4 proses proses geologi

Download 4 PROSES PROSES GEOLOGI

Post on 20-Jul-2015

553 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pengantar Geologi

2012

4Proses Proses Geologi dan Perubahan Bentangalam4.1. PendahuluanProses proses geologi adalah semua aktivitas yang terjadi di bumi baik yang berasal dari dalam bumi (endogen) maupun yang berasal dari luar bumi (eksogen). Gaya endogen adalah gaya yang berasal dari dalam bumi seperti orogenesa dan epirogenesa, magmatisme dan aktivitas volkanisme, sedangkan gaya eksogen adalah gaya yang bekerja di permukaan bumi seperti pelapukan, erosi dan mass-wasting serta sedimentasi. Gaya endogen maupun eksogen merupakan gaya-gaya yang memberi andil terhadap perubahan bentuk bentangalam (landscape) yang ada di permukaan bumi. Pada gambar 4-1 disajikan suatu bagan yang memperlihatkan proses-proses geologi (endogen & eksogen) sebagai agen dalam perubahan bentuk bentangalam.PROSES PROSES GEOLOGI

PROSES ENDOGEN : AKTIVITAS MAGMATIS / VOLKANISME GEMPABUMI OROGENESA & EPIROGENESA

PROSES EXOGEN : PELAPUKAN EROSI / MASS WASTING SEDIMENTASI

PERUBAHAN BENTANGALAM

Gambar 4-1 Proses-proses geologi (proses endogenik dna proses eksogenik) dan perubahan bentangalam

4.2. Gaya EndogenGaya endogen adalah gaya yang berasal dari dalam bumi. Gaya yang berasal dari dalam bumi dapat berupa gempabumi, magmatisme, volkanisme, orogenesa dan epirogenesa. Aktivitas Tektonik adalah aktivitas yang berasal dari pergerakan lempeng-lempeng yang ada pada kerak bumi (lithosphere). Hasil dari tumbukan antar lempeng dapat menghasilkan gempabumi, pembentukan pegunungan (orogenesa), dan aktivitas magmatis/aktivitas gunungapi (volcanism). Aktivitas magmatis adalah segala aktivitas magma yang berasal dari dalam bumi. Pada hakekatnya aktivitas magmatis dipengaruhi oleh aktivitas tektonik, seperti tumbukan lempeng baik secara convergent, divergent dan atau transform. Pembentukan material kulit bumi (batuan) yang terjadi di Pematang tengah samudra adalah salah satu contoh dari aktivitas magma, sedangkan pembentukan gunungapi di kepulauan Hawaii adalah contoh lain dari aktiitas magma yang terjadi di sepanjang batas lempeng

115 Copyright@2012 by Djauhari Noor

Pengantar Geologi

2012

(transforms). Produk dari aktivitas magma dapat menghasilkan batuan beku, baik batuan beku intrusive dan batuan beku ekstrusive.

4.3. Bentangalam Endogenik (Bentangalam Konstruksional)4.3.1. Bentangalam Struktural (Structural/Tectonic Landforms)Bentangalam Struktural adalah bentangalam yang proses pembentukannya dikontrol oleh gaya tektonik seperti perlipatan dan atau patahan.

A. Morfologi Lipatan (Folding Mountain)Morfologi perlipatan umumnya dicirikan oleh susunan perbukitan dan lembah-lembah yang berpola sejajar, terbentuk dari batuan sedimen yang terlipat membentuk struktur sinklin - antiklin. Genetika pembentukan morfologi perlipatan dikontrol oleh gaya tektonik yang terjadi pada suatu cekungan sedimen.

Gambar 4-2

Morfologi Berbikitan Lipatan dicirikan oleh bukit dan lembah yang memanjang dan sejajar. Satuan morfologi perbukitan lipatan dapat diklasifikasikan menjadi sub-sub satuan morfologi: Bukit Antiklin (A dan C); Lembah Sinklin (B dan D); Lembah Antiklin (E); dan Bukit Sinklin (F).

Gambar 4-3 Morfologi Berbukitan Lipatan (Folded Mountains) sebagai hasil dari proses orogenesa (tektonik)

116 Copyright@2012 by Djauhari Noor

Pengantar Geologi1. Morfologi Punggung Antiklin (Anticlinal ridges).

2012

Morfologi Bukit Antiklin adalah bentangalam yang berbentuk bukit dimana litologi penyusunnya telah mengalami perlipatan membentuk struktur antiklin. Morfologi punggung antiklin umumnya dijumpai di daerah daerah cekungan sedimen yang telah mengalami pengangkatan dan perlipatan. Morfologi punggung antiklin merupakan bagian dari perbukitan lipatan yang bentuknya berupa bukit dengan struktur antiklin. Jentera geomorfik Punggung Antiklin diklasifikasikan kedalam jentera geomorfik muda, artinya bahwa proses proses eksogenik (pelapukan, erosi/denudasi) yang terjadi pada satuan morfologi ini belum sampai merubah bentuk awalnya yang berupa bukit.

Gambar 4-4 Morfologi Punggung Antiklin yang dicirikan oleh bentangalam yang berbentuk bukit yang tersusun oleh batuan sedimen berstruktur antiklin.

2. Morfologi Lembah Antiklin (Anticlinal valleys)

Bentangalam Lembah Antiklin adalah bentangalam yang berbentuk lembah yang diapit oleh sepasang bukit tersusun dari batuan sedimen yang berstruktur antiklin. Jentera geomorfik Lembah Antiklin dapat diklasifikasikan kedalam jentera geomorfik dewasa, artinya bahwa proses proses eksogenik (pelapukan, erosi dan denudasi) yang terjadi pada satuan ini telah merubah bentuk aslinya yang semula berbentuk bukit berubah menjadi lembah.

Gambar 4-5 Morfologi Lembah Antiklin yang dicirikan oleh bentangalam yang berbentuk lembah yang diapit oleh dua lereng bukit yang arah kemiringan lapisannya berlawanan arah membentuk struktur antiklin.

117 Copyright@2012 by Djauhari Noor

Pengantar Geologi 3. Morfologi Pungung Sinklin (Synclinal ridges)

2012

Morfologi Punggung Sinklin adalah bentangalam yang berbentuk bukit, tersusun dari batuan sedimen yang membentuk struktur sinklin. Jentera geomorfik Punggung Sinklin diklasifikasikan kedalam jentera geomorfik dewasa, artinya bahwa proses proses eksogenik (pelapukan, erosi dan denudasi) yang terjadi pada satuan ini telah merubah bentuk aslinya yang semula berupa lembah berubah menjadi bukit. Morfologi Punggung Sinklin dalam geomorfologi dikenal sebagai reverse topographic (topografi terbalik).

Gambar 4-6. Morfologi Bukit Sinklin yang dicirikan oleh bentangalam yang berbentuk bukit yang tersusun oleh batuan sedimen berstruktur sinklin.

4. Morfologi Lembah Sinklin (Synclinal valleys) Morfologi Lembah Sinklin adalah bentangalam yang berbentuk lembah yang tersusun dari batuan sedimen dengan struktur sinklin. Jentera geomorfik satuan geomorfologi Lembah Sinklin dapat digolongkan kedalam jentera geomorfik muda, artinya bahwa proses proses eksogenik (pelapukan, erosi dan denudasi) belum sampai merubah bentuk aslinya yang berupa lembah menjadi berbentuk bukit.

Gambar 4-7

Morfologi Lembah Sinklin yang dicirikan oleh bentangalam yang berbentuk lembah yang diapit oleh dua lereng bukit yang arah kemiringan lapisannya mengarah kearah sama membentuk struktur sinklin.

118 Copyright@2012 by Djauhari Noor

Pengantar Geologi 5. Morfologi Plateau

2012

Morfologi Plateau adalah bentangalam yang berbentuk dataran dengan batuan penyusunnya relatif horisontal dan bentuknya menyerupai meja. Morfologi plateau umumnya dijumpai di daerah yang kondisi geologinya relatif stabil atau relatif kecil terhadap pengaruh tektonik, sehingga perlapisan batuannya relatif horisontal. Adanya proses pengangkatan dengan tidak mengakibatkan perlipatan batuan serta diikuti proses erosi / denudari yang intensif sehingga terbentuk suatu dataran yang tinggi dibandingkan dengan bagian lainnya dengan susunan batuannya relatif horisonatal. Berdasarkan genetikanya, Plateau, Mesa dan Butte adalah bentuk bentangalam yang proses pembentukannya sama dan dibedakan berdasarkan ukurannya (dimensinya), dimana plateau berukuran luas, mesa dengan ukuran yang relatif lebih kecil sedangkan butte merupakan bagian yang terkecil dan dikenal juga sebagai sisa-sisa dari bentangalam mesa.

Gambar 4-8. Morfologi Plateau yang dicirikan oleh bentangalam yang berbentuk seperti meja dengan bidang atasnya relative mendatar

6. Morfologi Mesa dan Butte Morfologi Mesa adalah bentangalam yang berbentuk dataran dan proses kejadiannya dikontrol oleh struktur perlapisan mendatar dengan elevasi yang lebih tinggi dari sekitarnya. Morfologi mesa juga dijumpai di daerah yang kondisi geologinya relatif stabil atau pengaruh tektoniknya relatif kecil, sehingga pada saat terjadi pengangkatan perlapisan batuannya tetap horisontal. Morfologi Butte adalah bentangalam yang berbentuk datar dengan elevasi yang lebih tinggi dari sekitarnya dan merupakan sisa dari hasil erosi Mesa dengan dimensi yang lebih kecil dari Mesa.

Gambar 4- 9 Morfologi Mesa (kiri) dan morfologi Monoklin (kanan)

119 Copyright@2012 by Djauhari Noor

Pengantar Geologi 7. Morfologi Bukit Monoklin (Monoclinal ridges)

2012

Morofologi Bukit Monoklin adalah bentangalam yang berbentuk bukit, tersusun dari batuan sedimen dengan arah kemiringan yang seragam. Morfologi bukit monoklin dapat berupa bagian sayap dari suatu lipatan antiklin atau sinklin

B. Bentangalam Patahan (Block Faulting Landforms)Bentangalam yang terjadi di daerah patahan, khusunya di wilayah yang terkena sesar mendatar (strike slip fault), antara lain Gawir, Bukir Tertekan (pressure ridge), Sag Basin, Shutter Ridge, Linear valley, Linear ridge, dan Offset River (Gambar 4-10)

Gambar 4-10 Blok diiagram yang memperlihatkan bentuk-bentuk bentangalam yang terjadi di daerah patahan, khusunya di wilayah yang terkena sesar mendatar (strike slip fault), antara lain Gawir, Bukir Tertekan (pressure ridge), Sag Basin, Shutter Ridge, Linear valley, Linear ridge, dan Offset River

1. Morfologi Gawir Sesar (Escarpments) Morfologi Escarpment (Gawir Sesar) adalah bentangalam yang berbentuk bukit dimana salah satu lerengnya merupakan bidang sesar. Morfologi gawir sesar biasanya dicirikan oleh bukit yang memanjang dengan perbedaan tinggi yang cukup ekstrim antara bagian yang datar dan bagian bukit. Pada umumnya bagian lereng yang merupakan bidang sesar diendapkan material hasil erosi (talus) membentuk morfologi kaki lereng dengan berelief landai. Pada sesar mendatar, pergeseran memungkinkan salah satu bagian bergerak kearah atas terhadap bagian lainnya yang kemudian membentuk gawir. 2. Morfologi Punggungan/Bukit Linear (Linear ridge) Morfologi punggungan/bukit linear adalah bentangalam yang berbentuk bukit dan terjadi apabila bidang