109237114 pemicu 2 blok imunologi kelompok 3

Click here to load reader

Post on 02-Dec-2015

44 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS TARUMANAGARA JAKARTA

  • Identitas Kelompok dan TutorKelompok:3Tutor:dr. Deliana Bastari, Sp.PAKetua:Divan. F (405080065)Sekretaris:Ferdy. E (405080066)Penulis:I Ketut Adi (405080071)Anggota:Toni Periyanto (405070018)Kelvin Christian Halim (405080009)Stevany Minsanita (405080070)Rolando (405080012)Renny Hartanti (405080033)M.Najla(405080181)Claudio Udjaja (405070011)Wahidin Gotama (405080010)Ronni Untung (405080032)

  • Pagi yang MelelahkanIbu Emma, berusia 43 tahun, datang ketempat praktek dokter dengan keluhan nyeri pada sendi-sendi jari kedua tangan. Nyeri disertai rasa kaku pada pagi hariyang menghilang setelah 1,5 jam. Rasa nyeri tersebut makin bertambah sejak 2 minggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan rheumatoid nodule (+), Udem dan eritrema pada sendi metacarpophalageal I-V dextra dan sinistra. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan LED 14 mm/jam dan faktor rheumatoid (+) dengan titer 1/256.Apa yang dapat anda pelajari dari kasus diatas?

  • LOMengetahui,menjelaskan definisi Penyakit Autoimun. Mengetahui, menjelaskan etiologi dari Penyakit Autoimun.Mengetahui, menjelaskan Klasifikasi Penyakit Autoimun. Mengetahui,menjelaskan Penyakit Artritis Rheumatoid.Mengetahui, menjelaskan Pemeriksaan Penyakit Autoimun secara umum.Mengetahui, menjelaskan penatalaksanaan Penyakit Autoimun secara umum.

  • AUTOIMUN

  • AUTOIMUNITAS-Autoimunitas adalah respons imun terhadap antigen jaringan sendiri yang disebabkan oleh hilangnya toleransi.

    -Terjadi akibat gagalnya mekanisme normal yang berperan untuk mempertahankan self-tolerance sel B, sel T, atau keduanya.

    -Terjadi oleh karena dikenalnya self antigen yang menimbulkan aktivasi, proliferasi serta diferensiasi sel T autoreaktif menjadi sel efektor yang menimbulkan kerusakan jaringan.

    -Baik antibodi maupun sel T atau keduanya dapat berperan dalam patogenesis penyakit autoimun.

  • PENYAKIT AUTOIMUNSistim imun kehilangan toleransi imunologik (self-nonself discrimination) gangguan self-tolerance autoreaktivitas antibodi penyakit autoimunMencakup spektrum yang luas : tiroiditis (spesifik) SLE (sistemik) Kerusakan jaringan terjadi :destruksi selpembentukan imun kompleksreaksi imunologik sekunder

  • Klasifikasi Penyakit Autoimun

  • autoimunitasspesifikmelalui antibodisistemikkompleks antigen antibodimekanismemenurut organMelalui komplemenMelalui humoral dan selulerMelalui sel T

  • Klasifikasi Pembagian penyakit autoimun menurut organPenyakit autoimun organ spesifikContoh alat tubuh yang menjadi sasaran penyakit autoimun adalah kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, lambung, dan pankreasPada penyakit2 tersebut dibentuk antibodi terhadap antigen jaringan sel alat tubuh sendiri. Penyakit autoimun non-organ spesifik/sistemikTerjadi karena dibentuknya antibodi terhadap autoantigen yang tersebar luas didalam tubuh, misalnya DNADapat ditemukan pada penyakit reumatoid seperti artritis reumatoid dan lupus eritematosus sistemik

  • Penyakit autoimun organ spesifik

    Penyakit Antigen Penyakit addisonProtein mikrosom sel adrenalAnemia autoimun hemolitikMembran sel darah merahAnemia pernisiosaAntigen sel parietal gasterFaktor intrinsikSindrom Gullain-BareSaraf periferEnsefalomielitis diseminasi akutBasic Protein Myelin IDDMAntigen sel Langerhans pankreasSindrom GoodpastureKolagen membran basalis (tipe IV)Penyakit GravesThyroid Stimulating Hormone ReceptorsTiroiditis HashimotoTiroglobulinMiastenia GravisReseptor asetilkolinSindrom SjogrenSel epitel saluran kelenjar salivaPolimiosistisotot

  • Penyakit autoimun non-organ spesifik/sistemik

  • Perbedaan Penyakit autoimun organ spesifik dengan non organ spesifik

    Organ SpesifikPerbedaanNon-Organ spesifikTerdapat di dalam alat tubuh tertentuAntigenTersebar di seluruh tubuhAntigen di dalam tubuh KerusakanPenimbunan kompleks terutama dallam ginjal, sendi, dan kulit.Dengan Antibodi organTumpang tindihDengan antibodi non-organ spesifik dan penyakit spesifik dan penyakit lainnya

  • Klasifikasi menurut mekanisme

    1. Penyakit autoimun melalui antibodiKeterangan Anemia Hemolitik autoimun (AHA)AHA dengan Ab panasMenunjukkan reaktivitas optimum pada suhu 37oCTerutama terdiri dari IgGDapat ditemukan pada sel darah merahFagositosis sel darah merah yang dilapisi Ab/opsinisasi terutama terjadi di limpaAHA dengan antibodi dinginHemolise biasanya ringan dan gejala terjadi pada pajanan ektremitas dengan dinginAntibodi dingin hanya diikat pada suhu di bwh 37oCYang berperan terutama adalah IgMHemoglobinuria dingin paroksima (HDP)Antibodi jenis bersifat bifasik (biasanya dibwh 15oC) dan menghacurkannya bila suhu meningkat sampai 37oC.Gejalanya dapat berupa panas, sakit di ekstremitas, ikterik, hemaglobinuria setelah terpajan dengan dingin

  • 2. Penyakit autoimun melalui KomplemenDefisiensi komplemen dapat menimbulkan penyakit autoimun seperti LES, namun sebabnya belum diketahui.

    Myasthenia GravisMerupakan penyakit kronis akibat adanya gangguan dalam transmisi neuromuskulerSekitar 60-80% pasien menunjukkan antibodi thd reseptor asetilkolin.Penyakit Grave, hipertiroidismDitimbulkan oleh produksi hormon tiroid (tiroxin)Gejalanya dapat berupa panas, sakit di ekstremitas, ikterik, hemaglobinuria stlh terpajan dengan dingin

  • 4. Penyakit autoimun melalui sel TKeterangan

    Sklerosis multipel Penyakit neuromuskuler yang sering menunjukkan relaps dengan periode eksaserbasi dan remisi yang terjadi lebih sering pada wanita dibandingkan priaEnsefalopati diseminasi akut (EMDA)Dapat terjadi setelah pemberian vaksin yang dilemahkanGejalanya berupa sakit kepala, demam, leher kaku, dan lemasSindrom Gullian-BareTerjadi setelah infeksi (campak, influensa, vaksinasi influenza)Dapat mengenai semua gol umurGoiter Merupakan penyakit pada kelenjar tiroid yang dapat ditemukan pada wanita dewasa tuaTerjadi pembesaran kelenjar tiroid sehingga dapat menimbulkan kerusakan

  • 5. Penyakit autoimun melalui faktor humoral dan selulerKeteranganDiabetes Melitus tipe I (Insulin Dependent DM/IDDM) Terjadi akibat destruksi imunologik sel beta dari sel Langerhans pankreas yang memproduksi insulin Gambaran klinis dan patologis memperlihatkan adanya ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin sehinggag pasien rentan terhadap fluktuasi kadar gula darah Tiroiditis kronis (tiroiditis Hashimoto)Penyakit tiroid yang terutama mengenai wanita antara usia 30-50 tahun Gambaran klinis dan patologis menunjukkan kelenjar tiroid yang dapat membesar (goiter) dengan konsistensi yang kenyal atau keras.Polimiositis-dermatomiositis Merupakan penyakit inflamasi akut dan kronis dari otot2 (polimiositis) yang sering mengenai kulit (dermatomiositis)

  • Etiologi Penyakit Autoimun

  • Etiologi :Faktor LingkunganInfeksi HormonAgen fisik lainObat

    Faktor Genetik

  • InfeksiSering dihubungkan dengan virus (EBV, virus hepatitis, CMV, retrovirus, dll)Infeksi meningkatkan reaksi autoimun dengan berbagai jalan: aktivasi poliklonal limfosit, pelepasan organel subselular setelah destruksi sel, fenomena asosiasi pengenalan, serta gangguan fungsi sel Ts akibat infeksi virus

    Hormon Faktor pencetus: Estrogen (wanita > pria)Contoh: LES

  • Agen fisik lainPajanan terhadap radiasi ultraviolet (biasanya dalam bentuk sinar matahari) merupakan pemicu yang jelas terhadap inflamasi kulit dan kadang keterlibatan sistemik pada SLE, namun radiasi ini lebih bersifat menyebabkan flare dalam respons autoimun yang sudah ada dibandingkan sebagai penyebabObat (penisiliamin)Proses autoimun progresif dan memerlukan pengobatan imunosupresifMekanisme autoimun yang diinduksi obat -> mekanisme molecular mimicry (molekul obat yang mempunyai struktur yang serupa dengan molekul diri, sehingga dapat melewati toleransi perifer)Pemicu lain : stres psikologis dan faktor diet

  • Faktor Imun yang Berperan Pada AutoimunitasSequested AntigenSequested Antigen adalah antigen sendiri yang karena letak anatominya tidak terpajan dengan sel B atau sel T dari sistem Imun. Pada keadaan normal, sequested antigen dilindungi dan tidak ditemukan untuk dikenal sistem imunGangguan PresentasiGangguan dapat terjadi pada presentasi antigen, infeksi meningkatkan respons MHC, kadar sitokin rendah dan gangguan respons terhadap IL-2

  • Penyakit Artritis Rheumatoid

  • Definisi Artritis ReumatoidAdalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliarteritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh.Terlibatnya sendi pada pasien Artritis Reumatoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresivitasnya. Pasien juga dapat memperlihatkan gejala konstitusional berupa kelemahan umum, cepat lelah, atau gangguan nonartikular lainnya

  • Kriteria ARA untuk Artritis Reumatoid, Revisi tahun 87

    Kriteria Definisi Kaku pagi hariKekakuan pada pagi hari pada persendian dan sekitarnya, sekurangnya selama 1 jam sebelum perbaikan maksimalArtritis pada 3 daerah persendian / lebihPembengkakan jaringan lunak / persendian / lebih efusi (bukan pertumbuhan tulang) pada sekurang-kurangnya 3 sendi secara bersamaan yang diobservasi oleh seorang dokterArtritis pada persendian tangan Sekurang-kurangnya terjadi pembengkakan 1 persendian tangan seperti yang tertera di atasArtritis simetris Keterlibatan sendi yang sama seperti yang tertera pada kriteria 2 di ke 2 belah sisi (keterlibatan PIP, MCP, atau MTP bilateral dapat diterima walaupun tidak mutlak bersifat simetris)Nodul reumatoidNodul subkutan pada penonjolan tulang / permukaan ekstensor / daerah juksta artikuler yang diobservasi oleh seorang dokter

  • Kriteria ARA untuk Artritis Reumatoid, Revisi tahun 87PIP = Proximal Interphalangeal; MCP = Metacarpophalangeal; MTP = Metatarsophalangeal

    Kriteria Definisi Faktor reumatoid serum +Terdapatnya titer abnormal faktor reumatoid serum yang diperiksa dengan cara yang memberikan hasil + < 5% kelompok kontrol yang diperiksaPerubahan gambaran radiologis Perubahan gambaran radiologis yang khas bagi Artritis Reumatoid pada pemeriksaan sinar x tangan posterior / pergelangan tangan yang harus menunjukkan adanya erosi / dekalsifikasi tulang yang berlokasi pada sendi / daerah yang berdekatan dengan sendi (perubahan akibat osteoartritis saja tidak memenuhi persyaratan)

  • Etiologi Artritis ReumatoidKompleks Histokompatibilitas Utama Kelas IIPasien yang mengemban HLA-DR 4 punya risiko relatif 4:1 untuk menderita penyakit ini.Hubungan Hormon Seks dengan Artritis ReumatoidPrevalensi Artritis Reumatoid 3 x lebih banyak diderita kaum wanita dibanding kaum pria. Rasio mencapai 5:1 pada wanita dalam usia subur. Remisi sering dijumpai pada pasien Artritis Reumatoid yang sedang hamil.Penggunaan kontrasepsi oral atau preparat estrogen eksternal bagi wanita yang telah mengalami menopause menimbulkan kesan terjadi penurunan insidens penyakit ini.

  • Faktor Infeksi sebagai Penyebab Artritis ReumatoidAgen infeksius yang diduga merupakan penyebab Artritis Reumatoid : bakteri, mycoplasma, virus.Ada kemungkinan bahwa terdapat komponen peptidoglikan / endotoksin mikroorganisme yang dapat mencetuskan terjadinya Artritis Reumatoid.

  • Ada dugaan kuat bahwa EBV merupakan salah 1 faktor penyebab Artritis Reumatoid dilihat dari titer Ab terhadap EBV yang lebih tinggi secara bermakna dibanding dari kelompok kontrol pada penelitian dan secara in vitro, transformasi limfosit terjadi lebih cepat setelah dilakukan pemaparan terhadap EBV. Jadi EBV bukan penyebab langsung timbulnya AR tapi mungkin menyebabkan terjadinya perubahan respon imun terhadap Ag eksogen / endogen lain.

  • Imunopatogenesis

  • Patogenesis Destruksi jaringan sendi terjadi melalui dua caraCara Pertama Produksi protease, kolagenase, dan enzim2 hidrolitik lainnya Memecah Kartilago, ligamen, tendon dan tulang pada sendiProses ini diduga adalah bagian dari respon autoimun

  • Cara kedua Melalui kerja panus reumatoidPanus adalah jaringan granulasi vaskular Sinovium yang meradangMeluas ke sendiProduksi enzimSepanjang pinggir panus terjadi destruksi kolagen dan proteoglikan

  • Gambaran klinisGejala gejala konstitusionalmisalnya lelah, anoreksia, berat badan menurun, dan demamPoliartritis simetris terutama pada sendi perifer, termasuk sendi sendi di tangan.Kekakuan di pagi hari selama lebih dari 1 jam: dapat bersifat generalisata terutama menyerang sendi-sendi.Artritis erosif: peradangan sendi yang kronik yang dapat mengakibatkan erosi di tepi tulang.Deformitas: kerusakan struktur penunjang sendi yang dapat meningkat seiring perjalanan penyakit. Sendi-sendi yang besar juga dapat terserang dan mengalami pengurangan kemampuan bergerak terutama dalam melakukan gerakan ekstensi.

  • Nodul-nodul reumatoid yang biasanya terdapat pada sendi siku.Manifestasi ekstra-artikular (juga menyerang organ-organ lain di luar sendi), seperti jantung (perikarditis), paru-paru (pleuritis), mata, pembuluh darah dapat rusak, Sistem gastrointestinal, Ginjal, Sistem syaraf, Sistem hematologis, kulit.

  • Rheumatoid NodulesPermukaan extensor sikuSangat SpesifikHanya terjadi pada ~ 30%Penyakit terlambat

  • Rheumatoid ArthritisX-ray

  • Pemeriksaan PenunjangTes faktor reuma biasanya positif pada lebih dari 75 % pasien AR terutama bila masih aktifProtein C-Reaktif biasanya positifLED meningkatLeukosit normal atau meningkat sedikitAnemia normositik normokromAnemia normositik hipokrom akibat adanya inflamasi yang kronikTrombosit meningkatKadar albumin serum turun dan globulin naik.

  • Penatalaksanaan Artritis ReumatoidPendidikan pada pasien mengenai penyakitnya dan penatalaksanaan yang akan dilakukan sehingga terjadi hubungan baik dan terjamin ketaatan pasien untuk tetap berobat dalam jangka waktu yang lama

    OAINS diberikan sejak dini untuk mengatasi nyeri sendi akibat inflamasi yang sering dijumpai. OAINS yang dapat diberikan :AspirinIbuprofen, naproksen, piroksikam, diklofenak dan sebagainya.

  • Penatalaksanaan Artritis ReumatoidJenis-jenis yang digunakan adalah KlorokuinSufasalazinD-penisilaminGaram emasObat imunosupresif atau imunoregulatorKortikosteroidRehabilitasiPembedahan

  • KomplikasiKelainan sistem pencernaan yang sering dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptik yang merupakan komplikasi utama penggunaan obat antiinfamasi (OAINS) atau obat pengubah perjalanan penyakit (disease modifying antirheumatoid drugs, DMARD) yang menjadi faktor penyebab morbiditas dan mortalitas utama pada AR.Komplikasi syaraf yang terjadi tidak memberikan gambaran yang jelas, sehingga sukar dibedakan antara akibat lesi artikular dan lesi neuropatik. Umumnya berhubungan dengan neuropati akibat ketidakstabilan vertebra servikal dan neuropati iskemik akibat vakulitis.

  • DIAGNOSA BANDING

  • Diagnosa Banding1. Osteoartritis2. Artritis kristal (gout dan pseudogout)3. Artritis psoriatik4. Spondilo artropati seronegatif5. Sistemic Lupus Erithematosus (SLE)6. Artritis karena infeksi

  • Pemeriksaan Penyakit Autoimun secara umum

  • Antibodi dalam SerumMenemukan auto-antibodi dalam serum, umumnya dilakukan 4 cara:

    RIA memerlukan reagens mahalELISA menghindari penggunaan radioisotopImunofluorensi cara yang paling kurang sensitifElektroforesis countercurrent mudah dikerjakan, murah, tetapi relatif insensitif

  • ImunoflouresensiIFT untuk menemukan banyak autoantibodi dalam serumSpesimen biopsi diperiksa dengan cara imunohistokimiaTerjadi endapan Ig karena reaksi dengan organ atau antigen spesifik untuk jaringanCara ini penting untuk diagnosis antibodi basal membran glomerulus dan penyakit bulosa kulitJaringan hewan dapat digunakan bila mengandung antigen sama dengan manusia tetapi beberapa autoantigen terbatas pada jaringan manusia atau cell line manusiaGambaran nuklear untuk ANAS berguna tetapi tidak diagnostik

  • Pemeriksaan komplemenMeskipun kadar komplemen nomal, namun konsumsinya dapat diketahui dengan mengukur pecahan atau produk aktivasinya

  • penatalaksanaan Penyakit Autoimun secara umum.

  • Penatalaksanaan Ada 2 strategi utama : Menekan respon imunMenggantikan fungsi organ yang terganggu/rusakPada banyak penyakit organ spesifik, mengotrol metabolismenya sudah cukup misal : pemberian insulin pada DM juvenil, vit B12 pada anemia perniosa dan obat anti-tiroid pada penyakit Grave.LES, AR imunosupresan mungkin merupakan cara utama yang dapat mencegah cacat berat dan kematian.

  • KesimpulanIbu Emma menderita penyakit autoimmune yang diduga rheumatoid arthritis

  • Saran Melakukan pemeriksaan lebih lanjut mis: Rongent.Melakukan Rehab medis.

  • Daftar pustaka Nelson. Textbook of pediatrics, 18th ed. Philadelphia: Saundres,2007.Abbas AK, Lichtman AH, Pillai S. Celluler and Molleculer, 6th ed. Philadelphia: Saundres,2007.Nelson. Ilmu Kesehatan Anak, 15 ed. Jakarta: EGC, 2000.Sacher, Ronald A. Dkk. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium, 11 ed. Jakarta: EGC, 2004.Robbins. Buku Ajar Patologi, 7 ed. Jakarta:EGC, 2007.Price, Sylvia A.dkk. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, 6 ed. Jakarta: EGC, 2006.Bratawidjaja, Karnen Garnan.Imunologi dasar.edisi7. Jakarta. Balai penerbit FKUI 2006.Sudoyo,W Aru. Ilmu Penyakit Dalam. Edisi4.Jakarta.Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI 2006

    **********************************************************