) Ijaroh Takjiri/ Ijaroh Mumtahiya Bit-Tamlik (sewa beli)</p> <p>MEKANISME OPERASIONAL BMTPENGGALANGAN DANA</p> <p>OPERASIONALBMT</p> <p>( funding )MODAL DASAR :Simp. Pokok (Anggota) Simp. Wajib (Anggota) Simp. Pokok Khusus Pendiri Modal Penyertaan (PEMDA)</p> <p>PENYALURAN DANA</p> <p>( financing )</p> <p>MUDHARABAHSHU DIBAGIKAN</p> <p>S H U</p> <p>Pembiayaan Total - Bagi Hasil BAGI HASIL</p> <p>MUSYARAKAH SIMP. SUKARELA BAGI HASIL ( Mudharabah )~ Tab.. Masy (TAMASYa) ~ Tab. Idul Fitri (TADURI) ~ Tab. Pendidikan Anak (TADIKA) ~ Tab. Hj Terwujud (TAHAJUD) ~ Tab. Brjangka (TAJAKA), dllPembiayaan Bersama - Bagi Hasil</p> <p>MURABAHAHKepemilikan Barang Jatuh Tempo BAGI HASIL MARGIN</p> <p>BAI BITSAMAN AJILKepemilikan Barang Angsuran</p> <p>SIMP. SUKARELA TITIPAN ( Wadiah ) Simp. Wadiah Amanah/ ZIS Simp. Wadiah Dhamanah</p> <p>BONUS</p> <p>INFAQ</p> <p>QARDHUL HASANPinjaman Kebajikan</p> <p>( - ) BIAYA OPERASIONAL</p> <p>AkumulasiPENDAPATAN</p> <p>Continous Training Technical Assistance Information Technology Networking</p> <p>RATAKSES :Sumberdaya Produksi, Pemasaran Hasil, Perbankan, Dll.</p> <p>PENGURUS</p>...