04. percobaan kalorimeter

25
1. Judul Percobaan Kalorimeter 2. Tujuan Mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mahasiswa memperoleh penguatan pemahaman tentang kalor, kapasitas kalor zat dan kalor jenis zat. 2. Mahasiswa mencoba menentukan kapasitas kalor kalorimeter dan kalor jenis zat padat. 3. Mahasiswa terampil menggunakan set kalorimeter. 4. Mahasiswa terampil menggunakan teori ralat dan mengetahui ralat alat. 5. Mahasiswa terampil menggunakan thermometer. 3. Dasar Teori Kalor adalah energi yang ditransfer dari suatu obyek kepada obyek lain yang hanya disebabkan oleh perbedaan temperature. Kalor mengalir dari system bertemperatur tinggi menuju system yang bertemperatur lebih rendah. Setiap zat memiliki perbedaan dalam jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperature pada jumlah massa yang dimiliki oleh zat itu. Perbandingan banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperaturnya naik sebesar ∆T dinamakan Kapasitas Kalor C (heat capacity C) dari benda itu, yaitu : C = kapasitas kalor = ∆Q ……………………………………… (1) ∆T Berdasarkan persamaan 1, maka kapasitas kalor bermakna tenaga dalam bentuk kalor yang diberikan pada benda sehingga temperature benda naik sebesar 1 o C. Hal ini yang lebih khusus mengarah pada karakteristik bahan pembentuk dinyatakan sebagai Kalor

Upload: arief-al-hakim

Post on 27-Oct-2015

594 views

Category:

Documents


44 download

TRANSCRIPT

Page 1: 04. Percobaan Kalorimeter

1. Judul Percobaan Kalorimeter

2. Tujuan Mahasiswa diharapkan dapat :1. Mahasiswa memperoleh penguatan pemahaman tentang

kalor, kapasitas kalor zat dan kalor jenis zat.2. Mahasiswa mencoba menentukan kapasitas kalor

kalorimeter dan kalor jenis zat padat.3. Mahasiswa terampil menggunakan set kalorimeter.4. Mahasiswa terampil menggunakan teori ralat dan

mengetahui ralat alat.5. Mahasiswa terampil menggunakan thermometer.

3. Dasar Teori Kalor adalah energi yang ditransfer dari suatu obyek

kepada obyek lain yang hanya disebabkan oleh perbedaan temperature. Kalor mengalir dari system bertemperatur tinggi menuju system yang bertemperatur lebih rendah.

Setiap zat memiliki perbedaan dalam jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperature pada jumlah massa yang dimiliki oleh zat itu. Perbandingan banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperaturnya naik sebesar ∆T dinamakan Kapasitas Kalor C (heat capacity C) dari benda itu, yaitu :

C = kapasitas kalor = ∆Q ……………………………………… (1) ∆T

Berdasarkan persamaan 1, maka kapasitas kalor bermakna tenaga dalam bentuk kalor yang diberikan pada benda sehingga temperature benda naik sebesar 1oC.

Hal ini yang lebih khusus mengarah pada karakteristik bahan pembentuk dinyatakan sebagai Kalor Jenis Zat. Kalor jenis C adalah kapasitas kalor persatuan massa benda, yaitu :

c = ∆Q ……………………………………………………………………… (2)

m∆TKalor yang harus diberikan kepada benda bermassa m

yang memiliki kalor jenis c, untuk menaikkan temperature benda dari T1 menjadi T2, dimana T2 > T1 adalah :

Page 2: 04. Percobaan Kalorimeter

Q=m cdt………………………………………………………………..……… (3)

Pada interval temperature biasa kalor jenis bahan relative konstan terhadap temperature sehingga persamaan 3 dapat dinyatakan dengan :

Q=m c ∆t………………………………………………………………………..…. (4)

Ketika dua bagian berbeda temperature dicampur dalam suatu sistem terisolasi, maka terjadi “serah terima” kalor. Kalor mengalir dari bagian bertemperature tinggi menuju bagian yang bertemperatur lebih rendah. Jika system berada dalam keadaan terisolasi sempurna, tidak terjadi aliran energy dan lingkungan menuju sistem dan sebaliknya, bersandar pada Hukum Kekekalan Energi, kalor yang dilepas dari bagian bertemperatur lebih tinggi sama dengan kalor yang diterima oleh bagian yang bertemperatur lebih rendah. Ungkapan azas Black menyatakan :

“Kalor yang dilepas = Kalor yang Diserap”

Bila kapasitas kalor dan calorimeter diketahui, maka calorimeter dapat digunakan untuk menentukan kalor jenis zat. Metode yang digunakan dikenal dengan metode pencampuran, yaitu benda yang ingin diketahui kalor jenisnya dipanasi sampai temperature t2 , kemudian dimasukkan dalam calorimeter berisi air yang berada dalam kesetimbangan temperature t1. Pencampuran dua system bertemperatur yang berbeda tersebut akan menghasilkan kesetimbangan temperature t3.

Faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam percobaan menggunakan kalorimeter adalah semaksimal mungkin sistem kalorimeter berada dalam kondisi terisolasi dengan lingkungannya (tidak terjadi pertukaran kalor antara kalorimeter dengan lingkungannya). Dengan demikian kalor yang dilepas benda sama dengan kalor yang diterima oleh kalorimeter dan air dingin.

Dalam praktikum ini kita akan melakukan dua set percobaan, yaitu menentukan kapasitas kalor kalorimeter dan mencari kalor jenis zat padat. Secara garis besar prosedur percobaanya adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Kapasitas Kalor Kalorimeter (Ck)

Page 3: 04. Percobaan Kalorimeter

Pada percobaan 1 ini, mula-mula airdingin bermassa m1

dimasukkan ke dalam calorimeter sehingga terjadi kesetimbangan termal antara air dan kalorimeter pada temperature t1. Tambahkan air panas yang bertemperatur t2 > t1, sehingga terjadi perpindahan dari zat yang bersuhu tinggi (air panas) menuju zat bersuhu rendah (air dingin dan kalorimeter). Pertanyaan azas Black untuk fenomena ini adalah kalor yang dilepas air panas sama dengan kalor yang diserap air dingin dan calorimeter.

Jika kalor jenis air untuk kisaran suhu ini diasumsikan konstan sebesar cair = 1 kalori/goC, maka persamaan eksplisit kapasitas kalor calorimeter (Ckal) adalah :

Ckal = map.ca (t2 – t3) - mad.ca

.................................................(5) (t3 – t1)

Jelaslah bahwa besaran-besaran yang harus kita ukur untuk menentukan Ck adlah massa air dingin mad, massa air panas map, temperature seimbang antara air dingin dan kalorimeter t1, suhu air panas tepat ketika akan dimasukkan ke dalam kalorimeter t2 temperatur setimbang dari campuran air dingin dan air panas dalam calorimeter t3.

2. Menentukan Kalor Jenis Zat Padat (Cb) Dari percobaan 1, dapat ditentukan kapasitas kalor calorimeter yang digunakan untuk menentukan panas jenis suatu zat padat pada percobaan 2 berikut ini. Mula-mula sejumlah (mad) air dingin bertemperatur lebih rendah dari temperature kamar dimasukkan ke dalam kalorimeter sehingga mencapai kesetimbangan termal dengan kalorimeter pada temperature t1; kemudian zat padat bermassa mb yang telah dipanaskan sampai bertemperatur t3 (t3>t1) dimasukkan ke dalam calorimeter. Pernyataan azas Black untuk fenomena ini adalah kalor yang dilepas benda padat sama dengan kalor yang diserap air dingin dan kalor yang diserap oleh kalorimeter.

cb = map.ca (t3 – t1) + Ckal (t3 – t1) ..........................................(5)

mb (t2 – t3) mb (t2 – t3)Dengan nilai kalor jenis air kisaran suhu ini diasumsikan

konstan sebesar cair = 1 kalori/goC.Jelaslah bahwa besaran-besaran yang harus kita ukur

untuk menentukan Cb adalah massa air dingin mad, massa

Page 4: 04. Percobaan Kalorimeter

benda padat panas mb temperature setimbang antara air dingin dan kalorimeter t1, suhu benda padat tepat ketika akan dimasukkan ke dalam kalorimeter t2, temperatur setimbang dari campuran air dingin dan benda padat panas dalam kalorimeter t3, sementara data kapasitas kalor kalorimeter kita peroleh berdasarkan hasil percobaan 1.

4. Alat-Alat, Bahan dan Rangkaian Yang Dipergunakan1. Alat-Alat dan bahan

1. Kalorimeter lengkap dengan Pengaduk, 2. Termometer dan Bejana Pelindung, 3. Termometer Batang, 4. Gelas Ukur 100 mL,5. Pemanas Bunsen, 6. Bejana Pemanas, 7. Butiran Zat Padat, 8. Air,9. Timbangan,10. Korek Api11. Tang Penjepit12. Kasa asbes13. Kaki Tiga14. lap

2. Susunan Alat

Page 5: 04. Percobaan Kalorimeter

5. Prosedur Percobaan Memperhatikan bahwa kedua set percobaan ini dilaksanakan

dengan menggunakan satu kalorimeter,dengan kata lain,kalorimeter yang digunakan untuk percobaan 1 harus sama dengan calorimeter yang digunakan dalam Percobaan 2.

1. Percobaan 1 (Menentukan Kapasitas Kalor Kalorimeter)

1. Menyiapkan alat dan bahan, kemudian menyusun percobaannya!

2. Memanaskan sejumlah air menggunakan pemanas bunsen yang tersedia.

3. Meletakkan di atas timbangan bagian set kalorimeter yang terdiri dari bejana kalorimeter,termometer, dan pengaduk jadi satu.

4. Menimbang air dingin (suhunya harus lebih rendah dari suhu kamar) sekitar 50 gram, kemudian masukkan ke dalam calorimeter. Mencatat massa air dingin sebagai mad.

5. Mengamati termometer dan mencatat temperature kesetimbangan awal antara air dingin dan kalorimeter sebagai t1.

6. Mengambil 50 mL air yang dipanaskan dari pemanas bunsen, membuat temperature air panas 50oC (di ukur dengan thermometer lain) dan memasukkan dengan cepat ke dalam calorimeter. Mencatat suhu ini sebagai t2.

7. Mengaduk pelan-pelan campuran air dingin dan panas tersebut sambil mengamati terus perubahan temperature yang ditunjukkan oleh thermometer. Setelah penunjukkan thermometer stabil, dan suhunya hampir turun, mencatat suhunya sebagai t3.

Page 6: 04. Percobaan Kalorimeter

8. Membuang air dalam calorimeter dan mengusap dengan lap bejana calorimeter hingga kering, lalu mengulangi langkah butir 4 sampai dengan butir 9 sebanyak 4 kali.

9. Mencatat data yang anda peroleh pada lembar data pengamatan yang tersedia.o Memperhatikan

- suhu air dingin harus lebih rendah dan suhu kamar- suhu air panas 50oC.- menghindari segala peristiwa yang memperbesar kemungkinan terjadinya pertukaran kalor antera sistem kalorimeter dengan lingkungannya

2. Percobaan 2 (Menentukan Kalor Jenis Zat Padat) 1. Mengambil butiran zat padat yang telah tersedia,

memanaskan di atas pemanas Bunsen.2. Memanaskan butiran zat padat menggunakan pemanas

bunsen yang tersedia.3. Meletakkan di atas timbangan bagian set kalorimeter yang

terdiri dari bejana kalorimeter,termometer, dan pengaduk jadi satu.

4. Menimbang air dingin (suhunya harus lebih rendah dari suhu kamar) sekitar 50 gram, kemudian masukkan ke dalam kalorimeter. Mencatat massa air dingin sebagai mad.

5. Mengamati termometer dan mencatat temperature kesetimbangan awal antara air dingin dan kalorimeter sebagai t1.

6. Mengambil butiran zat padat yang dipanaskan dari pemanas bunsen, membuat temperature air panas 80oC (di ukur dengan thermometer lain) dan memasukkan dengan cepat ke dalam kalorimeter. Mencatat suhu ini sebagai t2.

7. Mengaduk pelan-pelan campuran air dingin dan butiran zat padat panas tersebut sambil mengamati terus perubahan temperature yang ditunjukkan oleh thermometer. Setelah penunjukkan thermometer stabil, dan suhunya hampir turun, mencatat suhunya sebagai t3.

8. Membuang air dalam kalorimeter dan mengusap dengan lap bejana calorimeter hingga kering, lalu mengulangi langkah butir 4 sampai dengan butir 9 sebanyak 4 kali.

9. Mencatat data yang anda peroleh pada lembar data pengamatan yang tersedia.o Memperhatikan

- suhu air dingin harus lebih rendah dan suhu kamar- suhu zat padat 80oC.

Page 7: 04. Percobaan Kalorimeter

- massa zat padat sebelum dipanasi 100g

6. Data Pengamatan

1.Percobaan 1 (Menentukan Kapasitas Kalor Kalorimeter)

mad

(gram)maP

(gram)t1

(oC)t2

(oC)t3

(oC)1 50 50,19 26 50 382 50 49,07 27 50 373 50 48,89 27 50 374 50 49,3 27 50 37

Keterangan :

mad : massa air dinginmaP : massa air panast1 : suhu kesetimbangan antara kalorimeter den air dingint2 : suhu air panas tepat ketika akan dimasukkan ke

kalorimetert3 : suhu kesetimbangan antara kalorimeter, air dingin, dan

air panas

2.Percobaan 2 (Menentukan Kalor Jenis Zat Padat)

No

mad

(gram)maP

(gram)t1

(oC)t2

(oC)t3

(oC)1 50 110 27 80 452 50 100,9 27 80 423 50 100,9 27 80 434 50 100,1 27 80 80

Page 8: 04. Percobaan Kalorimeter

Keterangan :

mad : massa air dinginmaP : massa air panast1 : suhu kesetimbangan antara kalorimeter den air dingint2 : suhu benda padat panas tepat ketika akan dimasukkan

ke kalorimetert3 : suhu kesetimbangan antara kalorimeter, air dingin, dan

benda padat panas

7. Analisa Data Percobaan 1 (Menentukan Kapasitas Kalor Kalorimeter)

Hasil data yang diperoleh dalam menentukan kapasitas kalorimeter (Ckal) dari data ke 1 samapai data ke 4, sebagai berikut :

Telah diketahui : cair = 1 kalori/groC

Nomad

(gram)maP

(gram)t1

(oC)t2

(oC)t3

(oC)1 50 50,19 26 50 382 50 49,07 27 50 373 50 48,89 27 50 374 50 49,3 27 50 37

nst massa : 0,01 gram mad → ∆mad = 0.01 gram= 0,005 2maP → ∆map = 0.01 gram= 0,005

2

nst suhu : 1oC t1 → ∆t1 = 1 nst= 1 . oC = 0,5 oC

2 2

t2 → ∆t2 = 1 nst= 1 . oC = 0,5 oC

2 2

t3 → ∆t3 = 1 nst= 1 . oC = 0,5 oC

2 2

- Kapasitas kalor kalorimeter rata-rata adalah Ckal = …Ckal = map.ca (t2 – t3) - mad.ca

(t3 – t1)1. Ckal = 50,19 gram.1 kalori/groC (50 oC – 38 oC) - 50 gram. 1 kalori/groC

(38 oC – 26 oC)Ckal = 50,19 kalori/oC (12 oC) - 50 kalori/oC Ckal = 0,19 kalori/oC

(12 oC) 2. Ckal =49,07 gram.1 kalori/groC (50 oC – 37 oC) - 50 gram. 1 kalori/groC

(37 oC – 27 oC)

Page 9: 04. Percobaan Kalorimeter

Ckal = 49,07 kalori/oC (13 oC) - 50 kalori/oC Ckal = -0,93 kalori/oC (13 oC)

3. Ckal =48,89 gram.1 kalori/groC (50 oC – 37 oC) - 50 gram. 1 kalori/groC

(37 oC – 27 oC)Ckal = 48,89 kalori/oC (13 oC) - 50 kalori/oC Ckal = -1,11 kalori/oC

(13 oC)4. Ckal =49,3 gram.1 kalori/groC (50 oC – 37 oC) - 50 gram. 1 kalori/groC

(37 oC – 27 oC)Ckal = 49,93 kalori/oC (13 oC) - 50 kalori/oC Ckal = -0,07 kalori/oC

(13 oC)

Nomad

(gram)maP

(gram)t1

(oC)t2

(oC)t3

(oC)Ckal

(kalori/oC)1 50 50,19 26 50 38 0,192 50 49,07 27 50 37 -0,933 50 48,89 27 50 37 -1,114 50 49,3 27 50 37 -0,07

Persamaan / rumus untuk menghitung kapasitas kalor calorimeter

∆Ck = σCk x 2 x ∆map 2 + σCk x 2 x ∆mad

2 + σCk x 2 x ∆t1 2 + σCk x 2 x ∆t2

2 + σCk x 2 x ∆t3

2 σmap 3 σmap σt1 σt2 σt3

Dari rumus tersebut, diperoleh turunan sebagai berikut :# σCk = Ca (t2 – t3) , sesuai dengan hasil data percobaan I σmap (t3 – t1)

= 1 kal/goC (50oC - 38 oC)(38 oC - 26 oC)

= 12 kal/goC 12 kal/goC = 1 kal/goC

# σCk = -Ca = -1 kal/goC σmad

# σCk = -map.Ca (t2 – t3) , sesuai dengan hasil data percobaan I σt1 (t3 – t1)2

= 50 gr. 1 kal/goC (50oC - 38 oC) (38 oC - 26 oC)2

= 4,1667 kal# σCk = map.Ca , sesuai dengan hasil data percobaan I σt2 (t3 – t1)

= 50 gr. 1 kal/goC = 4,1667 kal (38 oC - 26 oC)

# σCk → un tuk mencari turunan t3 , dimisalkan ada 2 fungsi yaitu : σt3

u = m0 . Ca (t2 – t3)v = (t3 + t1)digunakan rumus = u’v – v’u

v2

σCk = σ u = v.du – u.dv σt3 σt3 v v2

= (t3 - t1) x map.Ca(-1)- map.Ca(t3 - t1)(1)

Page 10: 04. Percobaan Kalorimeter

(t3 - t1)2

= mcp.Ca (-(t3 – t1)-(t2 – t3))(t3 - t1)2

= 50.1(-(38 – 26)-(50 – 38))(38 – 26)2

= 50 (-(12)-(12)) = 50(-24) = -8,33 kal/oC2

122 144∆Ck1 = σCk x 2 x ∆map

2 + σCk x 2 x ∆mad 2 + σCk x 2 x ∆t1

2 + σCk x 2 x ∆t2 2 + σCk x 2

x ∆t3 2

σmap 3 σmap σt1 σt2 σt3

= 1x2x0,005 2 + -1x2x0,005 2 + 4,167x2x0,5 2 + 4,167x2x0,5 2 + -8,33x2x0,5 2

3 3 3 3 3 = 3,33x10-3 2 + -3,33x10-3 2 + 1,389 2 + 1,389 2 + -2,78 2

= 2,21778x10-5 + 3,858642 + 7,7284 = 11,587 = 3,4 kal/oC

Pada percobaan ini diperoleh 4 harga Ck dengan ralat masing-masing hasil ukur dinyatakan sebagai (Ck ± ∆Ck) dimana :

Ck1 = (0,19 ± 3,4) kal/oCCk2 = (-0,93 ± 4,7) kal/oCCk3 = (-1,11 ± 4,7) kal/oCCk4 = (-0,07 ± 4,7) kal/oC

Untuk Mengetahui nilai Ck rata-rata dihitung dengan rumus rata-rata berbobot :∑ Ck1

Ck = ∆Ck1

∑ 1 2

∆Ck1

dari persamaan diatas ditulis 0,19 + -0,93 + -1,11 + -0.07

Ck = 3,4 4,7 4,7 4,71 + 1 + 1 + 1

3,4 4,7 4,7 4,7= 0,05588 + -0,19787 + -0,236 + -0,01489 0,294 0,21 0,21 0,21= -0,39288

0,924 1

Ck = ∑ 1 ∆Ck1

2

Dari perhitungan tersebut, maka kita dapat mengetahui ralat rambat kapasitas kalor calorimeter dari perhitungan tidak langsung pada pengukuran tunggal, sehingga diperoleh hasil ukur kapasitas kalorimeter (0,19 ± 3,4) kal/oC

Ralat relativeRCkal = ∆Ckal x 100%

Ck

= ∆Ckal x 100%Ck

=

Percobaan 2 (Menentukan Kalor Jenis Zat Padat)

Page 11: 04. Percobaan Kalorimeter

Nomad

(gram)maP

(gram)t1

(oC)t2

(oC)t3

(oC)1 50 110 27 80 452 50 100,9 27 80 423 50 100,9 27 80 434 50 100,1 27 80 44

- Rumus untuk mencari kalor jenis zat padat adalah Cb = …Cb = mad.ca (t3 – t1) + Ckal (t3 – t1)

mb (t2 – t3) mb (t2 – t3)Contoh perhitungan pada data

Cb = mad.ca (t3 – t1) + Ckal (t3 – t1)

mb (t2 – t3)

Page 12: 04. Percobaan Kalorimeter
Page 13: 04. Percobaan Kalorimeter
Page 14: 04. Percobaan Kalorimeter

8. Pembahasan dan PertanyaanPembahasanBersarkan hasil analisis percobaan:

Kalor adalah energi yang dipindahkan akibat adanya perbedaan temperature yang mengalir dari sistem bertemperatur tinggi menuju sistem yang bertemperatur lebih rendah. Perpindahan kalor akan berlangsung sampai kedua benda memiliki suhu yang sama (seimbang termal). Temperatur adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda. Kalor jenis adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur dari 1 gr massa bahan sebesar 1 Co atau kapasitas kalor persatuan massa sebuah benda. Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur dari suatu sampel bahan sebesar 1 Co atau perbandingan banyaknya tenaga kalor ∆Q yag dibekalkan kepada sebuah benda untuk menaikkan temperaturnya sebanyak ∆T

Pengukuran kapasitas kalor pada calorimeter berdasarkan “Azas Black” sehingga tidak menggunakan pengukuran kalor jenis calorimeter.

Metode pencampuran untuk menentukan kalor jenis zat dipersyaratkan berkondisi adiabatic karena ketika memasukkan air panas pada calorimeter secara tepat supaya tidak terjadi aliran yang keluar masuk system sehingga perlu di hindari segala kemungkinan yang dapat memperbesar terjadinya perubahan kalor antara calorimeter dengan lingkungan

Page 15: 04. Percobaan Kalorimeter

Berdasarkan informasi yang diperoleh tentang bahan zat padat berupa tembaga yang ditentukan kalor jenisnya nilai standar kalor jenis tembaga adalah 390J/kg K atau 0,09 kal/g oC dibandingkan data yang diperoleh yaitu sebesar kal/g oC data yang diperoleh memiliki selisih dibanding dengan data yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena kesalahan dalam pengukuran. Kami melakukan percobaan pada zat padat sebanyak 4 kali,namun setiap dipanaskan pada timbangan menunjukkan perbedaan angka yang signifikan.

Kesalahan yang mungkin terjadi adalah kurang telitinya dalam mengukur suhu, air dingin tidak di suhu kamar , terlalu lama membuka tutup calorimeter yang berpengaruh pada suhu campuran.

Percobaan pertama menentukan kapasitas kalor calorimeter yag didpatkan ralat sebesar % dan diperoleh hasil ukur ( ± ) kal/oC. percobaan kedua menentukan kalor jenis zat padat yang didapatkan sebesar % dan diperoleh hasil ukur ( ± ) kal/oC.

Kalor jenis suatu zat bergantung pada besarnya kalor ( Q) , massa (m) dan perubahan suhu ( ). Kalor jenis zat memiliki rumus

Keterangan :

Kapasitas kalor benda sebanding banyaknya klaor yang diperlukan dan perubahan suhunya

Keterangan : Perpindahan kalor berlaku azas Black, “jumlah kalor yang

dilepas sama dengan kalor yang diterima oleh benda”

Tugas Pertanyaan1. Kira-kira kesalahan apakah yang mungkin terjadi bila air yang

berada di dalam calorimeter terlalu banyak disbanding dengan jumlah zat padat yang dimasukkan ke dalamnya?

Page 16: 04. Percobaan Kalorimeter

Jawab :

2. Sebuah bola platina dengan massa 100 gram dimasukkan ke

dalam 400 gram air yang bersuhu 00C, jika kemudian terjadi kesetimbangan temperature pasa 10,10C dan kalor jenis platina adalah 0,040 kal/gr0C. berapakah temperature platina tepat ketika akan dimasukkan ke dalam air?Jawab :

Page 17: 04. Percobaan Kalorimeter
Page 18: 04. Percobaan Kalorimeter

9. Kesimpulan dan SaranKesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa :1. Temperature adalah derajat panas dinginnya benda2. Kapasitas kalor zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan

untuk menaikkan suhu benda tiap satuan perubahan suhu.3. Pada percobaan calorimeter didasarkan azas black yang

menyatakan bahwa kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diterima

4. Kalor adalah energy yang berpindah dari system bertemperatur tinggi menuju system yang bertemperatur rendah.

5. Kalor jenis zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu tiap satuan massa zat tiap satuan perubahan suhu.

6. Dalam percobaan ini diperoleh kapasitas kalor calorimeter (Ckal) sebesar (Ck ± ∆Ck) = ( ± )kal/0C dan kalor jenis zat padat (Cb) sebesar (Cb ± ∆Cb) = ( ± )kal/o.

Saran1. Sebelum melaksanakan percobaan, hendaknya mahasiswa

mempelajari dan memahami konsep dan prinsip dari bahan praktikum.

2. Mahasiswa menyiapkan alat yang kondisinya sesuai sehingga diperoleh hasil pengukuran yang optimal dan memperkecil kesalahan alat.

3. Mahasiswa hendaknya lebih teliti saat mengoperasikan alat dan saat membaca skala ukur alat.

Page 19: 04. Percobaan Kalorimeter

4. Apabila alat yang digunakan sudah panas karena terlalu lama digunakan hendaknya didinginkan dahulu agar stabil saat digunakan lagi seperti thermometer dan bejana set kalorimeter.

5. Ketika percobaan, suhu campuran di usahakan mencapai kesetimbangan termal.

6. Dalam percobaan, saat memasukkan air panas atau butiran zat padat, maka sesegera mungkin dimasukkan ke dalam calorimeter, jangan terlalu lama karena akan terjadi pertukaran kalor antara system kalorimeter dengan lingkungannya

10. Daftar Pustaka

Alonso, M. Finn, E.J. 1992. Dasar-Dasar Fisika Universitas Jilid 1 Mekanika dan Termodinamika. Jakarta : Penerbit Erlangga

Halliday. 1992 . Fisika Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga

Page 20: 04. Percobaan Kalorimeter

White, Manning. 1954. Experimental College Phisycs. M Book Company.

Tim Fisika Dasar . 2011. Modul Praktikum Fisika Dasar (untuk kimia). Malang : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Malang

Yoedono. 1991. Pedoman Praktikum Fisika Universitas. Bandung : Armico

Kanginan, Martha. 2004. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga