10 Tanda Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan

Download 10 Tanda Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan

Post on 05-Sep-2015

9 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Keutamaaan Ramadhan

TRANSCRIPT

<p>10 Tanda Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan (Hasil Kultum Subuh)Diterbitkan pada| August 6, 2012 - 19 1433 |8 Komentar</p> <p>Bismillah, ketika sholat subuh di masjid dekat kontrakan saya yaitu Masjid Manarul Islam Sawojajar, saya sebenarnya tidak ada niat untuk mengikuti kultum subuh setiap kali habis jamaah subuh, karena ingin segera mempersiapkan segala sesuatu untuk berangkat ke tempat kerja. Tetapi ketika kultum dimulai dan waktu itu saya sendiri masih belum selesai wiridan, maka terdengarlah sang Penceramah menyampaikan materi dan rasanya badan ini tidak mau beranjak, entah kenapa Semoga ini adalah berkah ramadhan. Ini adalah salah satu tema yang diangkat oleh salah satu penceramah itu. Sebenarnya materi ini sudah sering dibahas, tetapi tetap saja banyak orang tidak merasa tersindir hatinya dan tetap melakukan tanda-tanda gagal ramadhan ini. Semoga bisa mengingatkan dan bermanfaat</p> <p>Ada 10 tanda kegagalan kita dalam menjalani Ramadhan yang akan menjadi tolak ukur berhasil atau gagalnya kita menjalani ibadah di Bulan Ramadhan. 10 tanda itu adalah :</p> <p>Pertama : Kurang optimal dalam melakukan pemanasan dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah di Bulan Rajab dan Syaban.Misalnya tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Syaban, sebagaimana telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu anha berkata, Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Syaban.</p> <p>Kedua : Ketika target membaca Al-Quran satu kali khatam pada Bulan Ramadhan tidak tercapai.Sudah semestinya umat Islam membaca Al-Quran minimal khatam satu kali dalam Bulan Ramadhan.</p> <p>Ketiga : Ketika puasa yang dilakukan tidak mampu menghalangi lisan membicarakan keburukan orang lain, mengeluarkan kata-kata kasar, membuka rahasia, mengadu domba, menebar fitnah, berdusta, berkata yang tidak berguna dan keburukan lisan lain.Kalau saya di Malang, rasanya orang-orang awam itu seolah-olah tidak merasa dosa ketika mengatakan kata-kata jorok seperti J*N**K, dsb</p> <p>Keempat : Ketika puasa tidak bisa menghalangi kemaksiatan mata dengan segala hal yang dilarang untuk melihatnya.Meski puasa tapi ketika ada cewek cantik lewat, tetap saja dipelototin. Main facebook juga yang diliatin profil-profil cewek yang terlihat auratnya.</p> <p>Kelima : Ketika malam-malam Bulan Ramadhan sama seperti malam-malam di luar Ramadhan.Pada malam Bulan Ramadhan kita dianjurkan melakukan shalat malam (tarawih), membaca Al-Quran, dan ibadah yang lain. Tetapi kenyataan, ketika lewat 1-2 minggu ramadhan, banyak sekali kafe yang dipenuhi oleh manusia, terutama kaum muda, tidak ada bedanya suasana ramadhan dan selain ramadhan.</p> <p>Keenam : Jika saat berbuka menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hingga petang.Jadi berbuka seolah jadi ajang balas dendam, semua sajian tidak ada yang luput dari lidahnya. Sampai perutnya penuh dengan makanan. Padahal Rasulullahmenyarankan ketika kita makan tidak boleh berlebihan, perut seharusnya memiliki porsi 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air, dan seisanya untuk nafas.</p> <p>Ketika Bulan Ramadhan tidak dioptimalkan untuk banyak mengeluarkan infaq dan shodaqoh.Masih aja itung-itung seribu kali ketika inginn berinfak.. pahal sudah tahu ketika ramadhan pahala amalan dilipatgandakan oleh Allah Ketika menjelang berakhirnya Ramadhan, lebih sibuk dengan persiapan fisik menjelang Idul Fitri dan melalaikankeutamaan 10 hari terakhir Bulan Ramadhan, serta memaksimalkan 10 malam terakhir untuk menggapai lailatul qadar.Kalau para pekerja luar kota sibuk mau mudik, kalau ibu-ibu sibuk buat makanan lebaran, kalau anak-anak muda sibuk mencari pakaian baru untuk lebaran di mall-mall. dsb</p> <p>Ketika Idul Fitri tiba, dirayakan sebagaimana orang yang baru merdeka, baru keluar dari penjara dan kembali melakukan berbagai penyimpangan.Makanya kalau orang lebaran full dengan hura-hura maka itu satu tanda gagal ramadhan. Lihatlah contoh Nabidan para sahabat , mereka bersedih dan menangis ketika ditinggalkan oleh bulan Ramadhan.</p> <p>Ketika selepas Ramadhan, amalan Ramadhan tidak ditindaklanjuti, tidak diamalkan sebagaimana mereka mengamalkan pada Bulan Ramadhan.Tilawah, sholat malam, puasa sunnah, bersedekah, pengajian Semua ditinggalkan seiring berlalunya Ramadhan tanpa bekas sedikitpun.</p> <p>Semoga ini semua bisa mengingatkan kita semua, dan semoga sisa hari-hari di bulan ramadhan ini bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan amal ibadah kita, dan justru tidak semakin menurun. Amin.</p> <p>Sepuluh Tanda Bila Ibadah Bulan Ramadhan Diterima Allah SWT</p> <p>Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah bagi junjungan kita Nabi Muhammad, kepada keluarganya, para sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma badu:Para pembaca yang dirahmati Allah Taalaa:Setelah mengerjakan setiap ketaatan dan ibadah baik itu umrah, haji, puasa, sholat, sedekah, atau amal shalih apapun kita mengulang-ulang bisikan Aliradhiallahu anhusaat berkata: (seandainya aku tahu, apakah amalanku termasuk yang diterima maka aku mengucapkan selamat untuknya, atau yang ditolak maka aku mengucapkan belasungkawa untuknya).Setelah mengerjakan setiap ketaatan kita juga mengulang perkataan Ibnu Masudradhiallahu anhu: (wahai yang diterima, selamat untukmu, wahai yang ditolak semoga Allah mengganti musibahmu).Sungguh Aliradhiallahu anhutelah berkata: (jangan kalian pedulikan amal yang sedikit, tapi pedulikan diterimanya amal tersebut),tidakkah kalian mendengar firman Allah Azza wa Jalla ketika berfirman:(Sesungguhnya Allah mengkabulkannya dari orang-orang yang bertakwa) [QS Al-Maidah:27].Janganlah seperti sebagian kaum muslimin yang tidak peduli diterimanya ketaatan mereka, karena sesungguhnya diberikan taufik dan kemudahan untuk beramal shalih merupakan karunia besar, akan tetapi itu tidak akan terwujud kecuali dengan karunia lain yang lebih besar, yaitu nikmat diterimanya amalan.Jika seorang hamba mengetahui bahwa kebanyakan dari amalan bisa ditolak dari pelakunya karena banyak sebab, maka yang terpenting adalah mengetahui sebab-sebab diterimanya amalan, jika dia menemukannya dalam dirinya maka hendaklah dia memuji AllahTaalaa, dan beramal dengan teguh dan konsisten diatasnya, namun jika tidak menemukannya maka hendaklah hal pertama yang diperhatikannya dari sekarang adalah: mengamalkannya dengan sungguh-sungguh serta ikhlas karena AllahTaalasemata.Maka apakah sebab-sebab dan tanda-tanda diterimanya amalan?1- Tidak kembali berbuat dosa setelah melakukan ketaatan:Karena kembali kepada dosa merupakan tanda kebinasaan dan kerugian,Yahya bin Muadz berkata: barangsiapa yang beristighfar dengan lisannya sedangkan hatinya bertekad untuk bermaksiat, dan azamnya kembali kepada maksiat setelah sebulan dan kembali, maka puasanya tertolak darinya, dan pintu diterimanya amalan tertutup didepannya.Kebanyakan manusia bertaubat sedangkan dia selalu mengatakan: sesungguhnya aku tahu bahwa aku akan kembali...jangan katakan seperti itu...tetapi katakan:Insya Allahsaya tidak akan kembali. Dan memohon pertolongan kepada Allah dan berazam untuk tidak kembali lagi.2-Takut jika amalannya tidak diterima:AllahSubhanahu wa TaalaaMaha Kaya dari ketaatan dan ibadah kita, AllahAzza wa Jallaberfirman: (Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan siapa yang kufur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia) [QS Luqman:12].Dan AllahTaalaaberfirman:</p> <p> )[:7)Artinya: (Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu, dan Dia tidak meridloi kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridloi kesyukuranmu itu) [QS Az-Zumar:7].Dan seorang mukmin walaupun bersungguh-sungguh melakukan ketaatan, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan bermacam taqarrub, namun dia merasa sangat kasihan terhadap dirinya, dia takut amalannya tidak diterima, dari Aisyahradhiallahu anhaberkata: (Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang ayat ini:</p> <p>( ) [: [ 60</p> <p>Artinya: (Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan dari sedekah dengan hati penuh rasa takut) [QS Al-Mukminun: 60]."Apakah mereka yang minum khamr atau mencuri?" Beliau berkata: (Bukan yang binti As-Shidiq ! akan tetapi mereka yang berpuasa, sholat, dan bersedekah, sedangkan mereka takut tidak diterima dari mereka, merekalah orang yang bersegera dalam kebaikan).Meskipun dia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah-ibadah mulia ini namun dia tidak mengandalkan usahanya maupun menunjukkannya kepada Rabbnya, tapi dia meremehkan amalannya, dan menampakkan kefakirannya yang sempurna kepada ampunan Allah dan rahmat-Nya, dan hatinya penuh dengan rasa takut jika amalannya ditolak,Waliyadhu billah, dia memohon kepada-Nya supaya amalannya diterima.3- Diberikan taufik melaksanakan amal shalih sesudahnya:Sesungguhnya tanda diterimanya ketaatan seorang hamba bahwa dia diberikan taufik untuk ketaatan sesudahnya, dan diantara tanda diterimanya kebaikan: mengerjakan kebaikan sesudahnya, karena kebaikan tersebut berkata: kebaikan lagi...kebaikan lagi. Dan ini termasuk rahmat Allah Taalaa dan karunia-Nya, bahwa Dia memuliakan hamba-Nya jika telah berbuat kebaikan, dan mengikhlaskannya kepada Allah maka Allah membukakan untuknya pintu kebaikan lain, supaya lebih dekat kepada-Nya.Maka amal shalih ibarat pohon yang baik, perlu disiram dan dipelihara, supaya tumbuh dan kuat, dan memberikan buahnya, dan hal terpenting yang kita perlukan adalah selalu menjaga amalan-amalan baik yang telah kita kerjakan, dan memeliharanya, dan menambahnya sedikit demi sedikit, inilah makna istiqamah yang sebenarnya.4- Menganggap remeh amalannya serta tidak ujub dan tertipu dengannya:Sesungguhnya hamba yang beriman berapa banyakpun dia beramal shalih, namun seluruh amalnya tidak menjadikannya bersyukur atas kenikmatan itu seperti kenikmatan pada jasadnya pendengaran, penglihatan, atau lisan dan lainnya, dan tidak merasa telah menunaikan hak AllahTaalaa, karena hak Allah diluar gambaran kita, oleh karena itu termasuk sifat orang-orang yang ikhlas mereka menganggap kecil amalan mereka, sehingga mereka tidak takjub dengannya, dan tidak terkena penyakit ghurur yang akan menghapus pahalanya dan membuatnya merasa cukup dan malas untuk beramal shalih lagi.Diantara hal yang dapat membantu kita menganggap kecil amalan kita adalah: mengenal AllahTaalaa, melihat nikmat-nikmat-Nya, dan mengingat dosa-dosa dan kelalaiannya.Marilah kita merenungkan bagaimana AllahTaalaaberwasiat kepada Nabi-Nya dengan hal itu setelah memerintahkan kepadanya dengan perkara-perkara besar:</p> <p> . . . . . ).]: 1-6Artinya: (Wahai orang yang berselimut.Bangunlah lalu berilah peringatan ! dan agungkanlah Tuhanmu. Dan bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkan segala perbuatan yang keji. Dan janganlah engkau memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak) [QS Al-Mudatsir: 1-6].Diantara makna ayat ini adalah seperti yang dikatakan oleh Hasan Al-Basri rahimahullah: jangan engkau ungkit amalanmu didepan Rabbmu untuk memperoleh pahala yang lebih banyak.Imam Ibnu Qayyim: (Setiap engkau menyaksikan hakikat Rububiyah dan hakikat Ubudiyah, dan mengenal Allah, dan mengenal dirimu sendiri, dan menjadi jelas bagimu bahwa barang dagangan yang engkau bawa tidak layak bagi Raja yang Haq, meskipun engkau datang dengan amalan seluruh jin dan manusia, engkau takut akibatnya, dan Dia hanya menerimanya karena kemuliaan, kedermawaan, dan karunia-Nya, serta memberikan ganjaran atasnya juga karena kemuliaan, kedermawaan, dan karunia-Nya) Madarijul Salikin (2/439).5- Mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan:Termasuk tanda diterimanya amalan, Allah memberikan kecintaan dalam hatimu terhadap ketaatan, sehingga engkau mencintainya, tenang dan tenteram kepadanya. AllahTaalaaberfirman:</p> <p>( )(28 )Artinya: (orang-orang yang beriman hati mereka tentram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tentram) [QS Ar-Rad: 28].Dan termsuk tanda diterimanya amalan adalah engkau membenci maksiat dan mendekatinya dan berdoa kepada Allah supaya menjauhkanmu darinya.6- Berharap dan banyak berdoa:Sesungguhnya takut kepada Allah saja tidak cukup, karena harus dengan pasangannya yaitu berharap, karena takut tanpa berharap menyebabkan putus asa dari rahmat Allah, sedangkan berharap saja tanpa takut menyebabkan rasa aman dari siksa Allah dan semuanya perkara yang tercela yang merusak akidah seseorang dan ibadahnya.Dan berharap diterimanya amalan disertai rasa takut jika amalannya ditolak menjadikan manusia tawadhu dan khusyu kepada AllahTaalaa, sehingga bertambah imannya.Dan apabila rasa berharap telah terwujud maka manusia mengangkat kedua tangannya ke langit memohon kepada Allah supaya amalannya diterima, karena hanya Dia saja yang Kuasa melakukannya, dan inilah yang dilakukan oleh bapak kita Ibrahim kekasih Allah dan putranya Ismail alaihima salam sebagaimana diceritakan oleh Allah Taalaa ketika keduanya membangun Kabah seraya berfirman:</p> <p>( )( :127)Artinya: (Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail seraya berkata: Ya Rabb kami terimalah amalan kami. Sungguh Engkaulah Maha Mendengar, Maha Mengetahui)[QS Al-Baqarah: 127].7- Diberi kemudahan melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat:Subhanallah,jika Allah menerima ketaatanmu Dia memudahkanmu untuk melakukan amalan lain yang sebelumnya tidak dalam persangkaanmu, bahkan Dia menjauhkanmu dari maksiat meskipun engkau dekat dengannya. AllahTaalaaberfirman:</p> <p>( {5} {6} {7} {8} {9} {10}) :5-10).Artinya: (Maka barangsiapa memberikan hartanya dan bertakwa, dan membenarkan pahala yang terbaik, maka kami mudahkan dia kepada jalan menuju kemudahan. Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup, dan mendustakan pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkannya jalan menuju kesukaran)[QS Al-Lail: 5-10].8- Mencintai orang-orang shalih dan membenci pelaku maksiat:Termasuk tanda diterimanya ketaatan, Allah memberikan hatimu rasa cinta kepada orang-orang shalih para pelaku ketaatan dan memberikan hatimu kebencian kepada para pelaku kerusakan dan kemasiatan.</p> <p> : (( )).Imam Ahmadrahimahullahtelah meriwayatkan dari Barra bin Azib radhiallhu anhu bahwa Rasulullahshallallahu alaihi wasallambersabda: (sesungguhnya ikatan buhul keimanan yang paling kuat adalah engkau mencintai karena Allah dan membenci karena Allah).9- Banyak beristighfar:Kalau kita merenungkan kebanyakan ibadah dan ketaatan maka hendaklah menutupnya dengan istighfar karena sejauh manapun manusia bersungguh-sungguh menyempurnakan amalannya pasti ada kekurangan dan kelalaian, sebagaimana setelah kita melakukan manasik haji Allah berfirman:( ) (:199).Artinya: (Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan beristighfarlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Pe...</p>