1. berikut ini yang bukan merupakan prinsip

Click here to load reader

Post on 28-Dec-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Jaminan Sosial Nasional
pengembangan program dan untuk sebesar-besarnya kepentingan peserta
SUMBER UU NO 40 TAHUN 2004
2. Penunjukan PT Askes sebagai penyelenggara program jaminan sosial
bidang kesehatan dalam SJSN ditetapkan dalam
a. UU Nomor 24 tahun 2011
b. UU Nomor 40 tahun 2004
c. UU Nomor 514 tahun 2015
d. UU Nomor 29 tahun 2004
e. UU Nomor 36 tahun 2009
JAWABAN
PEMBAHASAN
Langkah menuju cakupan kesehatan semesta pun semakin nyata dengan resmi
beroperasinya BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014, sebagai transformasi dari
PT Askes (Persero). Hal ini berawal pada tahun 2004 saat pemerintah
mengeluarkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial
Nasional (SJSN) dan kemudian pada tahun 2011 pemerintah menetapkan UU
Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
serta menunjuk PT Askes (Persero) sebagai penyelenggara program jaminan
sosial di bidang kesehatan, sehingga PT Askes (Persero) pun berubah menjadi
BPJS Kesehatan.
SUMBER
https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2013/4
3. Berikut ini adalah fokus dari SDGs nomor 3 mengenai kehidupan sehat
dan sejahtera, kecuali
a. Gizi masyarakat
d. Sanitasi
PEMBAHASAN
Isu kesehatan dalam SDGs difouskan pada nomor 3 yaitu menjamin kehidupan
yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.
Fokus dari tujuan ini adalah gizi masyarakat, sistem kesehatan nasional, akses
kesehatan dan reproduksi, keluarga berencana, serta sanitasi dan air bersih.
SUMBER
http://sdgs.bappenas.go.id/tujuan-3/
4. Selain upaya penurunan AKI, AKB, penengdalian HIV AIDS, TB, dan
malaria, ada beberapa hal yang yang juga menjadi perhatian SDGs poin nomor
3 bidang kesehatan, di antaranya adalah KECUALI
a. Kematian akibat PTM
d. Universal Health Coverage
e. Pemanfaatan Medical Marijuana
PEMBAHASAN
Beberapa poin terbaru untuk SDGs poin nomor 3 bidang kesehatan adalah sbb:
1. Kematian akibat penyakit tidak menular
2. Penyalahgunaan narkotika dan alkohol
3. Kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas
4. Universal Health Coverage
SUMBER
http://sdgs.bappenas.go.id/tujuan-3/
5. Berikut ini adalah yang merupakan tujuan umum dari program keluarga
berencana
b. Mewujudkan peningkatan ekonomi nasional
c. Menurunkan angka kesakitan akibat penyakit tidak menular
d. Meningkatkan cakupan BPJS
JAWABAN
PEMBAHASAN
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan Normal
Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat
yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin
terkendalinya pertambahan penduduk.
a. Menurunkan risiko kanker rahim
b. Menghindari kehamilan yang tidak diinginkan
c. Meningkatkan kesehatan ibu anak
d. Meningkatkan kesejahteraan keluarga
e. Mengurangi prevalensi Obesitas
2. Menghindari kehamilan yang tidak diinginkan
3. Meningkatkan kesehatan ibu anak
4. Meningkatkan kesejahteraan keluarga
6. Pendidikan anak lebih terjamin
7. Menentukan kualitas keluarga
7. Berikut ini yang merupakan alat kontrasepsi yang tidak mempengaruhi
hormon adalah
Alat kontrasepsi terbagi menjadi dua yaitu kontrasepsi hormonal dan non
hormonal. Kontrasepsi hormonal terdiri dari pil, suntik, dan implant. Sedangkan
alat kontrasepsi hormonal adalah kondom, IUD, dan tubektomi/vasektomi.
SUMBER
http://kampungkb.bkkbn.go.id/postSlider/7685/10210
8. Berikut ini adalah metode KB bagi pasangan dengan kepatuhan buruk, dan
tidak ingin memiliki anak lagi
a. Pil
b. Kondom
Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi yang permanen, dilakukan
dengan memotong dan meligasi saluran sperma dari suami. Hal ini merupakan
kontrasepsi yang baik untuk pasangan dengan kepatuhan buruk yang tidak
memiliki keinginan untuk memiliki anak lagi.
SUMBER
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/birth-control/in-depth/birth-
control-options/art-
weekly%20or%20monthly%20basis.
9. Berikut ini yang merupakan pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung
BPJS
b. Pelayanan gawat darurat di FKTP
c. Pelayanan gawat darurat di RS Swasta
d. Pelayanan infertilitas
JAWABAN
SUMBER
10. Berikut ini pemeriksaan yang harus dilakukan menurut program CERDIK
adalah, kecuali
1. Gula darah
2. Tekanan darah
3. Lingkar perut
4. Kolesterol total
11. Hari kesehatan Nasional atau disingkat HKN diperingati setiap tanggal
a. 12 Agustus
b. 12 Januari
c. 11 Januari
d. 12 November
e. 12 Desember
SUMBER
http://promkes.kemkes.go.id/agenda/hari-kesehatan-nasional
a. 15 September
b. 14 Oktober
c. 15 Oktober
d. 14 November
e. 12 November
15 Oktober diperingati sebagai Hari cuci tangan pakai sabun sedunia
SUMBER
http://promkes.kemkes.go.id/hari-cuci-tangan-pakai-sabun-
)%20pada%20tahun%202008.
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
e. 6
Gerakan cuci tangan dilakukan dalam 6 langkah.
1. Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok
kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
SUMBER
kecuali
a. Akitvitas lebih dari 50% penduduknya pada sector non agraris terutama
industry, perdagangan dan jasa
b. Memiliki fasilitas perkotaan antara lain sekolah aridus 2,5 km pasar radius 2
km, memiliki rumah sakit radius kurang dai 4 km, bioskop atau hotel
c. Lebih dari 90% rumah tangga memiliki listrik
d. Terdapat akses jalan raya dan transportasi menuju fasilitas perkotaan
e. Angka kunjungan warga ke puskesmas > 60 %
JAWABAN
PEMBAHASAN
Kriteria Puskesmas Perkotaan, harus memenuhi 3 dari 4
1. Akitvitas lebih dari 50% penduduknya pada sector non agraris terutama
industry, perdagangan dan jasa
2. Memiliki fasilitas perkotaan antara lain sekolah aridus 2,5 km pasar
radius 2 km, memiliki rumah sakit radius kurang dai 4 km, bioskop atau hotel
3. Lebih dari 90% rumah tangga memiliki listrik
4. Terdapat akses jalan raya dan transportasi menuju fasilitas perkotaan
SUMBER
PMK NO 75 Tentang Puskesmas
15. Berikut ini yang merupakan indikator masalah gizi menurut PMK no 14
tahun 2019 adalah presentase poin-poin berikut, kecuali
a. Balita berat badan kurang
b. Balita pendek
PEMBAHASAN
Indikator masalah gizi yang harus dimonitor dan dievaluasi menurut PMK no
14 tahu 2019
2. Presentase balita pendek
6. Presentsai ibu hamil risiko kurang energi kronik
7. Presentase berat badan lahir rendah
SUMBER
16. Berikut ini yang bukan merupakan indikator PHBS di keluarga
a. Persalinan ditolong nakes
d. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih
e. Tingkat konsumsi alkohol
4. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih
5. Menggunakan air bersih
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik nyamuk
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah
SUMBER
http://promkes.kemkes.go.id/phbs
a. Baik dan Benar
Berkeadilan
SUMBER
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/profil/kemenkes/
a. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan
masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani.
b. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya
kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan.
c. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan.
d. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.
e. Masyarakat memperoleh kepastian hukum
JAWABAN
PEMBAHASAN
masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani.
2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya
kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan.
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan.
4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.
SUMBER
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/profil/kemenkes/
19. Berikut ini merupakan contoh pencegahan tersier di Puskesmas adalah
a. Pap smear rutin
c. Stop merokok
d. Olahraga rutin
JAWABAN
PEMBAHASAN
Pencegahan tersier juga berfokus pada pencegahan kekambuhan
SUMBER
http://www.idionline.org/berita/pencegahan-penyakit-dan-kiat-tetap-sehat-pada-
usia-lanjut/
20. An. D, 5 tahun dibawa ibunya ke dokter akibat terlihat lemas dan rewel.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya edema, wajah sembab, pandangan
sayu. Rambut pasien tipis seperti warna jagung, mudah rontok. Pemeriksaan
lain dalam batas normal. Diagnosis yang tepat untuk An. D adalah
a. Kwarshiorkor
b. Marasmus
c. Kegemukan
d. Obesitas
e. Overweight
Kwarshiorkir ditandai dengan adanya keluhan edema, wajah sembab,
pandangan sayu, rambut tipis dan mudah rontok, serta anak rewel. Sedangkan
marasmus dengan keluhan anak kurus, cengeng, rewel, serta kulit keriput.
Marasmus Kwarshiorkor jika terdapat kombinasi dari dua penyakit diatas
SUMBER
a. Kebocoran cairan akibat inflamasi
b. Ketidak seimbangan berat badan
c. Ketidak seimbangan tekanan hidrostatik
d. Ketidakseimbangan tekanan onkotik
JAWABAN
PEMBAHASAN
Efusi pelura muncul ketika terdapat perubahan pada cairan sekitar paru hingga
bergeser dari proses homeostasis. Cairan eksudatif muncul ketika terdapat
kebocoran di sekitar sel kapiler yang disebabkan oleh inflamasi.
SUMBER
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513353/
22. Tn. J, 60 tahun datang dengan keluhan sesak berbunyi sejak 3 hari
SMRS. Keluhan sudah terjadi bertahun-tahun sejak 5 tahun lalu, sebelumnya
Tn. J merokok sejak muda, namun sudah berhenti. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan laju napas 26x/menit, pada asukultasi ditemukan mengi, ronki basah
kasar saat inspirasi serta penurunan suara napas. Diagnosis yang paling
mendekati untuk tn. J adalah
a. PPOK
b. ISPA
c. Faringitis
d. Laringitis
e. Croup
Pemeriksaan fisik menguatkan diagnosis PPOK dengan ditemukannya dypsnea,
penurunan suara napas, mengi, ronkhi basah kasar saat inspirasi, dan riwayat
merokok lama serta kronisitias penyakit yang muncul pada usia lansia.
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
23. An. D, 10 tahun datang dengan keluhanNafsu makan menurun, lemah, dan
pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis. Pada
pemeriksaan penunjang ditemukan telur askariasis pada tinja. Berat anaak D
adalah 20 kg, terapi yang tepat adalah
a. Pirantel pamoat 100 mg
b. Pirantel pamoat 50 mg
c. Pirantel pamoat 150 mg
d. Pirantel pamoat 10 mg
e. Pirantel pamoat 200 mg
JAWABAN
PEMBAHASAN
Tatalaksana untuk askariasis adalah pirantel pamoat 10 mg/kgbb/hari dosis
tunggal. BB anak 20 kg maka dosisnya adalah 200 mg single dose.
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
24. Ny J, 62 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi dan kaku pada pagi
hari. Ny J sudah tidak menstruasi dan memiliki indeks masa tubuh 36. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan krepitasi pada sendi lutut dan hanya terjadi pada
lutut kanan. Ny. J mengaku punya riwayat sakit maag Tatalaksana yang tepat?
a. Diklofenak
Pada pasien yang menderita dyspepsia sebaiknya diberikan selective COX 2
yaitu meloksikam agar tidak memperparah sakitnya.
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
25. Nn. D 25 tahun datang dengan keluhan nyeri mendadak dan berat saat
menggosok gigi. Pada pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pada pemeriksaan
ditemukan nyeri berat ketika dirangsang pada persarafan nervus trigeminus.
Tatalaksana untuk nn. D adalah, kecuali
a. Karbamazepin
b. Gabapentin
c. Pregabalin
d. Fenitoin
e. Lithium
• Karbamazepin
• Pregabalin
• Gabapentin
• Fenitoin
• Baclofen
• Lamotrgiene
• Topiramat
• Oxcarbazepine
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
26. Tn. D, 50 tahun, datang dengan keluhan bercak tidak berasa sejak 5
minggu. Berak tersebut berjumlah 4 dan ditemukan pada tangan kiri. Pada
pemeriksaan kerokan kulit ditemukan BTA negatif. Tatalaksana yang diminum
setiap 1 bulan sekali untuk tn. D adalah
a. Rifampisin 600 mg
b. Dapson 600 mg
c. Klofazimin 600 mg
d. Dapson 300 mg
e. Klofazimin 100 mg
Pasien menderita morbus Hansen tipe pausibasiler karena BTA negatif pada
pemeriksaan kulit. Terapi untuk MH tipe pausibasiler adalah Rifampisin 600
mg dan dapson 100 mg setiap bulan sekali. Dan dapson 100 mg tiap hari di hari
yang tidak meminum obat perbulan.
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
27. An. K, 6 tahun datang ke dokter dengan keluhan sulit berkonsentrasi di
sekolah. An. K dikeluhkan sering tidak memperhatikan ketika diajak berbicara,
sulit memusatkan konsentrasi, tidak bisa mengikuti perintah, terlihat tidak rapid
an tidak terorganisasi, sering menghindari pekerjaan yang susah dan sering
menghilangkan barang-barang. Diagnosis yang tepat untuk An. K adalah
a. ADHD
e. Retaradasi mental
poin dari beberapa kriteria yang ada
1. Sering gagal memberikan perhatian di sekolah
2. Sering sulit mempertahankan perhatian
3. Sering tidak mendengar apa yang dikatakan
4. Sering tidak bisa mengikuti perintah dan gagal dalam tugas
5. Tampak tidak rapi dan tidak terorganisasi
6. Menghindari pekerjaan yang sulit
7. Sering menghilangkan barang-barang penting
8. Sering terdistraksi
https://emedicine.medscape.com/article/289350-overview#a4
28. An. K, 3 tahun dibawa ke dokter karena muntaber. Pada pemeriksaan
fisik nampak anak rewel, gelisah, ubun-ubun besar dan mata cekung. Pasien
masih mau minum dan cubitan perut kembali sangat lambat. Tatalaksana yang
harus diberikan untuk An. K adalah
a. Rehidrasi D 40 100 ml/kgbb/jam
b. Rehidrasi D 40 500 ml/kgbb/jam
c. Rehidrasi D 40 50 ml/kgbb/jam
d. Rehidrasi dengan oralit 75 ml/kgbb/jam
e. Rehidrasi dengan Zinc 10 mg/kg
JAWABAN
PEMBAHASAN
Anak menderita dehidrasi ringan sedang karena terdapat kehilangan cairan
namun anak masih mau minum dan sadar. Tatalaksana yang tepat adalah
dengan rehidrasi oralit 75 ml/kgBB/jam selama 3 jam.
SUMBER
KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN UI HALAMAN 42
29. An. A, 5 tahun, dibawa ke dokter dengan keluhan lemas setelah muntaber
di rumah. Pasien diare 5 x dan muntah 10 x, diare cair, sejak 2 hari. Pada
pemeriksaan fisik nampak anak lemas, tidak bisa diajak bicara, cubitan perut
kembali sangat lambat dan tidak mau lagi minum. Tatalaksana yang tepat untuk
30 menit pertama adalah
d. Rehidrasi dengan oralit 75 ml/kgbb/jam
e. Rehidrasi dengan oralit 59 ml/kgbb/jam
JAWABAN
PEMBAHASAN
Anak mengalami dehidrasi berat karena cubitan perut kembali lambat dan anak
letargi serta tidak mau minum. Tatalaksana pertama yang harus diberikan
adalah rehidrasi cairan dengan dosis 100 cc/kgbb dengan cairan ringer laktat
atau ringer asetat. Karena anak berusia > 12 bulan dosis yang diberikan adalah
30 cc/kgbb dalam 30 menit pertama, kemudian lanjutkan 70cc/kgbb dalam 2,5
jam selanjutnya.
PMK 514 TAHUN 2015
30. An. D, 5 tahun ( BB 20 kg) datang dengan keluhan kejang menghentak-
hentak sejak 5 menit lalu. Kejang seluruh tubuh dan menghentak-hentak.
Sebelumnya anak D menderita infeksi telinga dan menderita demam tinggi.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 40 derajat celcius. Tatalaksana untuk
An. D yang sedang kejang adalah
a. Diazepam per oral
e. Diazepam per rektal 1 mg
JAWABAN
PEMBAHASAN
Diazepam per rektal untuk kejang demam diberikan dengan dosis 0,5 mg/kgbb.
Jadi jika BB anak 20 kg maka dosis yang diberikan adalah 10 mg.
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
31. An. H, 6 tahun, datang dengan keluhan batuk pilek sejak 3 hari SMRS.
Batuk pilek disertai dengan demam dan nyeri ketika digunakan untuk menelan.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan faring hiperemis, tonsil bengkak, dan
eksudasi. Tatalaksana yang tepat untuk An. H adalah
a. Amoxicillin 25 mg/kgbb/hari
b. Chlorapmehincol 2 mg/kgbb/hari
c. Ceftriaxone 10 mg/kgbb/hari
d. Asiklovir 20 mg/kgbb/hari
PEMBAHASAN
Diagnosis untuk pasien di atas adalah ISPA disertai dengan faringitis bakterial
akibat adanya kelainan hiperemis pada faring. Antibiotik untuk faringitis
bakterial yang umum adalah dari golongan pensilin, seperti amosisilin atau
eritromisin. Amoxicillin diberikan 25-50 mg/kgbb/hari
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
32. Ny. J, 26 tahun datang dengan diagnosis G2P1001 28-29 minggu dari
bidan. Mengeluh demam tinggi terus menerus sejak 1 minggu disertai dengan
diare pada 3 hari pertama dan nyeri perut. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
lidah kotor serta denyut nadi yang hanya 50 x/menit. Terapi pilihan untuk Ny. J
adalah
e. Ampisilin 10 mg/kgbb/hari
PEMBAHASAN
Ny. J menderita tifoid dengan gravida karena ditemukan lidah kotor dan
bradikardi relative disertai dengan demam 7 hari. Tatalaksana yang aman untuk
ibu hamil adalah amoxicillin 1,5-2g/hari selama 7 hari.
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
33. Berikut ini poin-poin yang harus diberikan pada pasien Diabetes Melitus
tipe 2 kecuali
b. Hindari rokok
JAWABAN
PEMBAHASAN
• Penyakit DM tipe 2 tidak dapat sembuh tapi dapat dikontrol
• Gaya hidup sehat harus diterapkan pada penderita misalnya dengan
olahraga, menghindari rokok, dan menjaga pola makan
• Pemberian obat jangka panjang dengan kontrol teratur tiap 2 minggu
SUMBER
PPK FASKES PRIMER IDI HALAMAN 366
34. Berikut ini poin-poin edukasi yang harus diberikan pada penderita TB,
kecuali
c. Kepatuhan minum obat
e. Menurunkan berat badan
Edukasi TB yang harus diberikan adalah etika batuk, gunakan masker,
kepatuhan minum obat, pengawas minum obat, dan jelaskan mengenai jenis
penyakit dan penularannya.
PPK FASKES PRIMER IDI HALAMAN
35. Seorang dokter akan melakukan visite pada pasien rawat inap. Namun
saat akan berangkat, tiba-tiba datang dua pasien paska tenggelam yang butuh
penanganan segera, saat itu tidak ada dokter lain. Setelah kegawatan ditangani,
apakah yang harus dokter lakukan pada pasien rawat inap?
a. Tidak perlu visite
c. Meminta perawat untuk visite
d. Meminta maaf dan menjelaskan pada pasien rawat inap bahwa ada pasien
gawat
JAWABAN
d. Meminta maaf dan menjelaskan pada pasien rawat inap bahwa ada pasien
gawat
PEMBAHASAN
Kegawatan merupakan prioritas pertama bagi dokter. Saat ada pasien yang tidak
gawat, pasien tersebut tidak didahulukan. Jika kegawatan sudah tertangani,
maka pasien yang tidak gawat dapat ditangani sesuai dengan peraturan rumah
sakit.
SUMBER
http://doctor-communication.vn.ua/ethics-and-etiquette/medical-ethics/
36. An. K, 4 tahun, datang dengan keluhan demam 3 hari. Demam disertai
dengan lesi macula dan papula eritem pada tubuh. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan koplik spot. Ibu pasien mengatakan pasien tidak pernah diimunisasi
Diagnosis yang paling tepat untuk an. K adalah
a. Campak
b. Cacar
c. HIV
d. Kandidiasis
e. Tinea
PEMBAHASAN
Tanda klinis campak adalah demam, disertai dengan lesi macula dan papula
yang eritem dimulai dari kepala dan menyebar ke seluruh tubuh. Tanda
patgnomonik yang khas adalah munculnya koplik spot yang bisa ditemukan
pada rongga oral.
PMK 514 TAHUN 2015
37. Nn. D, 17 tahun datang dengan keluhan belum pernah menstruasi. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan tinggi badan 160 cm, dengan berat badan 50 kg.
Ditemukan juga rambut pada daerah genitalia beserta dengan payudara normal.
Pemeriksaan fisik lain tidak ada kelainan. Diagnosis yang tepat untuk Nn. D
adalah
Amenore primer adalah tiadanya menstruasi pada umur 16 tahun dan
didapatkan pertumbuhan normal sertai karakteristik seksual yang normal.
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
38. Ny J, 29 tahun, datang dengan keluhan tidak bisa melihat. Pasien sedang
hamil anak kedua dengan usia kehamilan 30 minggu. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan TD 170/80 mmHg, Nadi 80x per menit. Pada pemeriksaan urin
ditemukan proteinuria 2+. Refleks patella + dan jumlah urin dalam 2 jam
terakhir > 1 ml/kgbb/jam. Tatalaksana yang tepat untuk Ny. J adalah
a. MgSO4
MgSO4 adalah tatalaksana utama untuk pasien preeklampsia berat. Diberikan 4
g untuk mencegah kejang berulang. Dapat diberikan intravena dengan cara
mengambil 10 ml larutan MgSO4 40% dicampur dengan aquades 10 ml,
berikan IV perlahan 20 menit. Atau jika tidak bisa dapat diberikan 5 gr, dengan
cara 12,5 ml larutan MgSO4 40% diberikan di masing-masing bokong kanan
dan kiri
PMK 514 TAHUN 2015
39. Ny. Y, 25 tahun, datang dirujuk bidan dengan diagnosis G1P000.
Sebelumnya pasien sempat melahirkan ditolong dukun namun setelah 3 jam
tidak ada pembukaan, dan tidak ada penurunan bagian terendah janin. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan his sebanayak 1 x setiap 10 menit dengan durasi
20 detik. Tatalaksana yang tepat utnuk pasien tersebut adalah
a. Rujuk segera ke FKTL dengan penanganan awal
b. Rehidrasi cairan 100 ml/kgBB
c. Sectio Caesaria di FKTP
d. Laparoskopi
e. Laparotomi
PEMBAHASAN
Pasien mengalami persalinan macet akibat HIS yang inadekuat (seharusnya >3x
dalam 10 menit dengan durasi > 40 detik. Pada nulipara kriterianya adalah jika
ada deselerasi > 3 jam, tidak ada diltasi > 2 jam, dan tidak ada penurunan
bagian terendah > 1 jam. Tatalaksana awal adalah mengindentifikasi faktor
penyebab power, passage, atau passanger. Namun tatalaksana umum adalah
merujuk ke FKTL yang memiliki pelayanan section cesaria.
SUMBER
PMK 514 TAHUN 2015
40. Tn. L, 70 tahun, datang dengan keluhan tidak bisa kencing sejak 1 hari.
Terasa nyeri luar biasa. Pada pemeriksaan fisik ditemukan buli penuh. Pada
pemeriksaan colok dubur ditemukan prostat teraba, membesar, kenyal, dan tidak
berdungkul. Sebelumnya pasien sudah diberikan obat tamsulosin namun tidak
membaik. Tatalaksana non farmakologis yang dapat dilakukan di FKTP adalah
a. Sistotomi
Pasien didiagnosis dengan hyperplasia prostat jinak. Pada pasien yang sama
sekali tidak bisa kencing, kateter urin dapat dipasang sebelum dirujuk ke
spesialis urologi.
KAPITA SELEKTA UI HALAMAN 287
41. Ny. D, 20 tahun, datang dengan keluhan nyeri hebat pada perut kuadaran
kanan atas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan Nadi 120x/menit, Tekanan darah
90/60 mmHg, dengan napas cepat. Pasien tampak lemas dan. Pada pemeriksaan
ginekologi ditemukan nyeri goyang porsio +. Tatalaksana awal yang tepat untuk
pasien ini adalah
a. Rehidrasi cairan
c. Salphingektomi
hemodinamik disertai dengan nyeri goyang porsio +. Pasien sudah menderita
syok hipovolemik ditunjukkan dengan gangguan pada hemodinamik.
Tatalaksana awal adalah rehidrasi cairan dan stabiliasi untuk kemudian dirujuk
ke FKTL.
https://emedicine.medscape.com/article/2041923-overview
42. Ny. L datang dengan keluhan demam 3 hari namun sekarang sudah turun.
Pasien juga mengeluhkan bintik-bintik merah di tangan dan kaki. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan TD 110/90 dan Nadi 110 x per menit. Pada
pemeriksaaan penunjang ditemukan leukopenia dan trombositopenia.
Tatalaksana awal yang tepat untuk Ny. L adalah
a. Kristaloid 6-7 ml/kgbb/jam
b. Dekstrose 6 ml/kgbb/jam
c. Inj steroid intravena
pendarahan, demam 3 hari, disertai dengan leukopenia dan trombositopenia.
Tatalakasana rehidrasi ang tepat adlaah kirstaloid 6-7 ml/kgbb/jam selama 3 jam
kemudian evaluasi tanda vital.
PMK 514 TAHUN 2015
43. Ny. J, 45 tahun datang dengan keluhan kaki yang membesar. Sebelumnya
kaki bengkak dan terus menerus membesar. Kaki yang terkena adalah kaki
kanan. Pada pemeriksaan penunjang ditemukan cacing filarial pada tetes tipis
dan tetes tebal. Tatalaksana yang tepat adalah
a. DEC
b. Amoxicillin
c. Azitromisin
d. Clavulanat
e. Lamivudine
Tatalaksana filariasis adalah dietil carbamazine atau DEC dengan dosis 6
mg/kgbb…